PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat menangani insiden tenggelamnya KMP Batumandi di perairan sekitar Pelabuhan Merak pada Rabu (21/10/2026) malam. Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari pengamanan lokasi hingga persiapan evakuasi kapal, demi menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas pelayaran.
Setelah insiden terjadi, ASDP langsung berkoordinasi dengan berbagai instansi berwenang dan pihak terkait untuk memastikan proses penanganan berjalan terarah. Fokus utamanya adalah meminimalkan risiko di sekitar lokasi kejadian sekaligus mempersiapkan penanganan kapal ke tahap berikutnya.
Direktur Utama ASDP, Bapak Heru Widodo, menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara terkoordinasi dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan pelayaran.

ASDP Pasang Pelampung Penanda di Lokasi Kapal Tenggelam
Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah memasang buoy atau pelampung penanda di sekitar lokasi KMP Batumandi yang tenggelam. Pemasangan ini dilakukan pada Rabu sore untuk membantu menandai posisi kapal sekaligus meminimalkan potensi risiko bagi kapal lain yang melintas di area tersebut.
Baca juga: Ada “Harta Karun” di Bawah Tanah Jakarta, Proyek MRT Fase 2A Amankan 4 Ribu Artefak Kuno!
Selain itu, ASDP juga melakukan pemasangan oil boom, yaitu peralatan khusus yang berfungsi membatasi penyebaran minyak di permukaan air. Langkah ini menjadi bagian dari penanganan dampak insiden agar potensi pencemaran di sekitar lokasi dapat dikendalikan.
Kedua upaya tersebut menjadi bagian penting dalam pengamanan area sebelum proses penanganan kapal dilanjutkan.
Tim Salvage Disiapkan untuk Tangani KMP Batumandi

ASDP juga mempersiapkan operasi salvage atau upaya teknis untuk menangani dan mengangkat kapal yang tenggelam. Tim salvage dijadwalkan tiba di Merak pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB untuk mendukung persiapan teknis.
Dalam prosesnya, KMP Batumandi akan diupayakan kembali ke posisi normal sebelum dipindahkan ke galangan kapal. Namun, tahapan tersebut perlu mempertimbangkan kondisi kapal, karakteristik perairan, serta aspek keselamatan dan keamanan di sekitar lokasi.
Artinya, penanganan kapal tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Setiap langkah membutuhkan perhitungan teknis dan koordinasi agar prosesnya berjalan aman.
ASDP Utamakan Keselamatan dan Kelancaran Pelayaran

Heru Widodo menyampaikan bahwa penanganan pascainsiden membutuhkan perencanaan matang dan koordinasi erat dengan seluruh pihak terkait. ASDP pun terus memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh tahapan berjalan secara bertanggung jawab, dengan keselamatan dan keamanan sebagai pertimbangan utama,” ujar Heru.
ASDP memastikan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan akan terus diperkuat hingga proses penanganan dan pemindahan KMP Batumandi ke galangan kapal dapat dilaksanakan.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menangani dampak insiden sekaligus mendukung keselamatan dan kelancaran operasional penyeberangan di Pelabuhan Merak.
ASDP memastikan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan akan terus diperkuat hingga proses penanganan dan pemindahan KMP Batumandi ke galangan kapal dapat dilaksanakan, ASDP juga menghimbau kepada Para Pengguna Jasa untuk selalu mempersiapkan tiket sebelum tiba di Pelabuhan melalui pembelian resmi di ferizy.com dan pastikan seluruh data penumpang tercatat dengan baik guna kebutuhan jaminan asuransi.
Bayu Dewantara