Enggak Lolos SNBP, Siswi Asal Medan Nayla Zhafira Diterima di 6 Kampus Luar Negeri

Seperti kata pepatah, “Banyak Jalan Menuju Roma”.

70

Salah satu tahap seleksi nasional untuk masuk ke perguruan tinggi yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2023 telah selesai diumumkan melalui website resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) pada hari Selasa (28/3) lalu.

Dari sebanyak 663.181 siswa sekolah lanjutan tingkat atas yang mendaftar SNBP 2023, diketahui ada 143.805 siswa yang dinyatakan lulus Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPBM).

Ilustrasi Siswa Merayakan Kelulusan/Via: Shutterstock

Buat Oppal gengs yang baru aja diterima masuk ke perguruan tinggi favoritnya melalui jalur SNBP, selamat ya! Semoga kamu bisa menjalankan proses perkuliahan dengan lancar dan sukses sampai akhir masa pendidikan nanti.

Untuk Oppal gengs yang masih belum mendapatkan berita baik terkait proses penerimaan masuk ke perguruan tinggi, jangan patah arang gengs. Karena bisa jadi rezeki kamu bukan datang dari SNBP, melainkan dari jalur seleksi lainnya.

Seperti pepatah “Banyak Jalan Menuju Roma” akan ada juga banyak jalan yang bisa kamu gunakan untuk mencapai cita-cita kamu.

Contohnya, seperti siswi asal Medan, Nayla Zhafira yang juga enggak lolos dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2023, tapi ia berhasil diterima di 6 perguruan tinggi ternama luar negeri secara sekaligus.

Ilustrasi Beasiswa/Via: Shutterstock

Nayla yang berasal dari SMA Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA), sebelumnya sudah mengikuti jalur SNBP dan dinyatakan tidak lolos. Setelah itu, Nayla mencoba untuk mendaftar Beasiswa Indonesia Maju untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Melansir dari detik.com, Nayla menceritakan ada beberapa rangkaian tes dan kursus yang harus ia ikuti, salah satunya membuat esai.

“Dalam Beasiswa Indonesia Maju, ada program persiapan mendaftar di universitas yang diinginkan. Kemudian saya mengikuti seluruh rangkaian, salah satunya membuat 3 esai dalam Bahasa Inggris. Esai ini menceritakan tentang pilihan universitas, jurusan, hobi dan kelebihan serta cita-cita yang akan dikontribusikan untuk Indonesia,” kata Nayla.

Setelah dinyatakan lulus tes administrasi, Nayla juga mengikuti tes lainnya yakni berpartisipasi dalam proyek sosial untuk mengatasi sampah plastik di lingkungan sekolahnya, yakni membangun rumah kaca dari botol plastik.

Lalu, setelah semua tes berhasil ia lalui, Nayla resmi diterima dan memperoleh Beasiswa Indonesia Maju dari 6 universitas ternama di luar negeri.

Universitas tersebut antara lain Nanyang Technological University – Chemical & Biomolecular Engineering (Singapura), Monash University – Chemical Engineering (Australia), University of Western Australia – Chemical Engineering (Australia), Wageningen University and Research – Chemical & Biomolecular Engineering (Belanda), University of New South Wales – Life Sciences (Australia), dan yang terakhir Curtin University – Computer Science (Australia).

Dari seluruh universitas yang menerima Nayla, setelah pertimbangan yang cukup matang, ia pun memilih Nanyang Technological University – Chemical & Biomolecular Engineering (Singapura) dengan beasiswa penuh dari Indonesia Maju S1.

“Saya memilih untuk berkuliah di Nanyang karena sesuai dengan passion saya yakni kimia, kemudian Nanyang juga merupakan universitas dengan ranking terbaik dari 5 universitas lainnya,” kata Nayla dalam sebuah video di Instagram @ypsaschool yang mereka unggah kemarin, Selasa (9/5).

Wah selamat untuk Nayla, semoga perjalanan kuliahnya selalu lancar ya!

Keberhasilan Nayla ini membuktikan bahwa, mendapatkan hasil yang terbaik enggak selalu menemui jalan yang mulus dan lancar gengs. Bisa jadi, dengan diawali sebuah kegagalan, akan ada harapan yang lebih baik yang datang menuju kamu setelahnya.

Asalkan, kamu juga mau berusaha dan selalu mencoba. Jadi selalu tetap semangat ya gengs, there’s always a rainbow after the rain!

via GIPHY