Ranking FIFA Indonesia Naik ke 116 Dunia, Terbaik dalam 20 Tahun dan Ketiga di ASEAN

  • Muhammad Ichsan

Timnas Indonesia mengalami peningkatan peringkat ke posisi 116 dunia pada ranking FIFA terupdate yang baru saja dirilis pada Rabu (7/10/2026), dengan koleksi 1.166,50 poin. Kenaikan peringkat ini didapatkan setelah Timnas Indonesia berhasil keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 dan mengalahkan Thailand lewat adu penalti. Ini menjadi posisi tertinggi bagi Indonesia selama 20 tahun terakhir. Indonesia pernah bertengger di level yang serupa pada Mei 2006, saat itu berada di peringkat 110.


Source: RRI

Tambahan 9,45 Poin dari Empat Laga

Sepanjang gelaran FIFA ASEAN Cup Indonesia telah mengumpulkan total 9,45 poin. Kemenangan 2-0 atas Singapura memberikan 4,12 poin, sedangkan hasil seri melawan Malaysia membuat sedikit pengurangan poin sebanyak 0,68 poin karena posisi peringkat Malaysia lebih rendah dibandingkan dengan Indonesia. Setelah itu, kemenangan besar 9-2 melawan Bangladesh menambahkan 2,66 poin, dan terakhir melawan Thailand (2-2, menang 4-2 lewat adu penalti) memberi 3,35 poin. Peringkat Indonesia juga terbantu berkat hasil dari negara lain, salah satunya Kazakhstan yang ditahan imbang 2-2 oleh Kepulauan Faroe sehingga tersalip.

Baca juga: Siapa Mitch Baker? Top Skor FIFA ASEAN Cup, Striker Masa Depan Timnas Indonesia


Perjalanan Ranking dari 2017 hingga 2026

Sebelum mencapai ranking setinggi ini, terdapat sejarah dan proses panjang yang harus dilalui Garuda bersama beberapa pelatih berbeda. Berikut ini nama-nama yang pernah menangani Timnas Indonesia.

Luis Milla (2017-2018)

Milla datang pada Januari 2017 saat Indonesia berada di peringkat 173, belum lama setelah sanksi FIFA dicabut. Menjelang kontraknya berakhir pada 2018, bersama pelatih asal Spanyol tersebut, Indonesia mengalami kenaikan hingga berada di urutan ke-164.

Simon McMenemy (2019).

Setelah Milla, Simon sempat mengambil alih kursi kepelatihan skuad Garuda. Indonesia berada di peringkat 159 (Februari 2019), lalu terus merosot hingga 173 pada November 2019. Total turun 14 posisi dan ia dipecat pada bulan yang sama.

Shin Tae-yong (2020-Januari 2025)

STY datang ketika tim berada di peringkat 173 dan sukses memberikan performa yang lebih baik secara signifikan ketimbang era Simon, sehingga membuat Indonesia berada di peringkat 127, naik 46 posisi. Indonesia bahkan sempat menembus peringkat 142 setelah Piala Asia 2023. Ia menjadi pelatih dengan lonjakan ranking terbesar dalam dua dekade terakhir.

Patrick Kluivert (Januari-Oktober 2025). 

Dimulai dari peringkat 127, Indonesia naik ke 123 pada 3 April 2025, tertinggi dalam 15 tahun saat itu. Kluivert mengakhiri masa jabatannya di peringkat 122.

John Herdman (sejak Januari 2026-Sekarang)

Herdman mulai melatih Indonesia dari peringkat 122. Ia berhasil menaikkan peringkat ke-118 pada Juni 2026 usai menang 3-0 atas Oman dan 1-0 atas Mozambik, sempat melangkah ke 117 setelah menggilas Bangladesh, dan kini di 116 dan menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil menyumbangkan piala untuk Indonesia.


Jika dihitung dari April 2023, ketika Indonesia berada di peringkat 149, total kenaikannya kini mencapai 33 tingkat.


Peringkat Ketiga di ASEAN

Dengan bertenggernya Garuda di peringkat 116, Indonesia menjadi negara terbaik ketiga di Asia Tenggara. Thailand masih memimpin di peringkat pertama di posisi 93, disusul oleh Vietnam di peringkat 99. Di bawah Indonesia ada Malaysia di peringkat 133 dan Filipina di peringkat 136. Meski kalah di final, Thailand naik satu tingkat, sedangkan Vietnam arus turun posisi.


Target Berikutnya: 100 Besar

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut kenaikan ini dan menegaskan target Indonesia adalah menembus 100 besar ranking FIFA. Gelar FIFA ASEAN Cup menjadi modal penting untuk terus memperbaiki posisi.