Suara Berbahasa Indonesia di Film Backrooms, Dari Mana Asalnya?

  • Reyvan
  • Salam berbahasa Indonesia yang viral di trailer film Backrooms ternyata berasal dari The Golden Record, rekaman fonograf yang dikirim NASA ke luar angkasa melalui wahana Voyager 1 dan Voyager 2 pada 1977.

  • Suara bahasa Indonesia dalam The Golden Record diisi oleh Ilyas Harun yang mengucapkan, “Selamat malam, hadirin sekalian. Selamat berpisah dan sampai bertemu lagi di lain waktu.”

  • Selain salam tersebut, The Golden Record juga membawa unsur budaya Indonesia lain ke luar angkasa, seperti gending Jawa "Ketawang Puspawarna" karya Mangkunegara IV dan foto seorang penari Bali.

  • Dalam trailer Backrooms, rekaman suara itu terdengar saat karakter yang diperankan Chiwetel Ejiofor menyusuri lorong misterius khas Backrooms sehingga menciptakan suasana yang semakin mencekam dan memicu kehebohan di media sosial.


Film horor Backrooms menjadi salah satu tayangan yang paling dinantikan pada Juni 2026. Meski belum resmi tayang di bioskop Indonesia, film garapan A24 tersebut sudah ramai diperbincangkan di media sosial karena sebuah cuplikan yang dianggap tidak biasa.

Dalam potongan trailer singkat yang diunggah di instagram A24, terdengar salam berbahasa Indonesia saat karakter utama menyusuri lorong misterius khas Backrooms. Banyak penonton dibuat terkejut setelah mengetahui bahwa suara tersebut ternyata bukan rekaman baru, melainkan bagian dari The Golden Record milik NASA yang telah melanglang buana di luar angkasa selama hampir 50 tahun.

Apa Itu The Golden Record?

The Golden Record merupakan piringan fonograf yang dikirim NASA ke luar angkasa melalui wahana Voyager 1 dan Voyager 2 pada 1977. Piringan emas tersebut dirancang sebagai pesan yang mewakili kehidupan di Bumi apabila suatu saat ditemukan oleh peradaban lain di ruang antarbintang.

Isi The Golden Record sangat beragam, mulai dari gambar, suara alam, hingga musik dari berbagai budaya dunia. Selain itu, piringan ini juga menyimpan salam dalam 55 bahasa, termasuk bahasa Inggris, Prancis, Jerman, dan bahasa Indonesia.

Keberadaan berbagai bahasa dalam rekaman tersebut bertujuan menunjukkan keragaman manusia di Bumi. Karena itulah, salam dari Indonesia menjadi salah satu bagian yang ikut dibawa menjelajahi ruang angkasa bersama Voyager.

Baca Juga: Mengenal Lukita Maxwell, Aktris Berdarah Indonesia yang Main Film Backrooms

Suara Bahasa Indonesia Diisi oleh Ilyas Harun

Salam berbahasa Indonesia dalam The Golden Record diisi oleh Ilyas Harun. Rekaman suaranya masih dapat didengarkan melalui arsip resmi NASA hingga saat ini.


Dalam rekaman tersebut, Ilyas Harun mengucapkan kalimat, "Selamat malam, hadirin sekalian. Selamat berpisah dan sampai bertemu lagi di lain waktu." Kalimat sederhana itu kemudian menjadi salah satu pesan yang mewakili Indonesia dalam misi antariksa NASA.


Tidak hanya salam, unsur budaya Indonesia lain juga ikut dimasukkan ke dalam The Golden Record. Di antaranya adalah gending Jawa berjudul "Ketawang Puspawarna" karya Mangkunegara IV dan foto seorang penari Bali yang menjadi bagian dari koleksi gambar dalam piringan tersebut.


Di Mana Suara Itu Muncul dalam Backrooms?


Kemunculan salam berbahasa Indonesia terjadi dalam trailer Backrooms yang diunggah A24. Pada adegan tersebut, karakter yang diperankan Chiwetel Ejiofor terlihat berjalan menyusuri lorong kosong berdinding kuning yang menjadi ciri khas dunia Backrooms.


Saat mendengar suara misterius yang menggema dari kejauhan, tokoh tersebut tampak berusaha mencari sumbernya. Perpaduan suasana lorong yang sunyi dan rekaman suara lawas dari The Golden Record berhasil menciptakan nuansa yang terasa semakin mencekam.


Cuplikan itu kemudian viral setelah dibagikan berbagai akun media sosial, termasuk akun X Indonesian Pop Base. Banyak warganet mengaku terkejut ketika menyadari bahwa suara yang terdengar dalam trailer horor tersebut ternyata berasal dari rekaman NASA yang dibuat pada 1977.


Sementara itu, Backrooms sendiri mengisahkan tentang Clark, seorang pria yang tanpa sengaja menemukan portal misterius di ruang bawah tanah toko furniturnya. Portal tersebut membawanya ke dunia Backrooms, sebuah labirin lorong kosong tanpa ujung yang penuh misteri dan ketegangan.


Selain Chiwetel Ejiofor, film ini juga dibintangi Renate Reinsve, Finn Bennett, dan Lukita Maxwell yang merupakan aktris berdarah Indonesia-Amerika. Backrooms dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Juni 2026.


Menariknya, hampir setengah abad setelah diluncurkan ke luar angkasa, suara bahasa Indonesia dari The Golden Record masih terus terdengar oleh generasi baru. Bedanya, kali ini bukan dari misi antariksa, melainkan melalui sebuah film horor yang sedang ramai diperbincangkan.


Fenomena ini menunjukkan bagaimana arsip bersejarah dapat menemukan kehidupan baru di tempat yang tidak terduga. Dari wahana Voyager hingga lorong menyeramkan Backrooms, suara Indonesia ternyata masih terus bergema melintasi ruang dan waktu. Gimana menurut Oppal Gengs? Merinding atau malah bangga saat mendengar suara bahasa Indonesia muncul dalam film horor ini?