Kucing ITB Ini Jadi Bintang Film “Meong!” dan Raih Penghargaan Internasional

  • Khopida Rahma

Siapa sangka, kucing yang biasa mondar-mandir di kampus bisa jadi bintang film dan berhasil bawa pulang penghargaan internasional?

Itulah kisah Siti, kucing yang biasa wara-wiri di sekitar Gedung Labtek VII Institut Teknologi Bandung (ITB). Siti menjadi pemeran utama dalam film berjudul “Meong!” garapan mahasiswa Liga Film Mahasiswa (LFM) ITB.

Film yang dibuat oleh tim Ophiuchus Project tersebut berhasil meraih Most Inspiring Film Award dalam NextScene Kids & Youth Film Festival 2026. Penghargaan ini diraih setelah “Meong!” bersaing dengan 54 film dari 14 negara.

Menariknya, cerita film ini justru berangkat dari sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan mahasiswa ITB.

Baca juga: Mengenal Leopardus tilcayo: Penemuan Spesies Kucing Baru di Bolivia

Instagram.com/ophiuchus.project

Berawal dari Kucing yang Sering Nongkrong di Kampus


“Meong!” merupakan film drama slice of life yang bercerita tentang seekor kucing bernama Siti yang sering terlihat di lingkungan kampus ITB.


Dalam film ini, Siti bukan hanya sekadar figuran, lho! Ia menjadi karakter utama yang menemani perjalanan seorang mahasiswa di tengah berbagai kesulitan yang dihadapinya.

Ide tersebut muncul dari keseharian para mahasiswa yang memang sering bertemu kucing di berbagai sudut Kampus ITB. Dari interaksi sederhana itu, tim kemudian mengembangkannya menjadi sebuah cerita dan mengangkatnya menjadi sebuah film pendek.

“Inti dari film ini, kami mau membawakan bahwa sesuatu seperti kucing kecil atau mungkin hal kecil lainnya di dunia ini bisa sangat menginspirasi dan bermakna bagi seseorang,” ujar Vincentius Bhagaskara, penulis sekaligus produser Meong!, dilansir dari laman Direktorat Teknologi Informasi ITB.

Melibatkan Hampir 40 Kucing

Umumnya, casting identik dengan mencari aktor manusia. Tapi tim Meong! justru memiliki ide yang beda. Mereka melakukan casting dengan kucing-kucing sekitar kampus untuk jadi pemeran utama.

Total ada hampir 40 kucing melakukan proses casting untuk mempertimbangkan warna bulu dan karakter kucing. Setelah proses panjang, akhirnya pilihan jatuh ke Siti.

"Warna bulunya pas, terus dia juga gampang banget diarahin, jadi ya udah, Siti yang paling cocok," jelas Dudih Purwadi, Director of Photography, Sound Director, dan editor.

Syuting Harus Mengikuti Mood Siti

Memilih kucing sebagai pemeran utama tentu punya tantangan tersendiri. Kalau aktor manusia bisa diarahkan untuk mengulang adegan berkali-kali, Siti punya aturan mainnya sendiri.

Selama proses produksi, tim harus menyesuaikan pengambilan gambar dengan kondisi dan perilaku Siti. Ketika Siti mulai menunjukkan tanda-tanda stres atau tidak nyaman, proses syuting dihentikan sementara. 

Produksi “Meong!” sendiri sudah dimulai sejak Maret 2025 dan melibatkan 10 kru. Dalam proses pengembangan ceritanya, tim juga berdiskusi dengan komunitas peduli kucing ITB Street Feeding.

Dari Kucing Kampus Jadi Film Peraih Penghargaan

Instagram.com/ophiuchus.project

Aksi Siti dalam film “Meong!” berhasil membawa pulang Most Inspiring Film Award dalam NextScene Kids & Youth Film Festival 2026 yang berlangsung pada 6-9 Agustus 2026 di Jakarta.

“Jujur, penghargaan ini sesuatu yang tidak aku ekspektasikan. Penghargaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Kami juga senang bahwa film yang diproduksi bisa menginspirasi banyak orang,” kata Fransiska Fernanda, penulis sekaligus sutradara “Meong!”.

Pada akhirnya, “Meong!” bukan cuma cerita tentang mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan tugas akhir. Film ini juga menunjukkan bagaimana hal kecil yang sering kita temui sehari-hari, termasuk seekor kucing, bisa punya arti yang jauh lebih besar dari yang kita kira.

Nah, buat Oppal Gengs yang penasaran dengan filmnya, “Meong!” saat ini belum tersedia untuk ditonton secara online. Tapi, tim Ophiuchus Project masih berencana mengadakan screening.

Kalau mau tahu info screening-nya, langsung pantengin akun resmi Ophiuchus Project, ya!