Setelah banyaknya kabar dan isu sekolah bakal daring lagi mulai April 2026. Pemerintah akhirnya resmi membatalkan wacana tersebut. Meskipun rencana belajar dari rumah itu sempat muncul sebagai bagian dari strategi penghematan energi, pemerintah memutuskan kalau pendidikan tetap jadi prioritas utama. Jadi, kalian bakal tetap belajar secara luring alias tatap muka langsung di sekolah seperti biasa.
Menko PMK Pratikno menjelaskan kalau Bapak Presiden Prabowo Subianto pengen banget kualitas sumber daya manusia kita makin oke, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan. Hasil diskusi antar kementerian menyimpulkan kalau interaksi langsung di kelas itu sangat penting buat mencegah terjadinya learning loss. Walaupun sempat ada obrolan soal metode hybrid atau campuran, sekarang dipastikan kalau belajar online bukan lagi sebuah kebutuhan yang mendesak.
Fokus pemerintah saat ini justru lagi gaspol buat ningkatin kualitas sekolah lewat berbagai program nasional. Mulai dari revitalisasi bangunan sekolah sampai pengembangan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda. Pemerintah mau memastikan semua jenjang pendidikan mendapatkan percepatan kualitas yang sama. Selain pendidikan, layanan medis juga dipastikan tetap jalan normal tanpa keganggu sama kebijakan efisiensi apa pun.
Terus gimana cara pemerintah tetap hemat energi tanpa ngganggu sekolah? Jawabannya ada di transformasi birokrasi yang lebih cerdas. Pemerintah bakal lebih fokus buat maksimalin sistem elektronik, ngurangin perjalanan dinas yang nggak penting, sampai nerapin sistem kerja fleksibel atau flexible working arrangement (FWA) buat para pegawai secara terukur. Intinya, efisiensi tetap jalan tapi pelayanan publik dan kualitas pendidikan nggak boleh dikorbanin
Bayu Dewantara