Apa Itu Penyakit Rabies, Gejala, hingga Cara Mencegahnya

Pencinta kucing dan anjing, wajib baca!

155
Penyakit Rabies

Berita kematian seorang anak berusia 4 tahun karena tertular penyakit rabies di Nusa Tenggara Timur sempat ramai dibicarakan publik. Anak tersebut meninggal pada hari Senin, 8 Mei 2023, setelah digigit anjing di area wajah pada 24 April 2023.

Memang, beberapa daerah seperti Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal sebagai provinsi yang bebas rabies. Kabupaten Kulon Progo pun berstatus bebas rabies. Meski begitu, penyakit ini tetap berbahaya dan dapat mengancam kesehatan masyarakat. Yuk, cari tahu lebih dalam mengenai penyakit rabies lewat artikel berikut.

Apa Itu Rabies

Penyakit Rabies
Ilustrasi virus rabies/shutterstock

Rabies merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus rabies. Virus ini dikenal dengan karakternya yang menyerang sistem saraf pusat manusia dan hewan mamalia, termasuk anjing, kucing, dan kelelawar.

Penyakit rabies sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal kalau enggak ditindak atau diobati dengan cepat.

Penularan virus rabies

Virus rabies/verywellhealth.com

Penyakit rabies datang dari gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi virus rabies. Virus ini bisa masuk ke tubuh manusia lewat luka terbuka di kulit atau selaput lendir, seperti mulut atau mata. Biasanya, hewan yang terinfeksi virus rabies biasanya memiliki beberapa gejala, seperti agresif, gelisah, dan menghindari cahaya.

Gejala rabies

Penyakit Rabies
Ilustrasi gejala rabies/shutterstock

Seseorang yang terinfeksi virus rabies mungkine nggak langsung merasakan gejalanya. Sebab, masa inkubasi penyakit ini bervariasi, antara beberapa minggu hingga beberapa bulan. Tapi, saat gejala mulai muncul, penyakit ini cenderung berlangsung dengan cepat dan bisa berakibat fatal.

Biasanya, gejala awal rabies mirip dengan flu, termasuk demam, sakit kepala, kelelahan, dan mual. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, gejalanya berkembang menjadi lebih parah.

Seseorang mungkin bisa mengalami kejang, kesulitan menelan, kecemasan yang ekstrem, delirium, dan kebingungan mental. Selain itu, orang yang terinfeksi rabies juga bisa mengalami sensitivitas terhadap cahaya dan air (hidrofobia) yang parah.

Pengobatan rabies

Penyakit Rabies
Ilustrasi pengobatan virus rabies/shutterstock

Sampai saat ini belum ada pengobatan yang efektif untuk penyakit rabies. Maka dari itu, pencegahan adalah langkah terbaik yang bisa dilakukan. Apabila seseorang telah digigit oleh hewan yang dicurigai terinfeksi rabies, perawatan medis segera diperlukan.

Pencegahan rabies

Penyakit Rabies
Ilustrasi pencegahan rabies/shutterstock

Pencegahan terbaik untuk penyakit rabies adalah dengan melakukan vaksinasi. Vaksin rabies bisa diberikan kepada hewan peliharaan seperti anjing dan kucing, serta kepada manusia yang berisiko tinggi terpapar virus, seperti petugas kesehatan atau orang tinggal di daerah dengan prevalensi tinggi rabies.

Selain itu, menghindari kontak dengan hewan liar yang berpotensi terinfeksi rabies juga merupakan tindakan pencegahan yang penting untuk dilakukan. Apabila tergigit oleh hewan yang diduga terinfeksi rabies, segera mencuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit, lalu segera cari perawatan medis.

Untuk kasus gigitan hewan yang terinfeksi rabies, prosedur pengobatan yang disebut Protokol Milwaukee bisa diberikan untuk membantu mencegah perkembangan penyakit yang fatal. Prosedur ini meliputi vaksin rabies dan immunoglobulin rabies segera setelah tergigit.

Well, kesadaran akan penyakit rabies ini sangat penting, begitu juga dengan tindakan pencegahan yang tepat untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

Yuk, lebih hati-hati lagi terhadap hewan-hewan liar atau nggak dikenal di sekitar kita, ya, gengs!

TIRA
WRITTEN BY

TIRA

Fashion and sport enthusiast!