Rupiah dan IHSG Menguat Usai Adanya Sentimen Damai AS-Iran, Senin Full Senyum!

  • Bayu Dewantara

Senin biasanya identik dengan drop dan mager, tapi awal pekan ini (15/6/2026), jadi Senin Full Senyum buat WNI.

Kabar soal tercapainya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran sukses memicu optimisme para investor global. Karena situasi mulai kondusif, aset-aset finansial kembali diburu pasar. Alhasil, nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melesat di zona hijau pada perdagangan Senin pagi ini.

Kurs Garuda, Rupiah Kokoh ke 17.672 per Dolar AS

Sempat bikin ketar-ketir akibat tekanan konflik geopolitik di Timur Tengah, mata uang Garuda akhirnya membuktikan resiliensinya. Rupiah langsung tancap gas melanjutkan tren penguatan yang solid.

Berdasarkan data perdagangan Senin ini per pukul 11.00 WIB, Rupiah sukses perkasa ke level 17.672 per dolar AS. Meredanya ketegangan antara AS dan Iran bener-bener jadi booster utama yang memperbaiki sentimen pasar global, sekaligus memicu para investor buat kembali melirik dan menaruh modal mereka di aset-aset negara berkembang termasuk Indonesia.

IHSG Comeback Kuat, Sukses Tembus Level Psikologis 6.200

Gak mau kalah sama performa Rupiah, pergerakan indeks saham domestik juga lagi menyala banget. IHSG resmi melakukan rebound dan mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan sepanjang perdagangan pagi ini.

Hingga mendekati siang pukul 11.00 WIB, IHSG terpantau melonjak tajam hingga 3,63% ke level 6.225,37. Kerennya lagi, hijau-hijaunya IHSG ini merata banget di berbagai sektor karena para investor berbondong-bondong melakukan aksi beli setelah lepas dari bayang-bayang kecemasan konflik global.

Sentimen Damai Global Jadi Angin Segar, Tekanan Harga Minyak Mereda

Gak bisa dipungkiri, kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran adalah katalis utama yang bikin pasar keuangan hari ini jadi se-bergairah itu. Ini bener-bener jadi angin segar yang dinanti-nanti pelaku pasar.

Dengan tensi geopolitik yang melunak, kekhawatiran global soal risiko lonjakan harga minyak dunia otomatis langsung ikutan merosot. Berkurangnya tekanan ini bikin mata uang negara berkembang bernapas lega. Momen risk-on ini pun dimanfaatkan investor buat back to business ke pasar saham dan keuangan Indonesia, sekaligus memperkuat momentum rebound yang sebenarnya sudah mulai sparkling sejak akhir pekan lalu.