NASA baru saja merilis foto Bumi terbaru. Ini adalah momen bersejarah karena sudah lebih dari 50 tahun sejak manusia terakhir kali mengabadikan keindahan planet kita dari jarak sejauh ini.
Penasaran kayak apa penampakannya dan misi seru apa yang sedang berlangsung? Yuk, kita bahas tuntas, gengs!
Evolusi Foto Bumi: Dari Apollo ke Artemis II

Oppal Gengs, coba deh bandingkan dua foto ikonik ini. Yang di sebelah kiri adalah foto legendaris "The Blue Marble" yang diambil pada tahun 1972 dalam misi Apollo 17. Foto ini sudah jadi standar visual Bumi kita selama puluhan tahun.
Nah, yang di sebelah kanan adalah the real deal terbaru dari misi Artemis II tahun 2026. Dari segi teknis, kualitas fotonya jauh lebih tajam, warnanya lebih hidup, dan yang paling bikin speechless adalah penampakan auroranya yang terlihat jelas dari luar angkasa. Foto ini diambil dari jarak ribuan kilometer saat astronaut mengorbit Bulan.
Misi Artemis II: Kembali ke Bulan, Setelah 50 Tahun Lebih!
Kenapa foto ini baru ada sekarang? Karena setelah misi Apollo terakhir di awal 1970-an, NASA lebih fokus pada misi di orbit rendah Bumi (kayak Stasiun Luar Angkasa Internasional/ISS). Nah, Artemis II adalah misi bersejarah yang mengirim manusia kembali untuk mengitari Bulan.
Ini adalah langkah besar sebelum NASA benar-benar mendaratkan astronaut lagi di permukaan Bulan (misi Artemis III). Melalui misi Artemis II, empat astronaut pemberani akan merasakan sensasi mengitari satelit alami kita itu.
Petualangan 10 Hari Mengitari Bulan
Misi ambisius ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari. Peluncurannya sendiri sukses dilakukan pada 1 April kemarin dari Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat.
Untuk menjalankan misi ini, NASA menggunakan roket terkuat mereka saat ini, yaitu Space Launch System (SLS). Roket raksasa ini mendorong kapsul Orion yang membawa keempat astronaut menuju Bulan. Setelah mengitari Bulan, mereka akan melakukan perjalanan kembali dan mendarat dengan aman di Bumi.
Misi Artemis II bukan cuma soal bikin foto keren, tapi juga untuk menguji teknologi dan sistem yang dibutuhkan untuk misi pendaratan di Bulan di masa depan. Ini adalah langkah awal dari babak baru penjelajahan luar angkasa manusia.
Bayu Dewantara