Para perwakilan delegasi Indonesia menutup International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 dengan meraih total 61 medali: enam emas, 27 perak, dan 28 perunggu. Olimpiade ini diikuti oleh siswa-siswa dari sekolah dasar dan berlangsung pada 2–7 Oktober 2026, mempertemukan 404 peserta dari 23 negara, dan diselenggarakan di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat. Berikut kiprah anak-anak Indonesia selama di ajang tersebut, lengkap dengan daftar peraih medalinya.
Source: Tagar.co
Momen "Pulang ke Rumah"
Penyelenggaraan event yang digelar tahun ini menjadi terasa spesial karena IMSO untuk pertama kalinya digelar di Jakarta pada tahun 2004. Ketua Umum IMSO, Raden Ridwan Hasan Saputra, menyebut edisi ke-23 sebagai momen "pulang ke rumah". Acara dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, pada Sabtu (3/10/2026) di PPSDM Kemendikdasmen, Depok. Penyelenggaraan lokaknya adalah Klinik Pendidikan MIPA (KPM) bersama Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, dengan dukungan Kemendikdasmen.
63 Wakil Terbaik Indonesia
Indonesia mengirimkan 63 wakil peserta yang terdiri dari 2 siswa matematika dan 31 siswa sains. Para peserta ini diseleksi melalui jalur peraih medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan seleksi mandiri tiga tahap dari KPM. Sembilan di antaranya berasal dari SD Muhammadiyah
Para peserta menjalani tes teori I dan II, eksplorasi matematika, serta eksperimen sains. Rangkaian tes ini bertujuan menguji kemampuan bernalar, memecahkan masalah, dan menerapkan pengetahuan lewat percobaan. Penghargaan individu terbaik di setiap kategori banyak diborong oleh peserta yang berasal dari Singapura, sementara Bangladesh, Filipina, dan Vietnam juga mendapat bagian.
Target: Kejar Jumlah Emas
Sebelum kompetisi ini dimulai, Ridwan menegaskan bahwa target tim delegasi Indonesia adalah raihan medali. "Kami tidak berfokus pada peringkat umum," ujarnya. Tahun lalu, Indonesia pulang dengan mengumpulkan sekitar tiga medali emas dari matematika dan sains, jadi target tahun ini adalah menambah jumlah medali emas untuk bisa lebih baik daripada perolehan sebelumnya. Pada edisi ke-22 di Malaysia, tim Indonesia mengoleksi total 22 medali secara keseluruhan.
Hasil Akhir: Medali Terbanyak, Peringkat Tiga Emas
Hasil yang didapat akhirnya bisa melampaui target yang dipatok. Enam emas yang berhasil diperoleh berarti dua kali lipat dari raihan tiga emas pada tahun lalu. Dalam rekapan per negara, Indonesia berhasil finis di posisi ketiga untuk jumlah emas, di belakang Singapura (18) dan Vietnam (11). Namun, untuk total medali, Indonesia unggul jauh karena Singapura, Vietnam, dan Thailand masing-masing mengantongi 24. Secara keseluruhan, kompetisi ini membagikan 262 medali (44 emas, 87 perak, 131 perunggu), sehingga sekitar 23 persennya dibawa pulang ke Indonesia.
Presentasi STEM dan Malam Budaya
Di luar perlombaan ini, Indonesia menempati peringkat kelima dalam presentasi STEM, berada di bawah Hong Kong, Maroko, Thailand dan Vietnam. Para delegasi juga ikut tergabung dalam budaya dan pertukaran cendera mata. Panitia membagikan enam penghargaan, antara lain People's Choice untuk Filipina, Best Costume untuk Mongolia, dan Friendship untuk Bangladesh.
Baca juga: Rayakan 10 Tahun di JIExpo, Indonesia Comic Con Jadi Panggung Ekonomi Kreatif Akhir Pekan
Penutupan dan Pesan untuk Para Peserta
Penutupan acara tersebut berlangsung pada Selasa malam (6/10/2026) di PPSDM Depok. Staf Khusus Mendikdasmen, Didik Suhardi, menyatakan kesiapan Indonesia untuk kembali menjadi tuan rumah jika belum ada negara lain yang bersedia dan berharap sampai jumpa di IMSO 2027. Ridwan menyampaikan pesan kepada seluruh peserta: "Kalian semua adalah juara sejati!" Menurutnya, keberanian, ketekunan, dan persahabatan yang terjalin lebih berharga daripada medali apa pun.
Daftar Siswa Indonesia Peraih Medali
Berikut ini merupakan daftar siswa Indonesia yang berhasil meraih medali:
Medali Emas – Matematika
Aiden Gracio
Marvell Evodiaz Jaya
Edward Raymond Saputra
Caleb Elias Dharmawirya
Medali Emas – Sains
Laudya Senja Madinah Alisjahbana
Muhammad Zayno Kastara
Medali Perak – Matematika
Ethan Mark Jusuf
Syahdan Ali Prayitno
Alvaro Allinson Kristanto
Raees Balapati Pradana
Aydin Azzam Ahyastara
Patrick Alvaro Tjoa
Jefferson Aldrich Wijaya
Rayhan Satya Mahendra
Alfarizi Ferdifiansyah
Morgan Joe Tanoto
Charles Delano
Timothy William Susyanto The
Azfar Hamizan Syafiq Saqiri
Medali Perak – Sains
Kaysalula Syabna Faezya
Muhammad Al Fatih Idris Atmaputera
Mohamad Ayman Emeriza
Benedictus Gerardo Tristan Arjuna
Ammar Syafiq Asyrofi Yusa
Kenzie Arkha Al Aushaf Sofian
Umar Ruwaifi Abdurrahman Saiid
Kaindra Nadira Saidtama
Afiqah Rania Putri Meridianto
Zaheer Ibrahim Althaf
Muhammad Fathan Mubiina Ibnu Faridza
Rayden Veyrenzo
Farla Shidqia Ghani
Medali Perunggu – Matematika
Timothy Matthew Wijaya
I Made Wiradhika Pradnyana
Mikhail Godwin Yap
Arissa Rifaya Khairunnisa
Attharizz Mibras Dirgham Andioko
Luthfan Maulana
Arjuna Rhein Treezee
Agha Al Kahfi Pribadi
Baginda Lasmadigagas Pranggono
Santavaida Ekabelia Franjaya
Made Danendra Pranata
Fiorenzo Soni
Salsabila Putri Sari
Bruce Abner Wiriyanto
Medali Perunggu – Sains
Said Ahmad Haposan Tanjung
Danisha Alfarizqiani Azkadinata
Ghazwan Al Hussary Pasaribu
Prishana Kamila Ilham
Maulana Sultan Nurzaqi
Al Fatih Faaz Dewangkoro
Hanif Dzihan Arkan
Rafif Gibran Nasution
Alqawarira Zukhrufa Qolbi
Kaira Anindita Ramadhani
Fatih Arrasyid Arfa Rahman
Alliasyadia Ramadhani
Dhabitah Safinatun Najah
Tsurayya Ayoedya Nurmagupita
Muhammad Ichsan