Buat Oppal Gengs yang demen pemandangan malam atau yang hobi banget sky-gazing, siap-siap buat begadang di akhir bulan ini. Jadi di Indonesia bakal fenomena astronomi yang cukup langka dan terjadi di akhir bulan Mei ini, gengs. Kira-kira bisa lihat blue moon dengan mata telanjang gak?
FYI, Blue Moon sendiri merupakan sebuah fenomena langka di mana bulan purnama kedua terjadi dalam satu bulan kalender yang sama. Seperti yang kita tahu, biasanya dalam satu bulan hanya ada satu kali bulan purnama. Karena siklus bulan yang unik, kemunculan purnama ganda seperti ini tergolong jarang dan biasanya hanya terjadi setiap beberapa tahun sekali.
Akan Terjadi Pada 30-31 Mei 2026
Fenomena astronomi langka Blue Moon dijadwalkan hiasi langit Indonesia pada malam 30 hingga dini hari 31 Mei 2026. Jadi, buat kalian yang punya rencana buat nongkrong atau sekadar healing di luar rumah, akhir pekan tersebut bakal jadi momen yang paling pas.
Berdasarkan data astronomis, kemunculan dua kali purnama dalam bulan Mei ini menjadi daya tarik utama bagi para pengamat langit di tanah air. Dinamika pergerakan objek langit yang tidak biasa ini membuat akhir bulan Mei tahun ini terasa jauh lebih spesial jika dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya di sepanjang tahun.
Bulan Tidak Akan Berwarna Biru
Mendengar namanya, mungkin banyak dari kalian yang langsung membayangkan kalau langit malam nanti bakal diterangi oleh cahaya bulan yang berwarna kebiruan. Namun, biar gak salah paham, kalian perlu tahu kalau meski disebut “Blue Moon”, bulan yang muncul nantinya tidak benar-benar berwarna biru yaa Gengs! Istilah ini murni dipakai untuk menggambarkan keunikan posisi dan waktu kemunculannya saja, bukan merujuk pada perubahan warna fisiknya.
Uniknya lagi, tampilan visual dari purnama penutup bulan Mei ini justru bakal sedikit berbeda dari biasanya. Pada fenomena kali ini, bulan justru diperkirakan terlihat sedikit lebih kecil karena bertepatan dengan fenomena micro moon terjauh di tahun 2026. Kondisi tersebut terjadi karena posisi bulan sedang berada di titik terjauhnya dari bumi (apoge). Alhasil, saat kalian memandangnya nanti, ukuran diameter bulan akan mengecil sebesar 7% dari ukuran biasanya jika dibandingkan dengan purnama standar.
Dapat Dilihat Tanpa Bantuan Alat!
Kabar baiknya, kalian gak perlu pusing memikirkan teleskop mahal atau perlengkapan canggih lainnya untuk bisa menikmati momen ini. Blue Moon akan mencapai puncaknya pada 31 Mei pukul 15.45. Meski begitu, karena jam puncak tersebut terjadi pada siang hari di Indonesia, fenomena ini bisa mulai dilihat dengan jelas pada malam sebelumnya, yaitu sejak matahari terbenam di tanggal 30 Mei.
Untuk menikmati fenomena ini, kalian tidak memerlukan bantuan alat apapun selagi kondisi langit cerah! Kalian cukup mencari tempat terbuka yang minim polusi cahaya, seperti area rooftop rumah atau lapangan terbuka, lalu tinggal mengarahkan pandangan langsung ke arah langit. Jangan lupa siapkan kamera hp Oppal Gengs dalam mode malam barangkali ingin mengabadikan siluet estetik dari purnama langka yang satu ini.
Bayu Dewantara