Melihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), videografer memiliki makna orang yang ahli dalam seni pengambilan gambar menggunakan kamera video. Dari makna ini bisa dikatakan bahwa profesi ini sangat erat kaitannya dengan sebuah kamera.
Belakangan ini memang pekerjaan menjadi seorang videografer sangat diminati oleh masyarakat. Tren video yang menjadi pilihan utama untuk mendapatkan perhatian orang menjadi alasan utama mengapa pekerjaan ini sangat diminati.
Namun, untuk menjadi seorang videografer juga harus memiiki skill yang tidak biasa. Salah sedikit, gambar yang dihasilkan bisa gelap, nge-blur, miring, dan lain sebagainya.
Jenis Videografer

Berdasarkan jenisnya, profesi videografer ini terbagi menjadi dua bagian. Yang pertama adalah videografer in-house atau mereka yang membuat untuk perusahaan sendiri. Kedua adalah videografer agensi yang membuat karya untuk pihak luar.
Videografer in-house biasanya bertanggung jawab untuk mengerjakan video, entah itu untuk marketing hingga company profile.
Sementara bagi videografer yang bekerja untuk agensi, biasanya mereka bertanggung jawab atas semua permintaan dari klien, mulai korporasi, brand, dan lain sebagainya.
Nah, untuk tahapan tertinggi dari seorang videografer adalah sinematografer. Ini bisa disebut sebagai “dewa” dari videografer yang bekerja untuk industri perfilman.
Tanggung Jawab Seorang Videografer
Praproduksi

Praproduksi merupakan tahapan yang sangat penting untuk seorang videografer. Dalam tahapan ini, videografer akan membantu sutradara dan penulis skenario dalam menjabarkan storyboard.
Videografer berkepentingan di bagian ini karena akan berhubungan dengan waktu dan budget yang akan dikeluarkan.
Setelah menjabarkan storyboard, videografer akan langsung melakukan cek persiapan teknis. Mulai dari kamera yang akan digunakan, lensa, tata cahaya, sampai dengan mikrofon untuk pemerannya.
Produksi

Pada proses produksi, videografer akan berhubungan langsung dengan sutradara. Pada umumnya, videografer bertugas untuk mengambil video dengan angle yang pas agar gambar yang dihasilkan sesuai dengan kemauan sutradara.
Tapi, dalam hal lain, videografer juga harus memastikan bahwa suara dari pemeran bisa ditangkap dengan jernih dan tidak ada noise. Ini akan memudahkan proses pascaproduksi yang nanti akan dikerjakan oleh editor.
Pascaproduksi

Usai melakukan produksi, seorang videografer juga bertanggung jawab dalam pascaproduksi. Hal pertama yang harus mereka lakukan di tahap ini adalah mengumpulkan semua video dan melakukan pencatatan untuk keperluan editing.
Videografer pada umumnya memiliki dua gaya saat melakukan editing. Pertama. melakukan editing secara keseluruhan dan disesuaikan dengan skenario.
Kedua, melakukan editing per video dan melakukan perubahan yang dibutuhkan yang mungkin akan berubah mengikuti skenario.
Skill dan Kualifikasi Seorang Videografer

Untuk menjadi seorang videografer tidak boleh sembarangan. Kamu yang akan menggeluti dunia ini harus memiliki beberapa skill dan karakter yang tidak biasa. Banyak perusahaan yang akan mengambil seorang videografer dari lulusan Ilmu Komunikasi atau desain Komunikasi Visual.
Selain itu, seorang videografer harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Bukan hanya teknik pengambilan gambar saja. Hal ini akan berkaitan dengan pekerjaan mereka yang berhubungan dengan orang banyak.
Seorang videografer juga harus berorientasi pada detil, entah itu yang terlihat atau yang terdengar. Kebutuhan ini menjadi penting karena tiap video yang diambil oleh mereka diwajibkan untuk sempurna, baik itu dari sisi gambar dan suara.
Pekerjaan videografer juga mewajibkan mereka untuk memiliki kemampuan menggunakan perangkat lunak. Perangkat ini juga dikhususkan pada yang memiliki kaitan dengan editing, misalnya Adobe Premiere Pro atau Final Cut Pro.
Jenjang Karir Videografer

Setiap perusahaan biasanya memiliki konteks yang berbeda untuk pekerjaan ini. Ada yang memasukkannya di tim marketing, adapula yang membuatkan tim sendiri, seperti tim produksi dan lain sebagainya.
Kalau kita berbicara di dunia marketing, jenjang karir yang mungkin bisa didapatkan oleh videografer adalah head of audio visuals. Selain itu, untuk di produksi seorang videografer bisa menjadi seorang head of production.
Baca juga: “Mengenal Profesi Animator: Jenjang Karier Sampai Skill yang Dibutuhkan“
Biasanya kalau kamu mau memiliki skill tambahan, kamu juga bisa mengambil beberapa sertifikat dan sekolah seperti menjadi pilot drone dan videografer untuk kebutuhan dokumentasi aerial.
Tertarik untuk profesi ini? Siapkan skill dan mental kamu ya Gengs!