Pramono Bangun Ulang SDN Kebayoran Lama yang Roboh Sejak 2024, Modal Rp50 Miliar

  • Muhammad Ichsan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan kembali untuk SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan 11 di Jakarta Selatan pada Selasa (29/9/2026). Anggaran yang digunakan sekitar Rp50 miliar untuk merevitalisasi dua sekolah tersebut.


Source: Viva


Prioritaskan Merenovasi 11 Sekolah Rusak di 2026

Pembangunan ulang SDN 09 dan 11 Kebayoran Lama ini menjadi bagian dari total 11 sekolah negeri yang menjadi prioritas bagi Pemprov  DKI untuk melakukan renovasi sepanjang 2026 yang terdiri dari tujuh sekolah yang sebelumnya sudah masuk ke dalam rencana, ditambah lagi dengan empat sekolah dengan kondisi yang rusak parah dan harus segera diperbaiki. SDN 09 Kebayoran Lama Selatan sendiri merupakan bangunan yang sempat roboh sejak 2024.


Rp249 Miliar untuk Empat Sekolah Prioritas

Source: detikcom


Untuk data yang lebih rinci, Pemprov DKI telah mempersiapkan jumlah total anggaran sekitar Rp249 miliar untuk melakukan program rehabilitasi empat sekolah paling mendesak, di antaranya SDN Kebayoran Lama Selatan 09 (Rp48,1 miliar), SMA Negeri 102 Jakarta (Rp67,5 miliar), SDN Cempaka Putih Barat 03 (Rp48,4 miliar), serta SDN dan TK Negeri Papanggo 01 (Rp74,1 miliar). Pembiayaan ini bersumber dari gabungan dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan APBD Perubahan.


Pramono menegaskan komitmennya terhadap sektor pendidikan di tengah keterbatasan anggaran. "Mudah-mudahan apa yang menjadi kerisauan semua, termasuk saya pribadi, karena apa pun pendidikan buat saya adalah prioritas untuk dibangun di Jakarta ini, diperbaiki," tandas Pramono.


Ia juga memastikan dana KLB yang akan dialihkan untuk melakukan perbaikan sekolah tanpa menganggu program lainnya. "Hal yang berkaitan dengan sekolah-sekolah rusak, termasuk SD Negeri 9, 11, dan sebagainya, Pemerintah DKI Jakarta sudah memutuskan untuk sebagian mengambil dana dari KLB," ungkap Pramono, sembari menegaskan program beasiswa LPDP Jakarta tetap berjalan seperti biasa.


Pendidikan Jadi Sektor dengan Anggaran Terbesar di APBD DKI 2026

Komitmen ini sejalan dengan postur APBD DKI Jakarta 2026 secara keseluruhan. Dari total keseluruhan APBD sebesar Rp81,32 triliun, sektor pendidikan mendapatkan alokasi dana terbesar dibandingkan dengan sektor lainnya, Rp19,75 triliun atau setara dengan 26,59 persen dari total belanja daerah, melampaui ketentuan mandatory spending nasional yang mewajibkan minimal 20 persen.


Anggaran dengan jumlah sebesar itu dipersiapkan untuk melakukan beberapa program prioritas, di antaranya Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus senilai Rp3,25 triliun, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) sebesar Rp399 miliar, penyediaan sekolah swasta gratis senilai Rp282,46 miliar, serta rehabilitasi sekolah dan fasilitas pendidikan sebesar Rp126,12 miliar.

Baca juga: Gaya Kepemimpinan Khas Presiden Berzodiak Libra, dari Prabowo Subianto hingga Vladimir Putin


Kebijakan Lain yang Relevan: Transportasi Gratis untuk Pelajar

Selain melakukan renovasi fisik sekolah, Pramono juga melakukan berbagai kebijakan lain yang juga membantu sektor pendidikan secara tidak langsung, salah satunya adalah menggratiskan biaya perjalanan bagi para pelajar yang menggunakan moda transportasi MRT, TransJakarta, dan TransJabodetabek, yang ikut meringankan beban mobilitas harian siswa dan mahasiswa di Jakarta.


Dengan kombinasi alokasi anggaran pendidikan terbesar di APBD sekaligus komitmen nyata merenovasi sekolah-sekolah yang kondisinya memprihatinkan, langkah Pramono Anung ini diharapkan mampu menjawab kerisauan masyarakat soal fasilitas pendidikan di Jakarta, sekaligus memastikan setiap anak di Ibu Kota mendapatkan lingkungan belajar yang layak dan aman.