Cita-Cita dan Perjalanan Hidupku Menuju Panggung Musik

20

Kalau aku boleh bertanya, kira-kira diri kamu saat ini apakah sesuai dengan apa yang kamu cita-citakan atau bayangkan ketika kecil?

Kalau aku, dari kecil sebenarnya memang sangat pengin menjadi seorang artis, jadi seorang entertainer. Ketika melihat para artis di TV, menurutku pekerjaan mereka sangat seru, bisa menghibur orang lain, dan bisa dikenal oleh banyak orang.

Meski aku sangat pengin menjadi artis, tapi menjadi penyanyi bukan menjadi tujuan aku pada saat kecil dulu. Aku pun baru tahu kalau aku memiliki bakat untuk menyanyi ketika di bangku SMA dulu, saat salah satu guruku mengatakan aku bisa menjadi penyanyi karena suaraku cukup bagus. 

Sumber Foto: Instagram @gheaindrawari

Setelah itu, aku baru mencoba beberapa pengalaman bernyanyi, aku mulai nyanyi di kafe dan beberapa kali menjadi wedding singer. Pada saat itu, aku baru menyadari bahwa aku menyukai rasa ketika aku menginjakkan kakiku di panggung dan bisa bernyanyi di hadapan banyak orang. Semenjak itu, aku sangat pengin menjadi seorang penyanyi, dan aku sangat mencintai profesiku saat ini, menjadi seorang penyanyi.  

Bisa dibilang, perjalananku di industri musik juga enggak selalu lancar dan mulus, aku memulai karier di industri musik setelah ikut ajang pencarian bakat Indonesian Idol di tahun 2018. Setelah itu, aku mulai berkarya dan merilis beberapa lagu.

Sebagai seorang penyanyi, tentu aku pengin karyaku bisa banyak dinikmati oleh para penggemar. Tapi, sejak tahun 2018 aku merilis lagu, bisa dibilang pada saat itu karyaku belum bisa menjangkau orang banyak.

Pada saat itu, aku sering berpikir kira-kira apa ya yang kurang dari aku, beberapa pertanyaan sering muncul di kepala, sampai akhirnya menyalahkan diri sendiri. Mungkin aku kurang kompeten, atau mungkin aku kurang berbakat menjadi seorang entertainer.

Sumber Foto: Instagram @gheaindrawari

Sampai pada suatu saat aku sedang berpikir dan merasa mungkin ini memang jalan Tuhan untuk aku lewati, lalu aku putuskan untuk menulis lagu untuk menghibur diriku pada saat itu. Aku cukup ingat sepertinya pada saat itu tanggal 7 Februari 2023, akhirnya aku menulis lagu dan itulah cara bagaimana aku bisa merilis lagu “Jiwa yang Bersedih”. Sebuah ungkapan dari perasaan aku, lagu yang sangat amat jujur untuk menghibur diriku sendiri.

Tapi ternyata “Jiwa yang Bersedih” punya jalannya sendiri, lagu yang aku rilis dengan tidak berharap apa-apa, lagu yang aku rilis untuk menghibur diriku sendiri, ternyata saat ini mampu menghibur perasaan banyak orang, dan mampu mengobati luka banyak orang.

Sumber Foto: Instagram @gheaindrawari

Bukan cuma menghibur diriku, tapi ternyata lagu ini juga menjadi berkah buat aku, berkah untuk orang lain. Kalian banyak bilang, kalau lagu ini telah mengajari beberapa hal, seperti menyayangi diri sendiri, dan menerima keadaan dengan rasa Syukur.

Setelah “Jiwa yang Bersedih” aku lebih pengin membantu para pendengar dengan karya-karyaku, dari situlah aku mulai menulis album terbaruku “Berdamai”. Sama seperti judulnya, di album ini aku pengin kasih tahu ke orang-orang kalau aku berhasil berdamai sama keadaan diriku sendiri. Maka dari itu, album ini aku fokuskan untuk memberikan afirmasi positif kepada diri sendiri.

Sumber Foto: Instagram @gheaindrawari

Lewat album ini aku juga mau membagikan rasa itu, karena dari pengalamanku, ekspektasi-ekspektasi kita di dunia ini akan tercapai kalau kita sudah selesai dengan semua perdebatan di dalam diri, sudah enggak menyalahkan apapun di sekitar kita.

Semoga kamu bisa menemukan cara berdamai dengan keadaan diri sendiri, ya. Semoga, kamu juga bisa menemukan damai versi diri kamu.

Sampai ketemu di ceritaku selanjutnya..

Salam,

Ghea Indrawari