Dari Ubi Ungu Jadi Tren Minuman Kekinian, Kenapa Ube Matcha Mendadak Digemari?

  • Arifina Cahyanti Firdausi

Ube Matcha mendadak mencuri perhatian pecinta minuman kekinian. Bahkan, kini salah satu menu unik ini disebut-sebut bakal menjadi pesaing matcha latte nih!


Seperti yang kita ketahui, beberapa tahun terakhir matcha identik banget dengan minuman kekinian yang digemari anak muda. Ibaratnya sih, belum bisa tenang kalau belum minum berwarna kehijauan ini!


Nah, kini kemunculan ube matcha apakah mulai memikat hati pecinta minuman kekinian? Apalagi menu yang satu ini hadir dengan perpaduan warna hijau dan tambahan ungu yang begitu menarik.


Tak ayal, ube matcha kini menjadi salah satu menu favorit di berbagai kafe dan mulai ikut meramaikan tren. Perpaduan ube atau ubi ungu khas Filipina dengan matcha menghasilkan minuman dengan tampilan ungu-hijau yang cantik sekaligus menawarkan perpaduan rasa manis, creamy, earthy, dan sedikit pahit.


Di media sosial, khususnya TikTok dan Instagram, minuman ini semakin sering muncul sebagai bagian dari tren cafe hopping. Di Indonesia sendiri, sejumlah kafe sudah mulai menghadirkan menu ube matcha latte dengan berbagai kreasi.


Tak jarang, banyak juga content creator yang mulai membagikan untuk membuat kreasi minuman kekinian tersebut dengan berbagai toping lezat lho!


Apa Itu Ube Matcha?

Photo: mochimommy.com


Sederhananya, ube matcha adalah minuman yang menggabungkan ube dengan matcha. Penyajiannya biasanya dikreasikan dengan susu atau milk alternative.

Ube merupakan jenis ubi ungu atau purple yam yang dikenal dengan nama ilmiah Dioscorea alata dan memiliki akar kuat dalam kuliner Filipina. Warna ungunya memang berasal dari pigmen alami bernama anthocyanin.

Dalam kuliner Filipina, ube sudah lama digunakan untuk berbagai hidangan seperti ube halaya, es krim, kue, dan dessert lainnya. Jadi, meskipun baru viral di berbagai kafe, bahan utamanya sebenarnya bukan sesuatu yang baru.

Dari segi rasa, ube cenderung manis, creamy, sedikit nutty, dan sering memiliki aroma yang mengingatkan pada vanila. Cita rasa inilah yang kemudian digabungkan dengan matcha yang punya rasa earthy, umami, dan sedikit pahit.

Hasilnya? Rasa pahit matcha menjadi lebih lembut karena ada perpaduan rasa manis dan creamy ube.

Baca juga: Bukan Matcha, Ternyata Ini Minuman Favorit Gen Z dan Milenial, Kok Bisa?

Kenapa Ube Matcha Mendadak Digemari?


Ada beberapa alasan yang membuat ube matcha cepat mencuri perhatian pecinta minuman kekinian. Salah satunya, tentu karena tampilannya yang menarik dan menggugah selera.


Kombinasi warna ungu dan hijau membuat minuman ini terlihat sangat eye catching. Apalagi ketika dibuat dalam beberapa layer, warna ungu dari ube, putih dari susu, dan hijau dari matcha bisa terlihat jelas di dalam gelas.


Di era serba digital ini, makanan dan minuman juga menjadi bagian dari konten media sosial. Karena itulah tampilan tentu punya peran penting.


Minuman yang terlihat unik bisa menjadi alasan seseorang ingin mencoba, memotret, kemudian membagikannya ke media sosial.


Hal lain menarik lainnya, rasa yang disuguhkan ube matcha lebih approachable untuk sebagian orang. Ya, seperti kita ketahui tidak semua orang langsung menyukai rasa matcha yang earthy atau sedikit pahit.


Nah, hadirnya variasi minuman kekinian ini memberikan rasa manis dan creamy sehingga karakter matcha terasa lebih balance. Hal ini pula yang membuat ube matcha menarik bukan hanya bagi penggemar matcha semata, tetapi juga orang yang sebenarnya masih ragu dengan rasa minuman kehijauan tersebut.


Selain itu, ube punya daya tarik sebagai flavor yang terasa baru, terutama bagi konsumen yang sudah terbiasa dengan menu matcha, cokelat, karamel, atau vanilla. Ube hadir dan memberikan pilihan baru tanpa meninggalkan format minuman yang sudah familiar, yaitu latte.


Tren tersebut bahkan tidak hanya terlihat di Indonesia. Media internasional juga menyoroti meningkatnya popularitas ube sebagai bahan makanan dan minuman, termasuk kemunculannya dalam latte, dessert, dan berbagai menu kafe.


Ube Matcha vs Matcha Latte, Apa Sih Bedanya?

Photo: Instagram.com/matchama_gdynia


Meski sama-sama menggunakan matcha, ube matcha dan matcha latte sebenarnya punya cita rasa yang berbeda lho!


Matcha latte, menggunakan bahan utama matcha yang dicampur dengan susu. Rasa yang dominan biasanya tetap berasal dari matcha, dengan karakter earthy, vegetal, dan umami.

Sementara itu, ube matcha menambahkan ube sebagai elemen rasa dan warna. Paduan dari ube ini memberikan rasa manis, creamy, dan sedikit nutty sehingga minuman terasa lebih dessert-like.


Itulah mengapa ube matcha sering dianggap sebagai versi yang lebih fun dari minuman matcha. Beberapa kafe bahkan menambahkan ube cream, ube crumble, foam, bobba, atau topping lainnya untuk membuat teksturnya semakin menarik.


Apakah Ube Matcha Bisa Jadi Saingan Matcha?


Munculnya tren ube membuat banyak orang bertanya-tanya, apa iya ubi ungu ini bisa menggantikan matcha?


Untuk sekarang, lebih tepat jika ube dilihat sebagai cita rasa baru yang ikut meramaikan tren minuman berbasis matcha, bukan pengganti matcha ya!


Matcha sendiri sudah memiliki basis penggemar yang kuat dan penggunaannya sangat luas, mulai dari latte, cake, cookies, cheesecake, mochi, hingga es krim. Sementara ube sedang mendapatkan momentum karena menawarkan sesuatu yang berbeda dari segi warna dan rasa.


Bisa dikatakan, kombinasi keduanya justru menunjukkan ube tidak harus menjadi pesaing matcha. Keduanya bisa berada dalam satu gelas dan menghasilkan menu baru yang justru bisa menjangkau penikmatnya lebih luas.


Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana tren kuliner anak muda sekarang semakin menyukai kombinasi rasa yang unik sekaligus fotogenik. Setelah matcha menjadi bagian dari budaya kafe modern, ube datang membawa warna ungu dan karakter rasa yang berbeda.


Baca juga: Matcha Lovers Merapat! Ini 7 Tanda Matcha yang Worth It Buat Dibeli


Kenapa Ube Matcha Bisa Banyak Digemari Anak Muda?

Photo: nioteas.com


Popularitas ube matcha bukan muncul hanya karena warnanya yang cantik dan estetik. Minuman ini berada di persimpangan beberapa tren sekaligus, seperti rasa yang unik, tampilan menarik, budaya cafe hopping, eksplorasi kuliner Asia, dan kebiasaan membagikan pengalaman makan minum di media sosial.


Ube juga menawarkan sesuatu yang berbeda dari matcha tanpa benar-benar meninggalkan karakter dari matcha yang sudah populer. Perpaduan rasa manis dan creamy dari ube dengan earthy serta umami dari matcha membuat minuman ini terasa familiar sekaligus baru.


Jadi, apakah ube matcha akan benar-benar menggantikan matcha latte? Jawabnya belum tentu. Namun, melihat semakin banyaknya kafe yang mulai memasukkan kombinasi ungu-hijau ini ke dalam menu, minuman kekinian ini jelas sudah berhasil mencuri tempatnya sendiri di tengah tren.


Bisa jadi, setelah era serba hijau, dunia food and beverage memang sedang memasuki fase purple era. Nah, apakah kalian sudah mencoba ube matcha? Coba deh cari di cafe terdekat di daerahmu ya!