Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi perhatian setelah sempat tembus Rp17.404 pada sore ini Senin, (4/5/2026). Kondisi ini membuat spekulasi apa yang akan terjadi jika kemungkinan dolar menyentuh Rp18 ribu bahkan sampai skenario terburuknya hingga Rp20 ribu.
Meski angka tersebut belum terjadi dan tidak diharapkan, pelemahan rupiah tetap menjadi hal yang diperhatikan karena sangat berdampak pada harga barang, biaya hidup, hingga aktivitas ekonomi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Dampak Jika Rupiah Terus Mengalami Penurunan
Nilai tukar rupiah yang terus melemah hingga menyentuh kisaran Rp18 ribu per dolar AS atau lebih dapat memberikan sejumlah dampak bagi perekonomian. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi harga barang di dalam negeri, tetapi juga berpotensi menekan berbagai sektor ekonomi. Berikut beberapa dampak yang mungkin terjadi.
Kenaikan Harga Barang dan Inflasi: Pelemahan rupiah dapat membuat biaya impor menjadi lebih mahal. Akibatnya, harga barang di dalam negeri berpotensi ikut naik, terutama untuk produk yang masih bergantung pada komponen impor seperti elektronik, BBM, hingga bahan pangan tertentu.
Beban Ekonomi Bisa Semakin Besar: Ketika rupiah melemah, biaya impor energi dan berbagai kebutuhan lain ikut meningkat. Selain berdampak pada harga barang, kondisi ini juga dapat menekan anggaran pemerintah serta mempengaruhi berbagai sektor ekonomi.
Pasar Saham dan Investasi Bisa Terdampak: Pelemahan rupiah biasanya juga diikuti keluarnya modal asing karena investor cenderung memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman seperti dolar AS. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi pasar saham dan investasi domestik. Jika terjadi secara terus-menerus, kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia juga dapat ikut menurun.
Ancaman PHK pada Tenaga Kerja: Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya produksi bagi perusahaan. Ketika biaya operasional naik, sebagian perusahaan berpotensi melakukan efisiensi untuk menjaga keberlanjutan usaha.
Pendapat Ekonom Jika Dolar Tembus Rp20 ribu
Menurut info yang beredar, Ekonom Senior Universitas Paramadina sekaligus praktisi kebijakan publik yakni Wijayanto Samirin menilai bahwa jika pelemahan rupiah berlanjut hingga menyentuh level yang lebih tinggi seperti Rp20 ribu per dolar AS, dampaknya akan lebih cepat terasa di berbagai sektor ekonomi.
Lebih lanjut lagi, Ia menjelaskan bahwa beberapa konsekuensi yang mungkin terjadi antara lain meningkatnya inflasi akibat naiknya harga barang impor (imported inflation), bertambahnya beban pembayaran utang luar negeri baik oleh pemerintah maupun swasta karena pelemahan rupiah, serta meningkatnya capital outflow seiring menurunnya kepercayaan terhadap mata uang domestik yang pada akhirnya dapat menekan nilai tukar lebih lanjut
Hanadia Syahidah