Review Film Obsession: Ketika Rasa Cinta yang Berlebihan Membawa Bencana

  • Muhammad Ichsan
  • Curry Barker merupakan sutradara dari film Obsession

  • Obsession meruapakan film horor dengan genre psychological horror

  • Film yang sangat relate dengan kehidupan nyata

  • Review film obsession memiliki rating yang cukup memuaskan


Baru-baru ini yang menjadi perbincangan, “Obsession” menjadi film dengan genre horor psikologis berhasil mendapatkan sorotan positif dari berbagai kalangan. Film yang disutradai oleh Curry Barker ini memilki latar belakang yang sangat relate dengan permasalahan kisah cinta di dunia nyata: Obsesi yang berlebihan membuat seseorang berubah dan mengirimkan teror terhadap kecintaannya yang melampui batas.


Berbeda dengan film horor pada umumnya, film Obsession lebih mengedeapankan pendekatan psychilogical thriller, daripada memunculkan karakter-karakter hantu dengan wujud yang menyeramkan. Melalui film ini, banyak pesan yang bisa kita dapatkan, berikut ini Ringkasannya.


Sinopsis Film Obsession


Berawal dari seorang pemuda pemalu romantis yang benama Bear (diperankan oleh Michael Johnston) memiliki ketertarikan kepada sahabat masa kecilnya yang bernama nikki. Bear merasa perasaannya tidak pernah tersampaikan dan terjebak ke dalam friendzone. 


Karena hal tersebut, Bear menggunakan cara lain dengan melakukan ritual mistis yang berhubungan dengan benda supranatural yang disebut “One Wish Willow” untuk menjadikan harapannya menjadi nyata.


Dibalik semua itu, ada konsekuensi yang harus dibayarkan dan sangat mengerikan. Nikki mulai merasa suka kepada bear, perasaannya berkembang tetapi secar tidak normal. Rasa cinta tersebut berubah menjadi obsesi yang berlebihan dan membawa mimpi buruk baru bagi Bear dengan penuh rasa takut dan terror.


Kehebatan dari Sang Sutradara


Obsession menjadi debutan film seorang Cury Barker sebagai sutradara. Umurnya yang masih 27 tahun sudah menunjukan bahwa dia adalah seorang yang kompeten di dunia perfilman. Alur pada script yang lebih mengedepankan konteks relasi modern, dialog pada film ini seolah terasa sangat natural dan sangat berhubungan dengan generasi muda di era sekarang.


Berbeda dari film horor pada umumnya yang selalu menebar teror setiap menitnya melalui suara-suara, scene dan berbagai lainnya, Obsession memilih sentuhan lain melalui humor-humor gelap yang membuat yang menyentuh psikogis.


Konflik yang tedapat dalam film juga tidak terburu-buru, bagi masyarakat Indonesia mungkin tidak asing dengan kisah cinta serupa yang ada di film ini. Menggunakan Pelet agar orang yang mereka kagumi bisa memiliki perasaan cinta kepada seorang yang mengaguminya.


Alur Film yang Terarah


Cury Barker mengembangkan kisah Bear dan Niki dengan cara yang sempurna. Pada awalan film hubungan antara mereka berdua dibuat sangat sederhana, sebelum adanya unsur mistis dan supranatural yang ikut campur.


Mulai memasuki inti film, dia memasukan unsur psychological horror yang bisa membuat orang yang menyaksikan film Obsession terasa tidak nyaman dan memahami POV dari film tersebut. Klimaksnya film ini memberikan pesan moral yang bisa kita ambil dari kisah Bear dan Nikki.


Alur cerita cukup jelas dan memberikan efektifitas kepada para penonton untuk memahami pesan apa yang ingin disampaikan oleh film tersebut.


Baca juga: Sinopsis Series Manis di Bibir, Tontonan Baru di Vidio! 


Pesan Moral yang Dapat Dipetik


Pada hakikatnya tuhan memberikan manusia perasaan sayang terhadap sesuatu yang ingin kita miliki. Tetapi dalam mencintai sebuah hal, perlu adanya bounderist yang tidak bisa selalu dipaksakan dan akhirnya perlu kita ikhlaskan.


Sesuatu yang dipaksakan seringkali memiliki akhir yang buruk, apabila memang tuhan tidak mentakdirkan untuk kita memiliki hal tersebut, ada rahasia ilahi yang memang kita tidak ketahui dan akan digantikan dengan yang lebih baik.


Pengharapan kepada mahluk hidup akan selalu berakhir dengan kekecewaan. Satu-satunya zat yang bisa kita percaya hanyalah tuhan semesta alam, selalu percaya kepada setiap takdir dan apa yang memang diperuntukkan untuk kita. Jangan lupa untuk selalu bersyukur terhadap apa yang kita miliki selama ini.


Obsesi adalah hal yang tidak baik untuk kita rasakan, kamu bisa terkurug dalam perasaan tersebut dan dapat mempengaruhi kejiwaan dan akal logika manusia. Tidak perlu terlalu terlarut dalam perasaan, cukup rasa cinta ini kita sampaikan kepada tuhan dan selalu berdoa untuk kebaikan diri sendiri dan orang-orang sekitar.


Jika seseorang memang benar-benar mencintai kita dia akan datang ke kehidupan, sebaliknya mereka yang memutuskan untuk tidak membuka hati tidak akan pernah menjadi milik kamu seorang.