Timnas Indonesia akan menjalani laga paling penting dan bersejarah yang akan digelar di kandang skuad Garuda, Gelora Bung Karno, pada Senin (5/10/2026) pukul 20.00 dan akan menghadapi Thailand di babak final Piala AFF 2026. Turun dengan kekuatan penuh yang diperkuat oleh Mitchell Baker sebagai mesin gol, skuad Garuda tidak bisa memandang sebelah mata kesebelasan Thailand. Kekuatan kolektivitas tim Gajah Putih memiliki kedalaman yang luar biasa. Berikut ini sejumlah nama yang patut diwaspadai John Herdman cs.
Source: detik.com
4 Pemain yang Patut Diwaspadai Timnas Indonesia di Laga Final Menghadapi Thailand
1. Sarach Yooyen – Kapten dan Jantung Permainan
Sarach Yooyen, gelandang berusia 34 tahin yang juga membela klub Thailand, BG Pathum United, merupakan sosok pemain berpengalaman di skuad Thailand saat ini. Sebagai kapten kesebelasan, ia telah mengoleksi puluhan caps sejak debutnya pada 2013 dan hanya tinggal selangkah lagi menjadi salah satu pemain dengan 100 penampilan bersama Timnas Thailand. Perannya sangat penting karena ia menjadi jantung lini tengah permainan dan menjadi poros dalam menjalankan sirkulasi permainan Thailand. Golnya ke gawang Vietnam pada fase grup menjadi bukti bahwa kontribusinya menjadi krusial meski sudah tidak berada di usia yang muda lagi. Ia juga tercatat sebagai pemain paling sukses di sepanjang sejarah ASEAN Championship dan sekarang ini tengah mengincar gelar kelimanya bersama Thailand.
2. Chanathip Songkrasin – Legenda Hidup Sepak Bola Thailand
Source: Bola.com
Chanathip Songkrasin, nama yang sudah tidak asing lagi di telinga publik sepak bola Asia Tenggara, yang pernah memiliki julukan “Messinya Thailand”. Gelandang serang yang sudah berusia 32 tahun ini juga memperkuat klub yang sama dengan Sarach, yaitu BG Pathum United, dan sudah mengoleksi tiga gelar Piala AFF bersama Thailand. Dari enam kali pertemuan dengan Indonesia sepanjang kariernya, Chanatip telah mencatatkan empat kemenangan, satu imbang dan hanya kalah sekali. Ia juga tidak sabar untuk menguji kekuatan para pemain diaspora Garuda di babak final nanti. Pengalaman dan agresivitasnya menjadikannya ancaman nyata bagi lini pertahanan Indonesia.
3. Seksan Ratree – Gelandang Cerdik yang Masih Muda
Di usianya yang masih 23 tahun, Seksan Ratree menjadi pemain yang dipresentasikan sebagai regenerasi skuad Thailand yang cukup sukses. Gelanda Port FC ini berperan sebagai penghubung antara lini pertahanan dan serangan, sekaligus kerap disebutkan sebagai calon pengganti jangka panjang Chanatip di masa depan. Mobilitas dan visi bermainnya harus diwaspadai oleh Joey Pelupessy dan skuad Garuda cs di lini tengah. Mereka perlu melakukan penjagaan ekstra dalam mengantisipasi aliran bola Thailand yang bisa mengancam area pertahanan Indonesia.
4. Teerasak Poeiphimai – Ujung Tombak Paling Tajam
Di lini depan Thailand terdapat juga pemain yang harus diwaspadai, yaitu Teerasak Poeiphimai yang bisa menjadi ancaman darurat bagi lini pertahanan Timnas Indonesia. Penyerang 24 tahun ini juga membela Port FC dan sudah terbukti ketajamannya dengan menunjukkan performa impresifnya sepanjang fase grup dan menjadi satu-satunya pemain Thailand yang mencetak lebih dari satu gol di musim ini. Mobilitas di area pertahanan lawan serta ketenangannya saat menerima bola rebound perlu diantisipasi oleh Rizki Rdidho cs.
Baca juga: Statistik dan Fakta Menarik Jelang Final Indonesia vs Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026
Kekuatan Kolektif, Bukan Sekadar Individu
Pelatih Thailand, Anthony Hudson, menyebutkan bahwa timnya tidak memiliki ketergantungan pada satu pemain bintang saja. Selama fase grup, distribusi gol skuad Thailand cukup merata, dengan kontribusi dari nama-nama seperti Chaiyaphon Otton, Iklas Sanron, dan Jude Soonsup-Bell selain empat nama di atas. Dengan ini, mereka menandakan bahwa mereka memiliki kekuatan skuad yang merata dan berbeda dengan Indonesia, yang mengandalkan produktivitas gol dari satu pemain, Mitchell Baker.
Faktor sejarah pertemuan juga menjadi modal berharga bagi Thailand. Dari 10 pertemuan terakhir kedua tim, Thailand unggul dengan lima kemenangan, Indonesia dua kemenangan, dan tiga laga berakhir imbang. Bahkan, pertemuan terakhir di final Piala AFF 2020 dimenangkan Thailand dengan agregat telak 6-2.
Dengan rekam jejak ini, Timnas Indonesia harus menunjukkan penampilan yang disiplin sejak menit awal dan lebih mewaspadai setiap pergerakan dari skuad Thailand. Kombinasi apik Sarach Yooyen dan Chanathip Songkrasin di lini tengah, dipadukan dengan ketajaman muda Seksan Ratree dan Teerasak Poeiphimai, menjadikan Thailand lawan yang jauh dari kata mudah di partai puncak edisi perdana FIFA ASEAN Cup ini.
Muhammad Ichsan