Sebelum Jadi Bintang, Rony Parulian Nyaris Kerja di TransJakarta

  • Reyvan

Bagi Oppal Gengs yang mengenal Rony Parulian sebagai penyanyi muda bersuara khas sekaligus menyandang juara 3 Indonesian Idol Season 12 ini, mungkin tidak banyak yang tahu bahwa perjalanan kariernya ternyata dimulai sejak masih berusia 12 tahun. Jauh sebelum namanya dikenal lewat panggung pencarian bakat dan berbagai kolaborasi musik, Rony ternyata pernah mengikuti lomba dangdut dan bahkan meraih predikat juara favorit. 


Menariknya, di satu titik Rony juga sempat berada di persimpangan antara bekerja di TransJakarta atau mengejar mimpinya sebagai penyanyi. Nah, buat kamu Oppal Gengs yang masih penasaran bagaimana cerita Rony Parulian secara lengkap, kamu bisa menyaksikan obrolannya di Podcast Obrolan Hari Ini bersama Oppal. Biar enggak capek-capek menonton semuanya, yuk simak rangkuman cerita Rony Parulian dalam artikel ini!


Rony Parulian Pernah Juara Favorit Lomba Dangdut Saat Usia 12 Tahun


Salah satu cerita menarik yang dibagikan Rony dalam podcast tersebut adalah pengalamannya mengikuti lomba dangdut ketika masih berusia sekitar 12 tahun. Rony mengaku saat itu dirinya mengikuti kompetisi yang diperuntukkan bagi peserta usia SMP, meski usianya masih lebih muda. "Gua pernah ikut lomba dangdut," ujar Rony ketika ditanya soal pengalaman musiknya sejak kecil.


Dalam kompetisi tersebut, Rony berhasil mendapatkan gelar juara favorit di tingkat Jakarta Utara. Ia mengaku masih mengingat lagu yang dibawakannya, yakni "Masih Ada Cinta" milik Muchsin Alatas. Menariknya, ketika ditanya apakah gelar juara favorit tersebut mendapatkan hadiah uang, Rony menjawab tidak. Ia hanya memperoleh piala dan gelar sebagai juara favorit.


Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Rony sebelum akhirnya dikenal sebagai penyanyi profesional. Bahkan, ketika diminta menyanyikan sedikit lagu yang pernah dibawakannya, Rony masih mampu mengingat penggalan melodinya. Cengkok dangdut yang keluar dari suaranya pun langsung mendapat respons positif dari host Podcast Oppal.


Baca Juga: Iqbaal Ramadhan Jadi Copet? Pengakuannya Ada di Podcast Oppal!


Sempat Berdebat dengan Ayah karena Pilihan Kerja atau Idol


Perjalanan Rony kemudian berlanjut hingga dirinya menghadapi pilihan yang cukup menentukan. Sebelum mengikuti Indonesian Idol, Rony ternyata sempat hendak melamar pekerjaan di TransJakarta. Masalahnya, jadwal proses pekerjaan tersebut bertepatan dengan audisi Idol yang juga sedang ingin ia ikuti.


Rony akhirnya mencoba mengikuti keduanya dan ternyata berhasil lolos pada tahap awal. Namun, proses tersebut membuatnya harus menentukan pilihan karena jadwal keduanya berbenturan. "Terus gua coba yang di Idol dulu nih, sesuai ikutin hati gua," kata Rony dalam podcast.


Keputusan tersebut sempat membuatnya berdebat kecil bersama sang ayah. Menurut Rony, ayahnya sebenarnya sangat mendukung dirinya sejak kecil, tetapi sebagai orang tua tentu lebih memilih pilihan yang dianggap sudah pasti, yakni pekerjaan. Bahkan, sang ayah sempat menyarankan Rony menjalani pekerjaan di TransJakarta terlebih dahulu sebelum mengikuti Idol.


Bagi Rony, saran tersebut justru membuat situasinya semakin sulit karena ia membayangkan bagaimana dirinya harus meminta izin pada hari pertama bekerja. Pada akhirnya, Rony memilih mengikuti kata hatinya untuk mengejar kesempatan di Idol. Pilihan tersebut kemudian menjadi salah satu titik penting yang mengantarkannya ke dunia musik profesional.


Dari Dangdut hingga Belajar Musik Lewat Pengalaman


Ketertarikan Rony terhadap musik ternyata sudah tumbuh sejak usia sangat muda. Setelah mengikuti lomba dangdut, ia terus mengembangkan kemampuan bernyanyi hingga akhirnya terjun lebih serius ke industri musik. Rony juga sempat menempuh pendidikan musik hingga semester lima sebelum akhirnya memutuskan tidak melanjutkan kuliahnya.


Menurut Rony, pengalaman langsung justru menjadi bagian penting dari proses belajarnya sebagai musisi. Ia merasa ilmu yang sudah diperoleh dari bangku kuliah bisa langsung dipraktikkan melalui berbagai pengalaman bermusik. "Gua lebih kayak suka ikutin apa yang hati gua overflowing aja," ujar Rony ketika menjelaskan cara dirinya menjalani musik.


Menariknya, Rony mengaku lebih memperhatikan melodi dibandingkan lirik ketika mendengarkan sebuah lagu. Baginya, lirik yang sederhana sekalipun tetap bisa terdengar menarik apabila didukung melodi yang bagus. "Kalau melodinya bagus pasti akan didengar enak," kata Rony.


Baca Juga: Keisya Levronka Beberkan Cara Menjaga Mental di Tengah Bullying Netizen


Pernah Operasi ACL Dua Kali karena Olahraga

Bukan hanya perjalanan musik yang penuh cerita, Rony juga membagikan pengalaman lain di luar panggung. Ia ternyata cukup aktif berolahraga, mulai dari sepak bola, basket, hingga rugby. Namun, aktivitas tersebut membuatnya mengalami cedera ACL dan harus menjalani operasi sebanyak dua kali.


Cedera tersebut bahkan sempat membuat Rony berhenti bermain sepak bola karena mengalami trauma. Ia mengaku menjadi lebih berhati-hati setelah melewati pengalaman tersebut. Meski begitu, Rony kini mulai kembali bermain sepak bola setelah cukup lama vakum.


Kolaborasi dengan Banyak Musisi Besar


Karier Rony juga semakin berkembang melalui berbagai kolaborasi bersama musisi lain. Ia menyebut sejumlah nama yang pernah bekerja sama dengannya, seperti Raisa, Yovie Widianto, Andi Rianto, Petra Sihombing, dan Rendy Pandugo. Dari setiap kolaborasi tersebut, Rony merasa mendapatkan perspektif baru mengenai cara bermusik.


Menurutnya, setiap musisi mempunyai karakter dan pemikiran berbeda. Hal itulah yang membuat proses kolaborasi menjadi kesempatan untuk terus belajar. Rony juga secara khusus mengungkapkan rasa tidak menyangka ketika Raisa mengajaknya berkolaborasi dalam albumnya.


Naniura dan Ayam Napinadar Jadi Makanan Favorit


Sebagai penyanyi yang memiliki darah Batak, Rony juga membahas makanan khas yang dekat dengan dirinya. Dua makanan yang disebutnya adalah naniura dan ayam napinadar. Naniura bahkan ia gambarkan sebagai "sushinya orang Batak" karena menggunakan ikan yang tidak digoreng atau dimasak seperti hidangan pada umumnya, tetapi diolah memakai bumbu khas Batak.


Rony juga menyebut ayam napinadar sebagai salah satu comfort food yang mengingatkannya pada Medan. Meski begitu, ia mengaku tidak terlalu sering mengeksplorasi makanan ketika pulang ke Sumatera Utara. Salah satu alasannya karena sang ibu sudah sering memasak makanan tersebut untuknya.


Rony Ikut Membentuk Warna Musik di "Walls Akhir Zaman"


Obrolan kemudian mengarah pada karya terbaru Rony, "Walls Akhir Zaman". Lagu tersebut disebut memiliki warna yang berbeda dibandingkan karya-karyanya sebelumnya. Rony menjelaskan bahwa lagu ini menjadi bagian dari proses pendewasaan dirinya dalam bermusik.


Ide lagu tersebut muncul ketika Rony dan tim berada di Bali, saat situasi dunia sedang ramai membicarakan kemungkinan perang dunia ketiga. Dari situ muncul gagasan untuk membuat lagu tentang apa yang akan dilakukan manusia apabila mengetahui bahwa hari tersebut merupakan hari terakhirnya. Konsep tersebut kemudian dituangkan ke dalam lagu yang menggunakan tempo 3/4.


Rony mengatakan bahwa "Walls Akhir Zaman" sengaja dibuat agar pendengar bisa mempunyai interpretasi masing-masing. Baginya, lagu tersebut tidak harus memiliki satu makna yang sama bagi semua orang. Karena itu, ia justru senang ketika pendengar membuat berbagai teori sendiri mengenai arti "Walls Akhir Zaman".


Terinspirasi Brian Adams hingga Dibawa ke Festival

Dalam proses penciptaannya, Rony mengaku mendapatkan inspirasi dari lagu Brian Adams, "Have You Really Loved a Woman". Ia tertarik pada penggunaan elemen gitar klasik dalam lagu tersebut dan kemudian membawa referensi itu ke proses workshop bersama Rendy Pandugo dan Petra Sihombing.


Dari proses tersebut, ide awal yang sudah dimiliki Rony kemudian berkembang menjadi "Walls Akhir Zaman". Lagu itu pun akhirnya dibawakan secara langsung di berbagai panggung, termasuk Prambanan Jazz. Menurut Rony, membawakan lagu tersebut di Prambanan terasa spesial karena menjadi salah satu kesempatan awal memperkenalkan karya barunya secara langsung kepada penonton.


Kini Punya 6,1 Juta Monthly Listeners


Perjalanan panjang yang dimulai dari lomba dangdut ketika masih berusia 12 tahun akhirnya membawa Rony ke titik yang jauh berbeda. Dari seorang anak yang pernah mengikuti lomba dangdut, kemudian menghadapi dilema antara bekerja di TransJakarta atau mengikuti audisi Idol, kini ia telah memiliki karier sebagai penyanyi profesional.


"Walls Akhir Zaman" juga menunjukkan bahwa Rony tidak ingin berhenti pada satu warna musik saja. Ia ingin terus berkembang dan menjadi Rony Parulian yang memiliki banyak gaya dalam bermusik, tetapi tetap mempertahankan identitasnya. Saat podcast tersebut dibahas, Rony juga menyebut "Walls Akhir Zaman" telah mengantongi sekitar 6,1 juta monthly listeners.


Nah, buat Oppal Gengs yang penasaran mendengar cerita Rony secara langsung, mulai dari pengalaman juara dangdut, pilihan antara TransJakarta dan Idol, cerita operasi ACL, sampai proses lahirnya "Walls Akhir Zaman", jangan lupa tonton podcast lengkapnya di YouTube Oppal ID. Siapa tahu, dari cerita Rony ini kita bisa melihat bahwa perjalanan menuju mimpi memang tidak selalu lurus. Kadang justru dimulai dari pilihan sulit yang harus diambil pada saat yang tepat.