Efek Hujan! Jalur Stasiun Kebayoran-Pondok Ranji Mati Hingga Jalurnya Terendam Banjir

  • Bayu Dewantara

Jakarta dan hujan deras memang sering kali jadi kombinasi yang bikin pusing para pejuang commuter. Sore ini, langit Jakarta kembali "tumpah" dengan intensitas tinggi, dan dampaknya langsung terasa di urat nadi transportasi massal kita. Bukan cuma bikin jalanan macet, hujan kali ini sukses melumpuhkan jalur KRL Commuter Line, khususnya lintas Tanah Abang - Rangkasbitung.

Kabar terbaru menyebutkan, jalur rel antara Stasiun Kebayoran dan Stasiun Pondok Ranji terendam banjir cukup parah. Alhasil, perjalanan kereta api di jalur ini terpaksa dihentikan sementara demi alasan keamanan.

Banjir Plus Gangguan Listrik

Masalahnya ternyata nggak sendirian. Berdasarkan informasi dari lapangan, selain air yang mulai menutupi permukaan rel (kop rel), sempat terjadi kendala teknis berupa gangguan aliran listrik atas (listrik aliran atas/LAA). 

Pihak KAI Commuter melaporkan bahwa luapan air berasal dari saluran drainase di sekitar rel yang tidak mampu menampung debit air hujan yang sangat deras. Karena ketinggian air dianggap riskan bagi mesin kereta, kebijakan "tahan keberangkatan" pun diberlakukan.

"Demi keselamatan, kereta belum bisa melintas sampai air surut dan jalur dipastikan aman oleh tim teknis," tulis keterangan resmi pihak KAI

Stasiun Kebayoran dan Tanah Abang Membeludak

Pantauan di lokasi menunjukkan penumpukan penumpang yang luar biasa di Stasiun Tanah Abang dan Kebayoran. Para pejuang cuan yang ingin pulang ke arah Serpong, Parung Panjang, hingga Rangkasbitung terpaksa harus menunggu

Di media sosial, netizen mulai ramai membagikan foto-foto kondisi stasiun yang padat. Salah satu penumpang lewat akun X-nya curhat, "Sudah tertahan hampir sejam di Kebayoran. Mau keluar stasiun pun bingung karena di luar hujan masih deras dan ojek online pasti susah dicari. Sabar adalah kunci."

Langkah Antisipasi dan Harapan ke Depan

Tim prasarana dari PT KAI saat ini sedang berjibaku di lokasi untuk mempercepat surutnya air. Mereka fokus membersihkan sampah yang menyumbat drainase agar aliran air lancar. Namun, selama awan mendung masih betah menggantung, potensi banjir susulan masih terus diwaspadai.

Buat Oppal Gengs yang masih terjebak hati-hati yaaa