Beda Heat Stroke dan Heat Exhaustion, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Hati-hati sama cuaca yang terik di musim panas ini.

53
Heat Stroke dan Heat Exhaustion

Sebagian dari kita mungkin enggak nyaman dengan kondisi cuaca yang panas. Bahkan, kondisi cuaca panas yang terlalu ekstrem ini juga bisa menimbulkan beberapa penyakit atau masalah kesehatan.

“Penyakit akibat cuaca panas bisa sangat serius sehingga penting untuk mengenali gejalanya,” ucap dokter pengobatan darurat di Cleveland Clinic, Dr Thomas Waters, MD, seperti dilansir dari Kompas.com.

Heat stroke merupakan salah satu bentuk masalah kesehatan paling parah yang disebabkan akibat cuaca panas. Gejala utamanya dimulai dari kebingungan, perubahan kesehatan mental, dan suhu inti tubuh yang sangat tinggi di atas 40 derajat celsius.

Selain itu, ada juga heat exhaustion yang bisa membuat tubuh menjadi sangat panas. Walaupun ini enggak begitu berbahaya, tetapi bisa menyebabkan kram otot, sakit kepala, pusing, lemas, lemah, kelelahan, serta mual dan muntah.

Tapi, jangan khawatir, kondisi ini bisa dicegah, dan Waters menyarankan kita untuk mengenali gejalanya dan merespons dengan tepat.

Perbedaan heat stroke dan heat exhaustion

Heat Stroke dan Heat Exhaustion
Ilustrasi Heat Stroke dan Heat Exhaustion/shutterstock

Heat stroke dan heat exhaustion merupakan jenis masalah kesehatan yang berkaitan dengan cuaca panas.

“Keduanya berada dalam spektrum yang nggak terlalu serius hingga keadaan darurat yang signifikan dan mengancam jiwa,” ujar Waters.

Well, spektrum masalah kesehatan yang berhubungan dengan panas dari ringan ke barat antara lain:

  • Heat rash

Dikenal sebagai biang keringat, heat rash yang menyengat ini bisa muncul ketika kita kepanasan dan berkeringat. Munculnya ruam kemungkinan besar terjadi di area di mana keringat terperangkap, seperti di dalam siku dan di belakang lutut.

  • Heat cramp

Kondisi yang disebut juga dengan kram yang menyakitkan ini juga bisa terjadi saat kita berolahraga dalam cuaca panas.

Heat cramp terjadi saat kita berkeringat, sehingga tubuh jadi kehilangan garam dan cairan.

  • Heat exhaustion

Heat exhaustion ini lebih serius daripada heat rash dan heat cramp, dan terjadi ketika tubuh kita nggak bisa mendinginkan dirinya sendiri melalui keringat. Jika nggak segera diobati, kondisi ini bisa berkembang menjadi heat stroke.

  • Heat stroke

Penyakit yang terkadang disebut sunstroke ini adalah penyakit yang berhubungan dengan panas yang paling parah.

Selama heat stroke, suhu tubuh dapat naik dengan cepat ke tingkat yang berbahaya. Penderita heat stroke seringkali berhenti berkeringat.

“Mekanisme tubuh untuk mengatasi panas menjadi kewalahan. Tanpa pengobatan, bisa mematikan,” jelas Waters.

Salah satu cara untuk memahami tentang penyakit yang berhubungan dengan cuaca panas adalah dengan mengenali keringat sebagai cara tubuh mendinginkan diri.

Pada hari-hari yang panas dan lembab, mungkin berkeringat saja nggak cukup untuk memberikan pendinginan yang dibutuhkan tubuh. Ini terjadi kalau kita berolahraga atau melakukan pekerjaan fisik dalam cuaca yang panas dan lembab.

Heat exhaustion dan heat stroke sama-sama membuat suhu tubuh meningkat, dan kenaikan suhu itu juga sejalan dengan beberapa gejala lainnya.

Gejala yang harus diwaspadai

Heat Sroke dan Heat Exhaustion
Ilustrasi gejala Heat Sroke dan Heat Exhaustion/shutterstock

Masing-masing heat stroke dan heat exhaustion punya gejala yang mirip. Keduanya sama-sama berbahaya kalau nggak diobati. Berikut tanda-tanda dan gejalanya.

  • Heat stroke: suhu tubuh tinggi di atas 40 derajat celsius, kulit kering dan merah, ketidakmampuan untuk berkeringat, pusing atau pingsan, kejang, bicara cadel, halusinasi dan kondisi mental yang berubah, serta kebingungan, agresi atau agitasi.
  • Heat exhaustion: suhu tubuh tinggi antara 38,3 dan 40 derajat celsius, kulit pucat, kram otot, sakit kepala, pusing, kelemahan dan kelelahan, napas cepat dan jetak jantung meningkat, serta mual dan muntah.

Apabila kamu mengalami gejala-gejala tersebut, disarankan untuk menjauh dari sinar matahari, cobalah menurunkan suhu tubuh dan segera minta bantuan medis jika gejala-gejala tersebut terus memburuk.

Mengobati heat stroke dan heat exhaustion

Heat Stroke dan Heat Exhaustion
Ilustrasi Heat Stroke dan Heat Exhaustion/lloydpharmacy.com

Jika kita mengalami tanda-tanda heat exhaustion, keluarlah dari tempat dengan kondisi yang panas secepat mungkin. Jangan lupa juga minum air untuk menghidrasi kembali dan mulai ambil langkah-langkah untuk menurunkan suhu tubuh.

Merendam diri di dalam bak berisi air dingin juga bisa membantu menurunkan suhu tubuh dengan cepat.

“Untuk mendinginkan tubuh, tempelkan kompres es pada leher, ketiak, dan selangkangan,” kata Waters.

“Kita juga bisa memeras kain berisi air dingin ke tubuh untuk membantu mendinginkan diri,” ucapnya.

Jika tubuh kita terus merasa sakit, atau melihat tanda-tanda heat stroke terutama gejala neurologis (kebingungan, pusing, atau kikuk), segera kunjungi dokter untuk mengetahui adanya komplikasi, seperti kerusakan pada organ tubuh.

Tips-tips menghindari masalah kesehatan akibat cuaca panas

Heat Stroke dan Heat Exhaustion
Ilustrasi mengatasi Heat Stroke dan Heat Exhaustion/shutterstock

Heat exhaustion dan heat stroke nggak bisa dianggap remeh. Tapi, ada beberapa cara untuk tetap aman dari kondisi tersebut seperti:

  • Banyak minum
  • Hindari beraktivitas berat di cuaca panas
  • Bersantai dengan pergi ke tempat yang sejuk
  • Perhatikan gejalanya

Yup, itulah penjelasan mengenai heat stroke dan heat exhaustion beserta perbedaan dan cara mengatasinya. Semoga kita bisa terhindar dari segala kondisi yang bisa menimbulkan masalah pada kesehatan. Stay safe and healthy, guys!

TIRA
WRITTEN BY

TIRA

Fashion and sport enthusiast!