Menjadi tua adalah sesuatu yang sulit kita hindari. Kecuali kalau mati muda ya. Itu beda urusan. Namun, belakangan ini menjadi tua laksana ancaman. Banyak dari Gen Z bahkan takut terlihat tua. Bukan hanya soal munculnya kerutan atau uban. Ada semacam kecemasan baru ketika wajah mereka, mulai dianggap “lebih tua” dari usia sebenarnya.
Apa sih yang memicu ketakutan itu muncul? Kenapa Gen Z takut terlihat tua? Mari kita cari tahu alasan dan membaca fenomena ini.
Media Sosial
Kamu pasti bosan mendengarnya. Tapi jujur saja, media sosial memang telah menjadi salah satu faktor di banyak ketakutan di dunia ini. Termasuk ketakutan terlihat tua yang menjangkiti banyak Gen Z. Kenapa bisa demikian? Begini, Gen Z, tiap hari, nyaris tak ada liburnya melakukan scrolling media sosial.
Terus menggulir layar ponsel membuat Gen Z berpotensi melihat konten negatif, tak terkecuali soal standar fisik yang, banyak darinya justru tak realistis. Kita melihat di Instagram, TikTok, atau platform media sosial lainnya foto seseorang yang terlihat jauh lebih muda dari usianya, atau jauh lebih tua dari usianya.
Lalu dengan begitu, kita akan berpikir bahwa wajah kita ternyata terlalu tua. Padahal apa yang tampil di media sosial tak sepenuhnya benar. Wajah-wajah yang kelihatan lebih muda itu sudah dipoles dengan makeup, filter, pencahayaan, hingga aplikasi pengubah wajah.
Di titik itu sebenarnya, orang yang memakai filter media sosial, dialah yang tidak percaya diri pada dirinya sendiri. Kita sebagai penonton harusnya nggak gitu.
Baca juga: Jarang Unggah di Media Sosial Tak Selalu Tanda Introvert
Standar Awet Muda Terus Muncul
Media sosial juga membuat standar awet muda terus muncul, bertransformasi, dan berkembang biak. Kita akan menyaksikan konten tentang skincare, “glass skin”, rutinitas anti-aging, perawatan wajah, dan transformasi penampilan terus-menerus yang kemudian bisa menciptakan standar baru.
Dalam sebuah penelitian yang saya baca, apa yang tampil di media sosial termasuk menggunakan filter dan AI, serta sistem rekomendasi atau FYP ikut membentuk norma kecantikan di kalangan anak muda.
Maka, produk seperti anti-aging tidak lagi identik dengan orang berusia 40 atau 50 tahun. Sekarang, produk ini justru bisa menyasar Gen Z. Sebab gagasan untuk mencegah penuaan sudah masuk lebih awal lewat media sosial. Produk seperti serum, sunscreen, retinol, dan berbagai bahan aktif lainnya sudah menjadi bagian dari percakapan anak muda hari ini.
Baca juga: Media Sosial Bisa Jadi Ruang Bertumbuh, Ini 5 Manfaat yang Bisa Kamu Rasakan
Gen Z Tumbuh dalam Budaya Perbandingan
Satu hal lagi yang masih berkaitan dengan media sosial dan jadi alasan kenapa Gen Z takut terlihat tua adalah, mereka tumbuh dalam budaya perbandingan. Hadirnya media sosial ini membuat budaya membandingkan diri dengan orang lain semakin tebal.
Itu tak bisa ditampik, sekalipun kita tidak aktif bermedia sosial. Ketika bertemu teman atau orang lain misalnya, kita tetap akan dibandingkan. Entah itu diucapkan oleh orangnya langsung maupun tidak. Tidak cuma dari orang lain, perbandingan itu juga secara fitrahnya, juga bisa datang dari dalam diri sendiri.
Dalam konteks usia, perbandingan itu biasanya dalam bentuk gini, “Kenapa teman seumuranku masih kelihatan baby face, sementara aku sudah punya garis senyum?”
Padahal, wajah manusia itu punya proses yang tak sama. Tak terkecuali proses penuaan. Itu tidak sama kecepatannya masing-masing orang. Ada yang cepet banget, ada yang tidak. Dan itu, seyogyanya tidak usah dipersoalkan. Kalau mau, persoalkan saja jalan di dekat rumahmu yang rusak parah itu.
Baca juga: Kenapa Batik Bisa Bikin Outfit Sederhana Terlihat Lebih Mahal?
Terlihat Muda Menjadi Lebih Estetik?
Wajah terlihat muda, sering dianggap menarik. Itulah kenapa banyak Gen Z sangat takut terlihat tua. Karena kalau terlihat tua, berarti dia tidak menarik. Logika yang mereka yakini semacam itu.
Selain itu, terlihat muda juga kerap diasosiasikan dengan tanda kesehatan, vitalitas, dan kesegaran ideal secara visual. Jadi ketika kelihatan tua, orang ini akan dilihat sebagai orang yang kurang sehat. Padahal kan, sebagai WNI mana ada yang benar-benar sehat, ya kan?
Mau tua atau muda, dari segi usia maupun tampilan, kita ini pasti tidak sehat karena menjadi WNI itu tidak hanya anugerah, tapi juga penyakit. Yah… begini, menurut saya sih, nggak masalah kalau takut terlihat tua. Tapi jangan sampai hal itu membuat kita anxiety. Kalau saya sendiri sih, lebih takut nggak punya duit daripada takut terlihat tua.
Muhammad Arsyad