Kena Dry Promotion? Ini Pengertian, Tandanya, dan Cara Mengatasinya Tanpa Resign

  • Arief Novrianto

Bagaimana kalau suatu hari pada saat rapat, nama kamu mulai dipuji karena kualitas kerja yang baik, sikap yang baik dan kamu akan direncanakan untuk naik jabatan? Hmm kalau sudah seperti alangkah baiknya berhati-hati karena bisa saja kamu ke dalam jebakan yang akan membuat hari-hari selanjutnya menjadi lebih stress.


Ini adalah fenomena yang sekarang sedang banyak terjadi, yaitu ‘Dry Promotion’, dimana kamu akan diberikan sebuah jabatan baru dengan nama bahasa inggris. Terkadang jika sudah mendapatkan nama jabatan dengan bahasa inggris, rasanya akan lebih keren saja. Jika sudah seperti itu, harap berhati-hati ya.


Jika kamu tidak mau masuk ke dalam jebakan tersebut, maka perlu ketahui apa ciri-cirinya dan bagaimana cara mengatasi. Berikut informasi yang semoga bisa berguna bagi kamu agar terhindar dari ‘Dry Promotion”.


Baca juga : 5 Tips Konsumsi Sehat Buat Pekerja Biar Tetap Fit dan Enerjik


Apa itu ‘Dry Promotion’ ?


‘Dry promotion’ adalah istilah baru dalam dunia kerja pada zaman sekarang. Dimana seorang pekerja akan diberikan jabatan baru atau tanggung jawab baru, namun tidak seimbang dengan gaji yang diberikan. Sehingga semakin naik beban kerja yang didapatkan oleh pekerja, namun dengan gaji yang minim.


Hal ini sering terjadi pada beberapa perusahaan, karena perusahaan sedang mengalami masa keuangan yang tidak baik-baik saja. Jadi mereka melakukan strategi dengan memberikan nama jabatan yang keren biasanya akan membuat si pekerja merasa baik-baik saja. Namun seiring berjalannya waktu, pekerja tersebut baru merasakan bahwa itu semua tidak seimbang. Makanya tidak jarang banyak pekerja tersebut akan memilih untuk mengundurkan diri secara diam-diam.


Cek tanda-tanda ‘Dry Promotion’


Untuk menghindari hal tersebut perlu kamu ketahui beberapa tanda kalau kamu akan masuk ke dalam ‘Dry Promotion’


Pertama adalah kenaikan jabatan yang signifikan. Jika kamu mendapatkan promosi jabatan ke lebih tinggi maka perlu diwaspadai karena biasanya ini adalah awal dari ‘Dry promotion’. Dimana kamu akan mendapatkan jabatan baru dan tiba-tiba beban kerjaan menjadi naik secara signifikan.



Photo source : pixabay/TungArt7

Kedua, ketidak jelasan kapan gaji kamu akan dinaikkan. Biasanya HRD atau atasan akan menyampaikan kenaikan jabatan kamu namun dengan keterangan waktu yang tidak jelas untuk kenaikan gajinya. Hal ini biasanya disertai dengan pernyataan bahwa gaji kamu akan naik setelah mengevaluasi hasil kinerja, atau yang lebih kerennya lagi menggunakan kata untuk menunjukkan komitmen atau loyalitas terlebih dahulu kepada tempat kerja.


Ketika kedua tanda ini sudah kamu rasakan maka siap-siap dengan hari-hari berat kedepannya. Terkadang ini akan menjadi pilihan yang sulit dimana pilihannya harus mengundurkan diri atau tetap bertahan dengan beban kerja yang sangat banyak tersebut.


Cara mengatasinya


Jika kamu sedang berada dalam ‘Dry Promotion’ maka ada beberapa langkah yang perlu kamu lakukan agar tidak semakin parah dan bisa membuat kamu menjadi stres.


Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mulai cek lagi beban kerja kamu. Setelah kamu sudah mengetahui beban kerja ini semakin berat maka coba cek secara online jika dengan jabatan itu apa yang seharusnya dikerjakan dan berapa gajinya. Jangan sampai kita buta dengan hal tersebut.


Jikalau menungkinkan buat rincian kerjanya secara tertulis agar bisa membuat jelas semuanya. Jangan sampai kamu hanya menerima begitu saja semua jenis pekerjaan yang diberikan, sehingga akan membuat beban kerjaan semakin meningkat.


Kedua, coba negosiasi ulang dengan HRD atau atasan terkait beban kerja kamu dan berapa gaji yang seharusnya didapatkan. Ini bagian yang tidak mudah namun bukan berarti tidak mungkin. 


Baca juga : Career Cushioning: Strategi Cerdas agar Tetap Siap Hadapi Perubahan Dunia Kerja


Oleh karena itu, pilih waktu yang pas dan kalau bisa memang dikhususkan waktu tersebut untuk membahas gaji secara empat mata. Hal ini tidak bisa dilakukan begitu saja ketika bertemu di lift atau sekedar lewat. Buat pertemuan khusus agar bisa lebih kondusif dan bisa mencapai kesepakatan yang baik untuk kedua belah pihak.


Terakhir jika memang tidak bisa memberikan tambahan gaji dengan alasan keuangan perusahaan yang tidak baik. Maka berikan pilihan kompensasi yang fleksibel, contohnya adalah bisa memberikan keleluasan dalam bekerja seperti sistem kerja hybrid atau mungkin hari kerja yang lebih sedikit. Selain itu bisa juga mengajukan bonus kinerja yang sesuai, jadi pihak perusahaan tidak merasa terbebani.


Jika kamu bisa mengatasi ‘Dry promotion’ ini dengan bijak maka tidak harus dengan protes keras yang berakhir dengan pengunduran diri. Bahkan bisa jadi ini akan menjadi pengalaman kerja yang baik yang akan memberikan keuntungan di masa mendatang.