Pray For Sumatra
Rasanya makin lama makin berasa, perasaan ketika kita masih bisa tidur nyenyak, tapi saudara, keluarga, dan orang di luar sana masih berjuang menghadapi tragedi banjir di Sumatra.
BNPB terus memberikan kabar yang tidak ingin kita dengar, 753 jiwa meninggal, 650 jiwa hilang, dan 2.600 jiwa luka-luka (data per 3/12/2025). Lantas, apa yang sudah dilakukan negara?
Apa yang Sudah Dilakukan oleh Negara?
Pemerintah melakukan beberapa cara untuk Sumatra, mulai dari membuka beberapa akses jalan, bangun dapur umum, beri bantuan hingga hunian untuk korban bencana, hingga beri santunan Rp15 juta kepada warga yang tewas akibat bencana.
Menariknya, di tengah terjadinya bencana, tercetus kebijakan dari pemerintah untuk memasukkan mata pelajaran tentang pendidikan lingkungan ke dalam silabus. Sekilas, instruksi itu terdengar mulia, bukankah peduli lingkungan hidup itu harus diajarkan sejak dini?
Rakyat Diajarkan Cara Merawat Disaat Negara Mencontohkan Cara Membabat
Alih-alih mencari alasan kenapa banyak gelondongan kayu berseliweran saat banjir Sumatra, pemerintah mengeluarkan instruksi untuk meminta siswa belajar merawat alam sebagai respon banjir bandang.
Padahal, data dan alam sudah memperlihatkan, hutan di Sumatra nggak mungkin gundul karena anak SMP lupa menyiram tanaman. Mewajibkan kita untuk merawat alam disaat masifnya pembabatan hutan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab ialah bentuk gaslighting struktural, di luar nulur! ### Silabusnya Bukan Ngajarin Rawat Tanaman, Tapi Siapa Yang Menebang Pohon Kita?
Agaknya kita juga sepakat jika isi pelajarannya itu bukan tentang:
1. “Cara merawat pohon”
2. “Jangan buang sampah sana-sini”
Tapi harus mengajarkan:
1. “Gimana cara ciduk pelaku penebangan liar?
2. “Alasan kenapa hutan lindung beralih fungsi?”
3. “Siapa orang yang merusak hutan kita?”
4. “Emang sawit bisa gantikan fungsi hutan?”
Jangan Sampai Rakyat Kita Hanya Bisa Menanam Kemudian Berakhir Tenggelam
Kita tidak kekurangan orang baik yang peduli lingkungan, tapi kita kekurangan kebijakan yang bisa mencabut izin korporasi perusak hutan.
Semoga tragedi ini jadi suara bagi mereka untuk tidak menjadikan lahan kita hanya sebagai komoditas ekonomi tapi sebagai penyangga kehidupan. Pray for Sumatra🥀
Bayu Dewantara