Memahami Status AQI: Rentang Angka, Batas Aman Beraktivitas, dan Bahaya Olahraga saat Udara Buruk

  • Muhammad Ichsan

Air Quality Index (AQI) adalah skala 0-500 untuk memberikan informasi mengenai seberapa bersih atau tercemarnya udara di suatu wilayah. Angka yang diambil bukan merupakan jumlah polutan langsung, melainkan hasil konversi kadar polutan seperti PM2.5 ke skala sederhana. Semakin tinggi angkanya, semakin besar risiko kesehatan.


Berikut ini beberapa status yang biasanya muncul beserta angkanya untuk memahami kualitas udara, apakah sedang sehat atau tercemar:


Source: IQAir

Status AQI Beserta Penjelasannya 

1. Baik (0-50, hijau)

Angka yang berada pada rentang 0-50 ini menunjukkan bahwa kualitas udara bersih dan tanpa adanya risiko yang berarti bagi kesehatan. Melakukan aktivitas luar ruangan seperti olahraga sangat aman untuk dilakukan tanpa perlu menggunakan masker.


2. Sedang (51-100, kuning)

Jika statusnya berada di kisaran 51-100, udara masih dapat diterima, tetapi untuk beberapa kelompok sensitif perlu dihindari, seperti penderita asma atau penyakit paru, yang bisa mulai terganggu. Kebanyakan orang masih bisa beraktivitas dan penggunaan masker belum wajib dalam kondisi seperti ini. Kelompok sensitif disarankan untuk waspada dan mengurangi aktivitas berat bila mulai muncul gejala seperti batuk dan sesak napas.


3. Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif (101-150, oranye)

Kelompok seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit jantung atau paru berisiko mengalami gangguan napas dalam kondisi seperti ini. Mereka sebaiknya mengurangi aktivitas fisik berat di luar dan menggunakan masker apabila bepergian ke luar ruangan. Masyarakat umum masih boleh beraktivitas, namun sebaiknya tidak melakukan olahraga berat yang durasinya lama. Tingkat kehati-hatian yang disarankan berbeda-beda; ada juga yang menyarankan kelompok sensitif untuk menghindari aktivitas luar sama sekali.


4. Tidak Sehat (151-200, merah)

Apabila statusnya berubah menjadi warna merah, masyarakat umum biasanya akan merasakan dampaknya, seperti mulai batuk dan mengalami penurunan daya tahan tubuh. Sementara itu, kelompok sensitif lebih terpengaruh. Hindari olahraga outdoor, lebih baik lakukan di dalam ruangan dan gunakan respirator N95, KN95, atau KF94 yang terpasang rapat, karena masker kain dan masker medis biasa tidak efektif menyaring PM2.5.


5. Sangat Tidak Sehat (201-300, ungu)

Pada tahap ini, seluruh masyarakat akan merasakan dampak yang nyata dan kelompok sensitif mengalami penurunan daya tahan untuk beraktivitas. Batasi kegiatan luar ruangan secara ketat, hindari olahraga di luar, dan tetap pakai masker saat harus keluar.


6. Berbahaya (301-500, cokelat atau marun)

Ini merupakan kondisi darurat kesehatan. Semua orang berisiko mengalami permasalahan kesehatan seperti iritasi parah, dan paparan dapat memicu atau memperburuk penyakit kardiovaskular dan pernapasan. Tetaplah berada di dalam ruangan, sebaiknya tidak melakukan aktivitas di luar, dan segera mencari bantuan medis apabila muncul keluhan berat.


Baca juga: Profil Windah Basudara: Streamer Favorit Anak Muda yang Berani Vokal Suarakan Kepedulian Hutan Kalimantan


Bagaimana dengan Standar Indonesia?

Indonesia menggunakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Rentangnya hampir sama, tetapi 101-200 ditampilkan dalam satu kategori “Tidak Sehat”, tanpa pembagian “bagi kelompok sensitif” seperti pada US AQI.


Efek Sampinng Apabila Memaksakan Olahraga saat Udara Buruk

Source: Magnific


Saat melakukan aktivitas olahraga, napas menjadi lebih cepat dan terasa lebih dalam, sehingga tubuh harus menghirup lebih banyak polutan. Udara juga lebih banyak masuk melalui mulut, melewati filter hidung, sehingga polutan terbawa lebih dalam ke saluran napas. Dampak jangka pendek yang dirasakan bisa berupa batuk, tenggorokan kering, sesak napas, peradangan saluran napas, serta pemburukan asma. Sebuah studi Universitas Cambridge bahkan menemukan bahwa PM2.5 tinggi dapat menghilangkan manfaat olahraga.


Satu sesi lari dengan kondisi udara buruk memang tidak otomatis meningkatkan risiko penyakit jangka panjang. Risiko lebih terlihat pada sesi dua jam atau lebih. Namun, hentikan latihan bila muncul mengi, dada sesak, batuk, atau napas terasa lebih berat, dan cari pertolongan medis jika keluhan berat atau tidak mereda.

Saran Dari Para Praktisi Kesehatan

Cek AQI atau ISPU sebelum keluar, lalu pindahkan aktivitas olahraga ke dalam ruangan bila angka sudah oranye atau merah. Bila terpaksa harus dilakukan di luar, pilih waktu pagi sekali atau malam, hindari jam sibuk lalu lintas, dan pakai N95. Orang dengan tekanan darah tinggi atau penyakit kardiovaskular sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum berolahraga memakai masker.