Shoegaze dikenal lewat suara gitar yang penuh distorsi, vokal yang lembut, dan nuansa dreamy yang bikin pendengarnya mudah hanyut. Meski identik dengan skena musik luar negeri, genre ini juga punya tempat tersendiri di Indonesia.
Sejumlah band lokal hadir dengan karakter shoegaze, dari yang dreamy dan mellow sampai yang lebih noisy dan eksperimental. Buat kamu yang ingin mulai kenal shoegaze Indonesia, berikut beberapa band yang wajib masuk playlist.
Baca juga: Suka Kerja Sambil Dengerin Musik? Bisa Jadi Kamu Punya 7 Karakter Ini
1. Themilo
Siapa sih yang nggak kenal Themilo? Band indie rock asal Bandung ini sudah cukup lama wara-wiri di skena musik Indonesia, khususnya lewat warna shoegaze dan dream pop yang mereka bawa sejak awal 2000-an.
Dengung gitar yang tebal, melodi yang dreamy, dan lirik-lirik melankolis jadi bagian yang bikin musik Themilo gampang dikenali. Nggak heran kalau nama mereka sering disandingkan dengan deretan band shoegaze legendaris seperti My Bloody Valentine, Cocteau Twins, Slowdive, dan Ride.
2. Sunlotus
Source: Instagram.com/madzkal_
Dari Blora, Jawa Tengah, ada Sunlotus yang membawa warna shoegaze lewat melodi yang mengawang dan distorsi gitar yang tebal. Pengaruh dari band-band seperti My Bloody Valentine dan Slowdive juga cukup terasa dalam musik Sunlotus.
Debut album mereka, This Old House, yang dirilis pada 2019, langsung menarik perhatian dan memperkenalkan karakter musik mereka ke pendengar yang lebih luas. Buat yang suka shoegaze dengan gitar yang padat dan atmosfer yang dreamy, wajib dengerin Sunlotus, ya!
3. Fleuro
Rekomendasi band Indonesia aliran shoegaze selanjutnya ada Fleuro, band asal Surabaya yang membawa warna shoegaze lewat gitar yang fuzzy dan penuh reverb.
Nggak cuma dikenal di skena lokal, Fleuro juga berhasil menarik perhatian pendengar shoegaze di luar negeri. Mereka bahkan merilis Hollow / Buried pada 2023 bersama Outtasight Records dan Swirl Records dari Australia.
Musiknya sendiri terasa cukup emosional, terutama lewat perpaduan lirik dan atmosfer yang dekat dengan berbagai keresahan pendengarnya.
4. Heals
Dari Bandung, ada Heals yang mulai terbentuk pada 2013. Musik mereka bergerak di antara shoegaze, nu gaze, sampai alternative modern, dengan distorsi tebal, lapisan gitar yang padat, dan melodi yang tetap terasa kuat.
Perjalanan Heals dimulai lewat album debut Spectrum pada 2017. Sejak saat itu, mereka terus bereksperimen dengan sound yang lebih luas tanpa kehilangan karakter khasnya. Nggak heran kalau nama Heals cukup lekat dengan skena musik independen Bandung.
5. Enola
Kalau suka shoegaze yang lebih gelap dan noisy, yuk, kenalan dengan Enola! Trio asal Surabaya yang terbentuk pada 2019 ini punya sound khas lewat gitar penuh reverb, bass yang menggema, tempo lambat, dan vokal introspektif.
Perjalanan mereka dimulai lewat Demo MMXX pada 2020, sebelum lanjut merilis mini album Does Anyone Else bersama Greedy Dust Records. Musik Enola terasa emosional dan cukup relate buat kamu yang lagi ingin tenggelam dalam suasana.
6. Bedchamber
Nama Bedchamber mungkin sudah nggak asing buat Oppal Gengs yang sering nyelam ke skena musik independen Jakarta. Terbentuk sejak 2013, band ini punya warna yang manis lewat perpaduan indie pop, dream pop, jangle pop, hingga sedikit sentuhan shoegaze.
Lagu seperti “Out of the Line”, “Perennial”, dan “Ride” jadi beberapa karya yang cukup dikenal dari mereka. Sound-nya ringan, dreamy, dan punya vibe yang pas banget buat didengerin sambil jalan, ngopi, atau sekadar bengong.
7. Milledenials
Instagram.com/milledenials
Terakhir, ada Milledenials dari Denpasar yang terbentuk pada 2020. Band ini membawa warna emogaze lewat perpaduan emo, shoegaze, indie rock, dan dream pop yang terasa dreamy sekaligus emosional.
5 Stages of Doomed Romance yang dirilis pada 2021 jadi salah satu karya yang memperkenalkan warna musik mereka di skena independen Indonesia. Lewat lirik yang banyak menyentuh soal keresahan, pencarian diri, dan kehidupan di era digital, Milledenials punya cara sendiri untuk bikin musik yang terasa dekat dan relate.
Baca juga: Ternyata Metalhead adalah Orang Paling Bahagia di Antara Penggemar Musik Lain
Itu dia beberapa band Indonesia yang bisa Oppal Gengs dengarkan kalau lagi ingin menjelajahi musik shoegaze lokal. Dari gitar yang dreamy sampai distorsi yang berisik tapi justru bikin nagih, tiap band punya cara sendiri buat membawa warna shoegaze ke musik mereka.
Khopida Rahma