Belakangan, istilah walkable city atau kota ramah pejalan kaki semakin sering diperbincangkan. Namun, konsep ini sebenarnya bukan hanya soal mempercantik trotoar atau mengikuti tren urban modern. Lebih dari itu, kota yang nyaman untuk berjalan kaki dapat memberikan dampak nyata terhadap kesehatan, kebahagiaan, hingga kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Di berbagai negara, konsep walkable city telah menjadi bagian penting dalam perencanaan kota. Lingkungan yang mendukung aktivitas berjalan kaki membuat masyarakat lebih aktif bergerak tanpa harus meluangkan waktu khusus untuk berolahraga. Aktivitas sederhana seperti berjalan menuju halte, taman, kafe, atau pusat perbelanjaan dapat membantu menjaga kebugaran tubuh sekaligus mengurangi risiko berbagai penyakit.
Tak hanya menyehatkan secara fisik, kota yang ramah pejalan kaki juga berkontribusi pada kesehatan mental. Kehadiran ruang terbuka hijau, jalur pedestrian yang nyaman, dan area publik yang mudah diakses menciptakan suasana yang lebih rileks dan menyenangkan bagi warga. Lingkungan seperti ini mendorong masyarakat untuk lebih sering berinteraksi, bersosialisasi, dan menikmati ruang kota tanpa bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi.
Manfaat lainnya adalah terciptanya kota yang lebih hidup. Ketika lebih banyak orang berjalan kaki, ruang publik menjadi lebih aktif dan dinamis. Aktivitas ekonomi lokal pun ikut terdorong karena masyarakat lebih mudah mengakses berbagai fasilitas di sekitarnya. Tak heran jika banyak kota mulai berinvestasi pada trotoar yang lebih baik, taman kota, hingga ruang publik yang nyaman untuk dinikmati semua kalangan.
Di Indonesia, kesadaran terhadap pentingnya ruang publik yang nyaman juga terus meningkat. Data menunjukkan jumlah pejalan kaki di Jakarta mengalami kenaikan pada 2026, menandakan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan ruang kota untuk berolahraga, bersantai, maupun beraktivitas sehari-hari.
Meski tantangan masih ada, mulai dari cuaca hingga infrastruktur yang belum merata, konsep walkable city menawarkan gambaran masa depan perkotaan yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan manusiawi. Dengan semakin banyak kota yang mengutamakan kenyamanan pejalan kaki, kualitas hidup masyarakat pun berpotensi meningkat secara signifikan.
Pada akhirnya, walkable city bukan sekadar tren
perkotaan modern. Ini adalah investasi jangka panjang yang memungkinkan
masyarakat hidup lebih aktif, lebih sehat, dan lebih bahagia setiap harinya.
Muhammad Gustirha Yunas