Adidas dan Puma Manfaatkan Tren Mode Sepak Bola

  • Muhammad Gustirha Yunas

Sepak bola kini tak lagi hanya berbicara soal pertandingan, skor, atau rivalitas klub. Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga paling populer di dunia ini perlahan bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup dan identitas fashion global. Jersey tak lagi eksklusif dipakai di stadion, tetapi hadir di panggung mode, media sosial, hingga acara bergengsi seperti fashion week. Fenomena ini semakin menguat setelah meningkatnya sorotan terhadap sepak bola wanita serta keterlibatan figur publik dan selebritas yang menjadikan atribut sepak bola sebagai bagian dari gaya personal mereka.

Melihat perubahan ini, merek-merek olahraga besar seperti Adidas dan Puma membaca peluang baru yang jauh melampaui fungsi performa di lapangan. Mereka mulai memposisikan produk sepak bola sebagai item fashion yang relevan untuk keseharian, khususnya bagi generasi muda dan konsumen perempuan. Momentum ini membuka babak baru bagi industri olahraga dan fashion, di mana budaya sepak bola, kreativitas desain, serta strategi kolaborasi lintas industri saling bertemu untuk menciptakan pasar yang lebih luas dan beragam.

Sepak Bola × Fashion

·        Momen ini bukan hanya soal permainan di lapangan, tetapi juga bagaimana sepak bola mulai merambah dunia fashion. Misalnya, selebritas seperti Kim Kardashian terlihat hadir di pertandingan dan memakai jersey sepak bola sebagai bagian dari penampilannya.

·        Klub-klub juga mulai melihat peluang baru dalam penjualan merchandise yang lebih menarik dan luas jangkauannya. Salah satu tim di Liga Inggris bahkan merekrut creative director untuk memperluas lini pakaian mereka.

Permintaan Produk Sepak Bola untuk Wanita

·        Turnamen Women’s World Cup menunjukkan ada permintaan besar atas produk sepak bola yang dirancang khusus atau lebih menarik bagi wanita. Bahkan beberapa perusahaan seperti Nike mendapat kritik karena tidak menyediakan versi replika jersey tertentu untuk pemain wanita.

Respons Industri Fashion

·        Klub-klub berbeda mencoba pendekatan kreatif untuk menjual jersey sebagai bagian dari gaya hidup, bukan hanya untuk fan sejati. Contohnya, klub Yunani Athens Kallithea memotret kaus seragam mereka sebagai bagian dari outfit kasual.

·        Beberapa model dan influencer bahkan memakai jersey sepak bola dalam konteks fashion di acara seperti Paris Fashion Week.

Strategi Adidas dan Puma

·        Adidas meluncurkan koleksi pakaian yang bukan untuk dipakai saat bermain sepak bola (off-pitch), tapi tetap terkait dengan budaya sepak bola untuk fans dan fashion lovers.

·        Puma selain menguatkan desain jersey dan pakaian, juga bekerja sama dengan artis ternama, seperti kolaborasi dengan brand Fenty milik Rihanna menghasilkan sepatu yang terinspirasi dari sepatu sepak bola cleats, dan langsung ludes terjual saat diluncurkan.

·        Puma secara khusus memiliki pangsa pasar wanita yang lebih besar dibanding merek lain, berkat kerjasama sebelumnya dengan Rihanna yang meningkatkan kredibilitasnya di kalangan konsumen wanita.

Mode dan Sepak Bola Berkorelasi

·        Perusahaan-mode tinggi juga mulai masuk: label Prada bekerjasama dengan Adidas untuk merilis sepatu sepak bola edisi spesial dengan harga premium.

·        Beberapa klub lain di Liga Inggris mempertimbangkan merekrut creative director agar hubungan antara klub dan brand sponsor dapat lebih kreatif dan menguntungkan.

Risiko Perubahan

·        Meski ada peluang besar, klub kecil yang mencoba strategi ini memperingatkan bahwa ekspansi ke produk fashion bisa menimbulkan ketegangan dengan fans tradisional. Menjaga keseimbangan antara budaya asli klub dan aspirasi fashion adalah tantangan tersendiri.