Elon Musk Buka Loker Jadi SpaceX Karyawan AI, Cuma Modal 3 Syarat Saja

  • Reyvan
  • Elon Musk membuka lowongan kerja untuk divisi AI di SpaceX dan mengaku akan meninjau langsung lamaran kandidat yang lolos penyaringan awal.

  • Pelamar tidak wajib memiliki pengalaman AI, cukup mengirim tiga bullet point yang menunjukkan “evidence of exceptional ability” atau bukti kemampuan luar biasa.

  • SpaceX AI menjadi sorotan karena pendekatan rekrutmennya yang sederhana dan fokus pada kemampuan problem solving dibanding CV panjang maupun pengalaman kerja bertahun-tahun.

  • Pengumuman yang diunggah di akun X Elon Musk memicu reaksi heboh di internet, termasuk komentar lucu dari akun X yang membuat resume satir tentang kemampuan unik ala engineer SpaceX AI.


Elon Musk kembali bikin heboh dunia teknologi setelah membuka lowongan kerja untuk menjadi calon karyawan divisi AI di SpaceX. Lewat unggahan di platform X pribadinya pada 21 Mei 2026, Musk mengaku bakal meninjau langsung lamaran yang lolos “reasonable sanity checks” atau penyaringan dasar yang dianggap masuk akal. Menariknya lagi, pelamar tidak diwajibkan punya pengalaman AI sama sekali untuk bisa mendaftar menjadi calon karyawan SpaceX AI.

SpaceX Cari Orang Pintar

Dalam unggahannya, Elon Musk mengatakan SpaceX AI sedang aktif mencari engineer dan fisikawan kelas dunia. Unggahan tersebut langsung viral dan disebut telah meraih lebih dari 45 juta tayangan hanya dalam waktu singkat. Ia menegaskan bahwa pengalaman AI bukan syarat utama karena menurutnya “smart humans figure it out fast” atau orang pintar bisa belajar dengan cepat.

Kandidat hanya diminta mengirim email berisi tiga bullet point yang menunjukkan bukti kemampuan luar biasa mereka. Musk juga menambahkan bahwa orang yang pernah membuat sesuatu yang kompleks hingga benar-benar berguna bakal punya nilai tambah besar di mata perusahaan.

Pendekatan ini sebenarnya bukan hal baru bagi Musk. Pada Januari lalu, saat membuka perekrutan untuk pengembangan chip AI di Tesla, ia juga meminta kandidat menjelaskan tiga masalah teknis tersulit yang pernah mereka pecahkan. Gaya rekrutmen seperti ini dianggap lebih fokus pada kemampuan nyata dibanding formalitas seperti CV panjang atau cover letter berlembar-lembar. Di tengah ketatnya persaingan industri AI, Musk tampaknya lebih tertarik mencari problem solver dibanding sekadar kandidat berpengalaman.

SpaceX dan xAI Makin Agresif di Industri AI

Lowongan ini muncul beberapa bulan setelah Musk menggabungkan xAI ke dalam SpaceX. Sebelumnya, xAI berdiri sebagai perusahaan AI terpisah sebelum akhirnya dilebur untuk memperkuat pengembangan teknologi kecerdasan buatan SpaceX. Langkah ini memperlihatkan bahwa Musk semakin serius membangun ekosistem AI yang terintegrasi dengan bisnis antariksa miliknya.

Di saat yang sama, SpaceX juga tengah bersiap menuju IPO besar yang disebut-sebut bisa menjadi salah satu terbesar dalam sejarah teknologi. Perusahaan tersebut dilaporkan menargetkan pendanaan sekitar 75 hingga 85 miliar dolar Amerika Serikat dengan valuasi mencapai 1,5 triliun sampai 2 triliun dolar AS. Persaingan perebutan talenta AI pun makin panas, apalagi setelah mantan direktur AI Tesla sekaligus pendiri awal OpenAI, Andrej Karpathy, resmi bergabung ke Anthropic.

Warganet Langsung Serbu dengan Komentar Lucu

Tak butuh waktu lama, unggahan Elon Musk langsung dipenuhi komentar lucu dari pengguna internet. Salah satu akun X bernama @greg16676935420 bahkan membuat “resume” satir berisi kemampuan unik seperti “bisa makan lebih dari 10 Oreo sekali duduk”, “punya beberapa Dogecoin”, hingga “bisa bersendawa sambil mengucapkan alfabet”. Akun itu juga menulis, “Kirim pesan pribadi (DM) jika tertarik dengan informasi lebih lanjut!” yang langsung mengundang tawa banyak pengguna lain.

Komentar kocak lain datang dari akun @kanchanmehta01 yang menulis, “Satu-satunya tiga poin yang menunjukkan kemampuan luar biasa yaitu Sudah lama tidak menyentuh rumput sejak mengenal roket, belajar fisika untuk menghindari basa-basi, dan hidup dari kafein serta ego.” Candaan tersebut menggambarkan stereotip engineer SpaceX yang obsesif terhadap teknologi dan bekerja tanpa henti. Meski bernada humor, banyak warganet justru merasa pendekatan rekrutmen Musk terlihat jauh lebih sederhana dan tidak ribet dibanding perusahaan teknologi lain.

Rekrutmen Simpel Ini Jadi Sorotan Besar

Sebagian pengguna X juga mengapresiasi cara SpaceX membuka peluang bagi orang yang belum punya pengalaman. Salah satu komentar menyebut perusahaan kecil saja sering meminta resume lengkap, cover letter, hingga pengalaman kerja belasan tahun, sedangkan SpaceX justru fokus pada kemampuan berpikir dan memecahkan masalah. Ada pula pengguna yang berpendapat bahwa kemampuan matematika dan intuisi fisika kemungkinan jadi faktor utama yang dicari SpaceX AI.

Di tengah gelombang PHK perusahaan teknologi global, lowongan dari SpaceX AI ini dianggap membawa angin segar bagi banyak talenta muda. Musk seolah ingin menunjukkan bahwa kemampuan belajar cepat dan kreativitas kadang lebih penting dibanding gelar pendidikan atau pengalaman kerja formal. Hanya berbekal tiga bullet point saja bisa menjadi tiket masuk menuju salah satu perusahaan teknologi paling ambisius di dunia. Kalau kamu diberi kesempatan untuk melamar ke SpaceX AI, tiga bullet point apa yang bakal kamu tulis, OPPAL Gengs?