Bagi kalian yang dulu sering mengunduh lagu lewat website-website seperti Waptrik, 4shared, dan situs MP3 lainnya, pasti sudah tidak asing dengan wajah cowok orang berfoto selfie. Amaludin Syarif, dialah orangnya. Pria yang dijuluki “Mas Stafaband” atau “The MP3 Guy” ini berpulang pada Kamis (15/10/2026) pada usia 46 tahun.Kabar kepergiannya membawa orang-orang kembali bernostalgia di kalangan warganet yang tumbuh bersama lagu-lagu unduhan.
Source: IDN Times
Sosok di Balik Foto Album Mp3 Unduhan
Amaludin lahir pada 5 Juli 1980 dan menjalani kehidupan sehari-hari di Makassar. Ia sama sekali bukan seorang musisi, penyanyi, atau figur influencer di dunia hiburan. Menurut konfirmasi tempatnya bekerja, ia merupakan anggota Tim Fulfillment Servo di Service Operation TIF (PT Telkom Infrastruktur Indonesia) Area 4 Makassar, yang berada di lingkungan Telkom Group.
Dari Foto Selfie ke Sampul MP3
Ketenarannya berawal dari hal yang sederhana. Amaludin memiliki hobi mengoleksi lagu-lagu Indonesia favoritnya. Ketika storage komputernya mulai penuh, ia berinisiatif untuk memindahkan koleksinya tersebut ke layanan berbagi yang bisa diakses secara umum, salah satunya 4shared. Hal ini dilakukan agar koleksinya tersimpan dengan rapi dan mudah dibedakan. Ia memasang foto selfie-nya sendiri sebagai gambar sampul album.
Baca juga: Slow Dancing Tembus 600 Juta Streaming, V BTS Tambah Rekor Baru sebagai Solois
Kenapa Begitu Ikonik?
Berkas-berkas yang sudah dia simpan tersebut banyak diunggah dan disebarkan oleh pengguna lainnya. Karena gambar dari sampul album mp3 menggunakan foto wajahnya sendiri, setiap lagu, salinan yang diunduh ke komputer, warnet dan ponsel menjadi tersebar di penjuru Indonesia. Tanpa pernah berniat tampil, ia pun muncul setiap kali sebuah lagu selesai diunduh, dari lagu Peterpan hingga Ungu.
Wajahnya pun melekat di ingatan kolektif. Warganet menjulukinya “Mas Stafaband”, “duta MP3”, hingga “bapak cover Winamp”. Julukan itu mengingatkan pada masa sebelum layanan streaming legal seperti Spotify mendominasi, ketika musik diunduh satu per satu dan dibawa dalam bentuk file.
Sempat Malu, Lalu Viral Kembali
Menurut sumber yang didapatkan dari detik.com Amaludin sempat merasa malu ketika mengetahui bahwa foto-fotonya tersebar luas karena dia merasa bukan siapa-siapa. Kisah di balik foto itu kembali ramai pada Januari 2026, ketika ia menceritakan asal-usulnya dan netizen ramai membahasnya lagi. Meski begitu, ia tetap menjalani kehidupan normal seperti biasa.
Penghormatan dari Rekan dan Warganet
Kabar duka yang beredar ini dikonfirmasi oleh tempat di mana ia bekerja, yang menyampaikan pesan belasungkawa atas kepergian sang rekan dan mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik serta keluarga diberi ketabahan. Di media sosial, warganet ramai mengucapkan rasa terima kasih. Salah satunya ada yang menulis, “Terima kasih, Pak, sudah menemani perjalanan kami dengar musik mp3.”
Akun Instagram JSD (Jejak Sound Directory) juga menyampaikan kenangan. “Today, we lost a great one,” tulis mereka, menggambarkan Amaluddin sebagai wajah dari era unduh-mengunduh bagi satu generasi pendengar.
Warisan yang Tidak Direncanakan
Kisah Amaluddin menjadi pengingat bahwa ingatan kolektif sering lahir dari hal kecil. Sebuah selfie yang dipasang demi merapikan koleksi lagu berubah menjadi bagian dari pengalaman musik digital sebuah generasi, khususnya untuk para milenial dan Gen Z. Penting bagi kita untuk selalu menghargai hal-hal kecil yang kita lakukan sendiri. Selamat jalan, Mas Amaluddin, dan terima kasih telah menemani masa-masa mengunduh lagu kami.
Muhammad Ichsan