Program MBG Dihentikan Sementara Saat Libur Sekolah, Negara Hemat Rp3 Triliun

  • Hanadia Syahidah
  • Distribusi MBG dihentikan sementara selama periode libur sekolah tahun ajaran 2026..

  • BGN memperkirakan penghentian sementara tersebut dapat menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp3 triliun selama periode liburan berlangsung.

  • Masa jeda program akan dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan evaluasi, penyesuaian operasional, dan perbaikan tata kelola pelaksanaan MBG.

  • Pemerintah juga menyiapkan penyesuaian penerima manfaat agar anggaran program lebih tepat sasaran dan menjangkau kelompok yang paling membutuhkan.


Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kabarnya dihentikan sementara selama masa libur sekolah tahun ajaran 2026. Kebijakan yang diterapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) ini disebut-sebut mampu menghemat anggaran negara hingga sekitar Rp3 triliun. Penghentian sementara dilakukan sebagai bagian dari penataan ulang program sekaligus upaya efisiensi anggaran. 


Baca juga: Janji Presiden yang Tak Boleh Diingkari, Qodari Sebut MBG Tetap Jalan


MBG Libur Selama Liburan Sekolah


Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari menjelaskan bahwa penghentian sementara MBG diatur dalam Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 tentang penyesuaian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama periode hari libur. Masa libur sekolah sendiri berlangsung mulai dari 22 Juni hingga 23 Juli 2026. 


Hal ini berbeda dengan periode Ramadan yang tetap menyalurkan bantuan melalui sistem bundling, kali ini distribusi MBG dihentikan selama liburan sekolah berlangsung. 


BGN Klaim Efisiensi Anggaran Capai Rp3 Triliun


Penghentian sementara MBG disebut dapat menghemat anggaran negara yang bisa mencapai hingga lebih dari Rp3 triliun, yaitu Rp3.004.560.000.000. 


Penghentian operasional ini juga berdampak terhadap penghentian insentif kepada SPPG yang tidak beroperasi selama masa libur sekolah, yang selama ini mendapat Rp6 juta per hari. BGN mencatat terdapat sekitar 27.820 unit SPPG yang selama ini menerima insentif operasional harian. 


Alasan MBG Dihentikan Sementara


Menurut BGN, kebijakan tersebut diambil untuk melakukan standarisasi tata kelola operasional, meningkatkan efisiensi sumber daya, serta menata kembali pelaksanaan program MBG. Masa libur sekolah dinilai menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi dan pembenahan ulang sistem program tersebut. 


Anggaran Akan Dialihkan Ke Kelompok Prioritas


Selain penghentian sementara selama liburan, BGN juga mulai melakukan evaluasi penerima manfaat program. Sebanyak 76 sekolah di Pulau Jawa dengan total lebih dari 39 ribu siswa telah diidentifikasi sebagai sekolah yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri. 


Karena hal itulah, anggaran yang sebelumnya dialokasikan ke sekolah-sekolah tersebut akan difokuskan untuk kelompok yang lebih membutuhkan, seperti daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak yang rentan mengalami permasalahan gizi.