Tren Celana Baggy Pants Gen Z Sudah Ada Dari Jaman Belanda, Bukan Cuman Tren TikTok!

  • Muhammad Ichsan

Tren celana baggy pants atau celana longgar merupakan salah satu tren fashion yang sedang naik dan banyak digunakan oleh anak muda, terutama Gen Z. Ternyata, gaya berpakaian seperti  ini sudah ada sejak lama dan memiliki sejarah yang jauh lebih lama dari apa yang orang-orang perkirakan. Walaupun terlihat modis dan dianggap kekinian, gaya fashion celana longgar sebenarnya sudah melalui beberapa fase transformasi budaya di Indonesia, mulai dari era kolonial hingga budaya urban modern.


Source: Harian Disway


Awal Mula: Dari Sarung ke Celana di Era Kolonial

Source: therealnurtle


Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, pemerintah kolonial sebenarnya memiliki aturan ketat tentang cara berpakaian bagi penduduk pribumi, di mana orang-orang Indonesia pada kala itu hanya diperbolehkan menggunakan pakaian etnis masing-masing. Namun, pada dekade 1920, mulai terjadi pergeseran yang signifikan ketika masyarakat Indonesia perlahan mulai meninggalkan sarung dan lebih memilih celana panjang. Para nasionalis asal Jawa yang biasanya menggunakan surjan (baju adat Jawa) yang dipadukan dengan jas dan sarung, akhirnya beralih ke celana panjang gaya Barat yang menjadi lebih umum dikenakan.


Menariknya, jauh sebelum pengaruh Barat masuk, masyarakat Indonesia sebenarnya sudah lebih dulu bersentuhan dengan budaya berpakaian dari kalangan Muslim, termasuk sarung yang diperkenalkan oleh pedagang Yaman sejak abad ke-14 sebelum Belanda menginjakkan kaki di tanah Nusantara.

Era Celana Gombrong ala Rhoma Irama

Setelah masa kolonial berakhir, gaya celana baggy atau celana longgar kembali naik dengan gaya yang berbeda pada era 1970-1990-an, yang populer dengan sebutan “celana gombrong” atau yang biasa dikenal sebagai celana cutbray. Gaya identik terinspirasi dari penampilan seorang musisi dangdut legendaris, Rhoma Irama, yang menjadi tren senter. Bahkan, gaya “celana gombrong ini menjadi salah satu simbol fesyen streetwear (fesyen jalanan) Indonesia pada masa itu, sebelum akhirnya dianggap “kampungan” dan ketinggalan zaman pada dekade-dekade berikutnya.

Kebangkitan Baggy Pants Lewat Budaya Hip-Hop dan Skateboard

Istilah baggy pants dalam pengertian yang lebih dikenal secara global sebenarnya mulai populer pada era 1990-an dan dibawa oleh komunitas hip-hop, skater, serta budaya streetwear di Amerika Serikat. Salah satu ciri khas yang dimiliki adalah celana dengan potongan yang sangat lebar, terutama pada bagian paha dan lutut, berbeda dari model wide-leg yang cenderung lurus ke bawah, sehingga memberikan kesan oversized sekaligus ruang gerak yang lebih leluasa bagi pemakainya.


Baca juga: Iklan Chuck 70 X Dikaitkan dengan Isu Rasial, Ini Respons Converse

Kembali Populer di Era Modern

Source: TheUnstitchd.com

Setelah sempat tenggelam oleh tren pakaian slim-fit dan tapered selama beberapa tahun lamanya, baggy pants kini kembali menjadi primadona di dunia fashion pria dan wanita, tak hanya sebagai bentuk nostalgia gaya 1990-an semata, tetapi juga karena semakin banyak orang yang mengutamakan kenyamanan dan kebebasan bergerak dalam berpakaian sehari-hari.


Data dari Edited Market Intelligence (2023) mencatat penjualan celana dengan siluet longgar mengalami lonjakan hingga 74 persen secara global dibandingkan dengan periode 2021-2022. Sejumlah merek besar, baik dari kalangan streetwear maupun high-end fashion seperti Balenciaga, Carhartt, dan Stüssy, turut mendominasi peluncuran model baggy dalam beberapa tahun terakhir.

Fenomena di Indonesia dan Asia

Di benua Asia, khususnya sektor menswear, pencarian model potongan loose dan relaxed fit tercatat mengalami peningkatan hingga 2,5 kali lipat, terutama pada pasar Indonesia, Filipina, dan Thailand. Sementara itu, riset lokal dari Jakpat (Jakarta Survey Platform, 2023) menemukan bahwa sebanyak 56 persen pria Gen Z dan milenial di Indonesia menyebut alasan kenyamanan dan fleksibilitas sebagai faktor utama mengapa mereka beralih ke celana longgar, dengan celana cargo longgar dan model non-cargo baggy menjadi dua model terlaris di kategori celana pria secara daring.


Sejarah yang Terus Berulang

Fenomena kembalinya tren celana longgar ini menjadi penegas bahwa tren fashion memiliki pola umum di mana tren lama sering kali kembali populer dengan sentuhan dan gaya yang mengikuti perkembangan zaman. Sama seperti crop top yang sempat populer di awal 2000-an dan kini kembali digandrungi, atau topi ember dan kemeja kotak-kotak dari era 1990-an yang kembali jadi favorit anak muda masa kini, celana baggy pun mengalami siklus serupa, terus bertransformasi dari masa ke masa mengikuti konteks budaya dan sosial yang melingkupinya.