Nama Indonesia kembali hadir di panggung musik internasional. Kali ini, Shantell Vocal Ensemble menjadi sorotan setelah dipercaya sebagai satu-satunya wakil Indonesia dalam ajang Sing & Smile International Choir Festival & Competition 2026 di Tbilisi, Georgia. Grup paduan suara perempuan ini dijadwalkan tampil pada 21 Oktober 2026 dalam festival yang berlangsung pada 20–25 Oktober 2026.
Kehadiran Shantell Vocal Ensemble bukan sekadar kesempatan unjuk kemampuan vokal. Mereka juga membawa nama Indonesia ke hadapan peserta dan penonton dari berbagai negara melalui kekuatan musik dan harmoni suara.
Baca Juga: Cita-Cita dan Perjalanan Hidupku Menuju Panggung Musik
Shantell Vocal Ensemble Tampil di Festival Paduan Suara Internasional
Shantell Vocal Ensemble dijadwalkan tampil dalam Sing & Smile International Choir Festival & Competition di Tbilisi, Georgia. Partisipasi ini menjadi salah satu langkah kelompok tersebut untuk kembali menunjukkan eksistensinya di panggung internasional.
Ajang paduan suara internasional mempertemukan kelompok vokal dari berbagai negara dengan karakter, teknik, dan tradisi musik yang beragam. Bagi Shantell, kesempatan ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kualitas musisi Indonesia kepada audiens global.
Meski demikian, hasil kompetisi edisi 2026 belum dapat dipastikan dari informasi yang tersedia. Karena itu, keikutsertaan mereka patut disorot sebagai representasi Indonesia tanpa mendahului pengumuman hasil resmi.
Baca Juga: Ragam Selera Musik Indonesia
Viral Berkat Aransemen Lagu Ratu Sejagad
Sebelum berangkat ke Georgia, Shantell Vocal Ensemble lebih dulu menarik perhatian publik lewat penampilan lagu Ratu Sejagad. Lagu ciptaan Dani Mamesah tersebut dikenal melalui Vonny Sumlang dan kemudian dipopulerkan kembali oleh Duo Ratu.
Dalam penampilan Shantell, lagu tersebut dibawakan dengan aransemen paduan suara yang menonjolkan perpaduan suara, kekompakan, dan pembawaan panggung yang elegan. Video penampilannya ramai diperbincangkan di media sosial, bahkan memunculkan julukan humor “BCA Prioritas” dari warganet.
Namun, Shantell Vocal Ensemble bukanlah kelompok paduan suara yang berafiliasi dengan bank tertentu. Popularitas mereka berasal dari karya dan penampilan musik yang berhasil mencuri perhatian pengguna media sosial.
Fenomena ini menunjukkan bahwa musik paduan suara tidak selalu identik dengan pertunjukan formal. Ketika dikemas dengan menarik, lagu yang sudah dikenal publik pun bisa menghadirkan pengalaman baru dan menjangkau generasi yang lebih muda.
Berdiri Sejak 2004, Shantell Punya Rekam Jejak Internasional
Shantell Vocal Ensemble didirikan di Jakarta pada Agustus 2004. Kelompok ini dibentuk oleh sejumlah tokoh musik, di antaranya Avip Priatna, Yvonne Raharjo, Allan Sundjojo, dan Inge Hidayat.
Lebih dari dua dekade berkarya, Shantell telah mengikuti berbagai kompetisi dan pertunjukan musik, termasuk sejumlah ajang internasional. Pengalaman panjang tersebut menjadi bekal penting untuk tampil di tengah persaingan kelompok paduan suara dari berbagai negara.
Menariknya, para anggota Shantell berasal dari latar belakang profesi yang beragam. Mereka tidak hanya terdiri dari orang-orang yang berkecimpung di dunia musik, tetapi juga perempuan dengan aktivitas profesional dan kehidupan sehari-hari yang berbeda.
Keberagaman ini memperlihatkan bahwa kecintaan terhadap musik bisa menjadi ruang untuk belajar, berkolaborasi, dan terus mengembangkan kemampuan tanpa dibatasi satu latar belakang profesi.
Pernah Raih Prestasi di Kompetisi Internasional
Keikutsertaan di Georgia bukan kali pertama Shantell Vocal Ensemble membawa nama Indonesia ke luar negeri. Pada 2014, kelompok ini meraih juara pertama dalam kategori Adult Folk Song Choir dan juara kedua dalam kategori Female Choir di Llangollen International Musical Eisteddfod, Inggris.
Saat itu, Shantell membawakan lagu tradisional Indonesia, termasuk Lembe Lembe dan Cik Cik Periuk, dengan dukungan koreografi. Perpaduan musik tradisional dan penampilan panggung tersebut menjadi salah satu cara mereka memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada audiens internasional.
Prestasi lain tercatat pada 2017 dalam ajang International Cracovia Cantans di Polandia. Berdasarkan buletin Kedutaan Besar Republik Indonesia, Shantell meraih juara pertama pada kategori Female Choir serta kategori Folk and Popular Music.
Rekam jejak terskkebut menunjukkan bahwa paduan suara dapat menjadi media untuk memperkenalkan Indonesia melalui bahasa musik yang bisa dinikmati lintas budaya.
Bawa Harmoni Nusantara ke Panggung Dunia
Musik memiliki cara tersendiri untuk mempertemukan orang-orang dari latar belakang berbeda. Lewat paduan suara, setiap anggota perlu menyelaraskan nada, ritme, dan dinamika agar menghasilkan satu pertunjukan yang utuh.
Hal inilah yang membuat perjalanan Shantell Vocal Ensemble menarik untuk diikuti. Di tengah perkembangan musik digital dan tren viral di media sosial, kelompok ini menunjukkan bahwa latihan, konsistensi, dan kerja sama tetap menjadi bagian penting dalam menghasilkan karya berkualitas.
Penampilan mereka di Georgia juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan talenta Indonesia di panggung global. Apalagi, pengalaman membawakan lagu tradisional dalam kompetisi internasional sebelumnya memperlihatkan bagaimana musik dapat menjadi jembatan untuk mengenalkan budaya Nusantara.
Kini, perhatian tertuju pada kiprah Shantell Vocal Ensemble dalam Sing & Smile International Choir Festival & Competition 2026. Apa pun hasil kompetisinya nanti, kehadiran mereka di Tbilisi menjadi bagian dari perjalanan panjang musisi Indonesia dalam membangun apresiasi terhadap karya dan budaya bangsa di tingkat internasional.
Cynthia Paramitha