Hyrox adalah kompetisi olahraga yang gabungin lari dan delapan pos latihan fungsional
Ajang Hyrox baru saja digelar di Indonesia Juni lalu dan diikuti ribuan peserta termasuk beberapa selebritas
Ada empat kategori yang bisa dipilih sesuai level kemampuan
Sistem wave start bikin olahraga ini inklusif buat pemula sampai atlet elite
Para sport enthusiast lagi rame banget ngobrolin soal Hyrox belakangan ini. Apalagi ada ajang Hyrox yang digelar di Indonesia dan langsung bikin heboh linimasa, mulai dari peserta biasa sampai selebritas ikut nyemplung nyobain tantangannya. Kompetisi kebugaran yang awalnya cuma tren di Eropa ini sekarang makin digandrungi anak muda Indonesia. Penasaran lebih lengkapnya kayak apa? Cus, ini dia tujuh faktanya.
1. Awalnya Cuma Tren di Jerman, Sekarang Dunia
Sebelum kita bahas lebih jauh, sebenarnya Hyrox itu apa sih? Oke, Hyrox adalah olahraga full body yang pertama kali dibikin sama Christian Toetzke dan Moritz Furste di Hamburg, Jerman, tahun 2017. Format lombanya unik banget, peserta harus lari sejauh satu kilometer, terus nyelesain satu pos latihan, lalu lari lagi satu kilometer ke pos berikutnya. Pola ini diulang sampai delapan kali sampai garis finis. Karena formatnya sama persis di seluruh dunia, peserta bisa saling dibandingkan lewat peringkat global dan berkesempatan lanjut ke kejuaraan dunia tiap akhir musim.
2. Ajang Hyrox di Indonesia Sukses Bikin Heboh
Juni lalu, ajang Hyrox digelar di Indonesia selama dua hari berturut-turut. Acara ini sukses menarik perhatian publik, apalagi beberapa selebritas ikut turun langsung ke lintasan, sebut aja Luna Maya, Marianne Rumantir, Ibnu Jamil bareng Ririn Ekawati, Gisella Anastasia, Andrea Dian, Rima Melati, Melaney Ricardo, sampai Melanie Putria.
3. Sudah Merambah Puluhan Kota di Berbagai Negara
Sejak diperkenalkan tahun 2017, Hyrox berkembang pesat dan kini sudah digelar di lebih dari 30 kota di sedikitnya 11 negara. Bahkan pada musim kompetisi 2022/2023 aja, lebih dari 90.000 atlet tercatat ikut serta di berbagai belahan dunia. Gak heran kalau tren ini akhirnya nyampe juga ke Indonesia dan langsung disambut antusias.
Baca juga: HYROX Makin Populer di Jakarta, Ini Rekomendasi Tempat Latihan dan Manfaatnya untuk Pemula
4. Butuh Persiapan Serius, Gak Bisa Asal Nyoba
Sebelum ikutan Hyrox Indonesia, kamu disarankan latihan trainer selama hampir dua bulan biar gak collapse pas hari-H, mengingat Hyrox emang olahraga intensitas tinggi yang gak bisa asal coba tanpa persiapan.
5. Delapan Pos Tantangan yang Bikin Napas Ngos-ngosan
Setiap peserta wajib ngelewatin delapan pos ini. Pertama, SkiErg 1000 meter buat latih lengan, bahu, dan core. Kedua, Sled Push 50 meter yang fokus ke kekuatan tubuh bawah. Ketiga, Sled Pull 50 meter yang ngandelin otot bokong, punggung, dan bisep. Keempat, Burpee Broad Jump sejauh 80 meter.
Lanjut ke pos kelima, Rowing 1000 meter pakai mesin ergometer. Keenam, Farmers Carry 200 meter sambil bawa beban di kedua tangan. Ketujuh, Sandbag Lunges 100 meter dengan beban 10 sampai 30 kilogram tergantung kategori. Terakhir, peserta harus nyelesain 100 repetisi Wall Balls sebelum boleh nyampe garis finis.
6. Ada Empat Kategori, Jadi Semua Level Bisa Ikutan
Hyrox nyediain empat kategori biar semua orang bisa nyobain sesuai kemampuan. Kategori Open cocok buat yang baru mau nantang diri sendiri. Kategori Pro pakai beban lebih berat, khusus buat yang udah berpengalaman. Kalau mau bareng pasangan, ada kategori Doubles yang bisa dibagi tugas antar dua peserta. Sementara kategori Relay Teams didesain buat tim isi empat orang yang gantian lari dan ngerjain pos latihan.
Baca juga: Rekomendasi Sepatu Gunung Lokal untuk Pemula, Cocok di Berbagai Medan
7. Konsepnya Inklusif, Makanya Cepet Ngetren
Salah satu daya tarik utama Hyrox adalah konsepnya yang inklusif. Gak ada syarat kualifikasi khusus buat ikutan, dan gak ada cut-off time yang bikin peserta pemula takut gak kekejar waktu. Penyelenggara juga pakai sistem wave start tiap sekitar 10 menit sesuai kategori, jadi atlet elite yang bisa finish di bawah satu jam dan peserta biasa yang butuh sampai tiga jam bisa tetap nyampe garis finis di waktu yang hampir bareng.
Kombinasi kompetisi, kebugaran, dan komunitas inilah yang bikin olahraga Hyrox makin diminati, bukan cuma di luar negeri, tapi juga di kalangan anak muda Indonesia sekarang.Gimana, udah kebayang serunya? So, tertarik buat ikut Hyrox juga?
Naufal Mamduh