Menurut Studi, Liburan Setiap 2 Bulan Sekali Bisa Bantu Redakan Stres Kerja

  • Hanadia Syahidah
  • Penelitian terbaru menyoroti idealnya dua bulan sekali untuk meredakan stress. 

  • Liburan berkala dinilai membantu memulihkan energi dan mengurangi tekanan mental akibat pekerjaan.

  • Para ahli menyebut tubuh dan pikiran membutuhkan jeda dari rutinitas kerja yang terus-menerus.

  • Liburan tidak harus mahal atau lama, yang penting memberi waktu untuk benar-benar beristirahat.

Kenapa Liburan Idealnya 2 Bulan Sekali?

Dilansir dari Kompas, anjuran liburan setiap dua bulan sekali yang dianggap ideal dengan penelitian terbaru yang dipublikasikan di PubMed Central 2025 mengenai pekerja disarankan mengambil waktu liburan setiap dua bulan sekali guna menjaga kesehatan fisik dan mental tetap optimal. 

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa liburan dapat membantu mengurangi stres dan kelelahan akibat pekerjaan. Selain itu, liburan juga dinilai berperan dalam membantu seseorang memulihkan kondisi mental setelah menjalani rutinitas kerja yang padat. 

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa dengan adanya jeda liburan secara berkala, seseorang memiliki kesempatan untuk memulihkan energi, mengurangi tekanan mental, memperbaiki mood, serta menjaga work-life balance. Karena itu, waktu dua bulan sekali dianggap ideal untuk berlibur.

Para peneliti juga menjelaskan bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan waktu pemulihan dari tekanan pekerjaan yang berlangsung terus-menerus. Ketika seseorang bekerja terlalu lama tanpa jeda, kondisi tersebut dapat mempengaruhi kualitas tidur dan emosi sehingga berpengaruh terhadap fokus saat bekerja.

Liburan Tidak Harus Mahal dan Lama

Meski begitu, liburan untuk menjaga kesehatan mental tidak harus berupa perjalanan panjang atau mahal. Staycation sebentar, menikmati waktu bersama keluarga, pergi ke tempat tenang, atau sekadar mengambil cuti singkat dari pekerjaan juga bisa membantu proses pemulihan mental dan energi. Yang paling penting adalah adanya waktu untuk benar-benar melepaskan diri dari tekanan pekerjaan selama masa istirahat berlangsung. 

Jangan Tunggu Burnout Untuk Liburan

Mengambil waktu istirahat secara rutin tetap penting agar tubuh dan pikiran memiliki kesempatan untuk pulih dari tekanan pekerjaan. Jika dalam dua bulan terakhir kamu merasa mudah lelah, sulit fokus, atau kehilangan semangat bekerja, kondisi tersebut bisa menjadi tanda, nih, bahwa tubuh membutuhkan jeda sejenak dari rutinitas kerja. 

Di tengah budaya hustle culture yang masih kuat, semakin banyak pekerja kini mulai aware bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga produktivitas kerja dalam jangka panjang. Jadi, sudahkah kamu mengambil waktu istirahat dalam dua bulan terakhir?