Spanduk raksasa kembali dilayangkan dan menjadi alat protes untuk menyuarakan keresahan bagi masyarakat di tempat publik. Pada Selasa (20/10/2026), para aktivis Greenpeace Indonesia memanjat Monumen Selamat Datang di Bundaran HI, Jakarta, lalu membentangkan spanduk. Aksi serupa terjadi di banyak negara dengan isu dan risiko yang berbeda.
Source: Kompas.com
1. Indonesia: Krisis Iklim dan Biaya Hidup
Aksi ini sekaligus bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Terdapat beberapa pesan yang terlihat di spanduk yang dibentangkan, salah satunya bertuliskan "Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup". Spanduk kedua mempertanyakan kinerja pemerintah di tengah bencana yang makin parah dan hidup yang makin sulit. Greenpeace juga menyindir klaim pertumbuhan ekonomi 5,45 persen. Tidak lama setelah itu, spanduk tersebut harus diturunkan oleh petugas pada pagi hari. Gubernur Pramono Anung menghargai aksi tersebut sebagai bagian dari demokrasi, tetapi mengingatkan agar tidak mengganggu ketertiban.
2. Prancis: Rompi Kuning di Patung Marianne
Source: CNBC Indonesia
Belum lama ini terjadi protes besar-besaran di Prancis pada Sabtu (17/10/2026). Ratusan ribu orang turun ke jalan. Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez memperkirakan sekitar 550.000 peserta, sedangkan serikat buruh CGT menyebut 800.000. Mereka melakukan protes mengenai isu mahalnya biaya hidup, buruknya layanan publik, dan kondisi sekolah, setelah pelajar memblokade sekolah sejak September. Di Place de la République, Paris, demonstran memanjat monumen dan memakaikan rompi kuning raksasa pada patung Marianne, simbol Republik Prancis. Rompi itu mengacu pada gerakan Rompi Kuning (2018-2020). Tulisan di depannya tertulis pesan polisi melukai pelajar SMA pada 2026, sedangkan di belakangnya menyinggung pembantaian warga Aljazair oleh polisi pada 1961. Aksi berujung ricuh dengan sedikitnya 1.200 orang ditangkap.
3. Thailand: Kritik terhadap IMF dan Bank Dunia
Selain itu di Thailand pada 15 Oktober 2026, demonstrasi yang terjadi di Bangkok juga memanfaatkan spanduk dengan memasangnya di jembatan penyeberangan dekat lokasi pertemuan IMF dan Bank Dunia sebagai bentuk protes. Para demonstran menilai kedua lembaga tersebut melakukan kebijakan yang mendukung sebuah proyek dan merugikan komunitas. Polisi menghentikan aksi tersebut. Perwakilan hukum kelompok itu, Pranom Somwong, menyebut tindakan polisi melanggar kebebasan berekspresi dalam konstitusi.
4. Amerika Serikat: Pesan Perdamaian di Puncak Empire State
Pada 1 Juli 2026, dua orang memanjat antena Empire State Building di New York dan membentangkan spanduk tentang "kekuatan cinta". Pesannya: dunia baru damai ketika cinta mengalahkan hasrat akan kekuasaan. Keduanya ditangkap setelah turun, menurut AP.
5. Italia: Pajak untuk Miliarder
Source: Kompas
Aksi yang dilakukan di Italia ini dipelopori oleh Greenpeace dan kelompok Everyone Hates Elon membentangkan spanduk bergambar wajah Jeff Bezos di Piazza San Marco, Venesia, beberapa hari sebelum pernikahannya. Pesannya: jika mampu menyewa Venesia, seharusnya mampu membayar pajak lebih besar. Ini terjadi pada Juni 2025.
6. China: Seruan Kebebasan di Jembatan Sitong
Terakhir di China, salah satu aksi paling berisiko terjadi di Beijing pada 13 Oktober 2022. Seorang pria yang diduga Peng Lifa memasang dua spanduk di Jembatan Sitong, tiga hari sebelum Kongres Partai Komunis ke-20 berlangsung. Spanduk itu menolak tes PCR dan lockdown ketat, menuntut kebebasan, martabat, dan pemilu, serta menyerukan pelengseran Xi Jinping. Ia ditangkap, jejak aksinya disensor, dan menurut Radio Free Asia, keberadaannya tidak jelas setahun kemudian.
Satu Alat, dengan Berbagai Macam Risiko
Dari isu iklim hingga demokrasi, spanduk dipilih karena lebih mudah terlihat dan cepat menyebar. Namun, respons terhadap gerakan ini sangat berbeda, dari imbauan menjaga ketertiban di Jakarta, pencegahan di Bangkok, hingga penahanan di China.
Muhammad Ichsan