Persib masih memimpin klasemen dan jadi kandidat terkuat juara Liga 1.
Borneo FC menjadi tim yang masih berpeluang menggagalkan pesta juara Persib.
Persib berpeluang mencetak sejarah back to back di era Liga 1 modern.
Persija kembali belum mampu bersaing stabil hingga akhir musim
Persaingan papan atas Liga 1 musim 2025/2026 semakin panas setelah Persib Bandung terus menjaga posisi teratas klasemen. Maung Bandung kini berada di ambang sejarah back to back juara, meski secara matematis gelar masih belum resmi dikunci karena pesaing seperti Borneo FC masih memiliki peluang mengejar poin.
Situasi ini membuat rivalitas dengan Persija Jakarta kembali jadi sorotan. Saat Persib tampil konsisten menuju gelar beruntun, Persija justru kembali tertinggal dalam perebutan trofi Liga 1.
Persib Tinggal Selangkah Menuju Sejarah
Musim ini menjadi salah satu musim terbaik Persib dalmam beberapa tahun terakhir. Konsistensi performa sejak awal kompetisi membuat Maung Bandung terus bertahan di papan atas klasemen. Jika berhasil mempertahankan posisi hingga akhir musim, Persib akan mencatat sejarah sebagai salah satu tim yang mampu meraih gelar Liga 1 secara beruntun atau back to back di era kompetisi modern Indonesia. Peluang tersebut semakin terbuka setelah sejumlah rival kehilangan poin penting dalam beberapa pekan terakhir.
Borneo FC Masih Jadi Ancaman
Meski Persib berada di posisi unggul, persaingan belum sepenuhnya selesai. Borneo FC masih menyimpan peluang untuk mengejar selisih poin yang ada. Karena itu, Persib belum bisa merayakan gelar secara resmi. Hasil pertandingan Borneo FC dalam laga tersisa akan sangat menentukan kepastian juara musim ini. Situasi tersebut membuat atmosfer kompetisi Liga 1 tetap menegangkan hingga pekan akhir.
Persija Kembali Jadi Sorotan
Di tengah laju impresif Persib, Persija Jakarta justru kembali mendapat tekanan dari pendukungnya sendiri. Macan Kemayoran masih kesulitan tampil konsisten dalam persaingan papan atas. Persija terakhir kali meraih gelar Liga 1 pada musim 2018. Setelah itu, mereka beberapa kali gagal bersaing hingga akhir musim meski sempat diperkuat sejumlah pemain bintang. Kondisi ini membuat rivalitas Persib dan Persija semakin menarik karena arah performa kedua klub terlihat berbeda dalam beberapa musim terakhir.
Konsistensi Persib Jadi Pembeda
Salah satu faktor terbesar keberhasilan Persib musim ini adalah kestabilan permainan. Mereka mampu meraih poin penting baik di kandang maupun tandang. Kedalaman skuad juga menjadi keunggulan utama. Saat beberapa pemain inti absen, Persib tetap mampu menjaga performa tim tanpa penurunan signifikan. Selain itu, lini pertahanan Persib tampil lebih disiplin dibanding musim-musim sebelumnya sehingga membuat mereka sulit dikalahkan.
Dukungan Bobotoh Kembali Menggema
Perjalanan Persib musim ini juga tidak lepas dari dukungan besar Bobotoh. Atmosfer stadion kerap menjadi sorotan karena dukungan penuh yang diberikan kepada tim. Antusiasme suporter semakin meningkat seiring peluang back to back yang makin dekat. Media sosial juga dipenuhi berbagai dukungan dan optimisme dari para pendukung Persib. Jika berhasil menjadi juara, musim ini akan menjadi salah satu momen paling bersejarah bagi Persib Bandung di era Liga 1 modern.
Persib Masih Kokoh di Puncak Klasemen
Hingga pekan ke-32, Persib berhasil mengoleksi 75 poin dan tetap berada di posisi pertama klasemen sementara Liga 1. Konsistensi permainan sepanjang musim membuat Maung Bandung menjadi kandidat terkuat juara musim ini. Persib juga tampil stabil dalam beberapa laga penting, termasuk saat menghadapi rival-rival papan atas. Keunggulan poin tersebut membuat peluang mereka mempertahankan gelar semakin terbuka lebar.
Tinggal Dua Pertandingan Penentuan
Persib kini hanya memiliki dua laga tersisa sebelum kompetisi berakhir. Dua pertandingan tersebut diprediksi menjadi penentuan sejarah baru bagi klub asal Bandung itu. Persib Bandung kini hanya menyisakan dua pertandingan terakhir musim ini, yakni menghadapi PSM Makassar dan Persijap Jepara. Dua laga tersebut akan menjadi penentu langkah Maung Bandung dalam mewujudkan ambisi meraih gelar back to back Liga 1 musim 2025/2026.
Nurcholis Fajri Syah