Jalur Pansela, Alternatif Mudik dengan Pemandangan Ciamik di Selatan Jawa

Selain aspal di jalur ini masih mulus, pemandangannya juga ciamik gaess.

332
Jalur Pansela di Cidaun, Rancabuaya, Garut

Mudik sebentar lagi akan tiba, kurang lebih satu bulan lagi seluruh masyarakat Indonesia akan melakukan mudik ke kampung halaman masing-masing. Wilayah Jawa menjadi salah satu pilihan mudik paling banyak karena penduduk di provinsi itu terkenal senang merantau ke daerah lain.

Buat kamu yang mau mudik ke di wilayah Pulau Jawa, kini ada satu jalur yang bisa kamu gunakan sebagai jalan alternatif, yaitu jalur Pansela (Pantai Selatan). Wilayah ini terkenal akan pesona alam dan keindahan pantainya di sepanjang jalur yang membentang dari Pulau Banten sampai ke Jawa Timur itu.

Jalur Pansela di Cidaun, Rancabuaya, Garut
Jalur Pansela di Cidaun, Rancabuaya, Garut/Shutterstock

Jalur Pansela mulai dibangun pada tahun 2002 meliputi Pulau Jawa bagian selatan dari ujung barat ada di Ujung Kulon, Banten, sampai di ujung Timur berada di Banyuwangi, Jawa Timur. Dengan kata lain, jalur Pansela terbentang dari Serang, Banten, sampai ke Banyuwangi, Jawa Timur.

Rentang jalur pantai selatan ini dibangun sepanjang 1.604 kilometer yang meliputi wilayah Banten sepanjang 592,52 km, Jawa Tengah 216 km, D.I Yogyakarta 121 km, dan Jawa Timur 673 km. Total kabupaten yang dilewati oleh jalur Pansela ini sebanyak 24.

Dimulai dari Banten, jalur Pansela memiliki struktur jalan yang mulus dan lebar dengan pesona pemandangan pantai menjadi daya tarik tambahan. Sepanjang mata memandang, para pengendara yang melewati jalur ini pasti akan terkesima oleh pemandangan alam yang memanjakan mata.

Lokasi rest area pertama yang bisa kamu singgahi di jalur Pansela ini adalah Puncak Habibie di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Kamu bisa menikmati pemandangan alam dari ketinggian di sini. Puncak Habibie juga menjadi perbatasan Banten dan Jawa Barat.

Oia, kalau kamu dari Jakarta mau nyoba jalur Pansela di musim mudik nanti, kamu bisa menuju Kabupaten Bayah yang ada di Banten untuk masuk ke jalur ini.

Saat asik menikmati perjalanan yang luar biasa, kamu akan menemukan sebuah Masjid yang luar biasa di kawasan Garut, Jawa Barat. Masjid ini dinamakan Al-Jabbar yang menghadap ke laut bagian selatan. Kamu bisa beristirahat sejenak di sini sambil beribadah menunaikan ibadah salat atau berbuka puasa.

Setelah berjalan sepanjang ratusan kilometer, kamu akan memasuki wilayah Cilacap yang menjadi daerah perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Setelah itu, kamu akan diajak untuk masuk ke wilayah Kulonprogo, Bantul, dan Gunung Kidul yang berada di provinsi D.I Yogyakarta.

Foto Jalur Pansela/Kementerian PUPR

Memasuki wilayah Kulonprogo, kamu akan memasuki sebuah underpass atau jalan bawah tanah terpanjang di Indonesia yang dinamakan Underpass Bandara YIA yang menghubungkan Purwokerto dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada underpass ini juga ada beberapa ornamen berunsur seni dan budaya lokal.

Masuk ke wilayah Jawa Timur, kamu akan dimanjakan oleh wilayah jalan yang membelah perbukitan. Ya, benar sekali bahwa jalan Pansela yang ada di Provinsi Jawa Timur dibangun dengan membelah perbukitan kapur.

Oiya, kalau kamu lewat di lokasi ini pastikan dalam kondisi yang fit ya, karena tracknya yang cukup menantang dengan turunan dan tanjakan serta tikungan yang tak habis-habisnya.

Namun, ada satu experience yang menarik ketika kamu melintasi kawasan ini. Kalau sedang beruntung, kamu akan bertemu dengan para petani yang sedang panen semangka ketika melewati jalur Pansela Jawa Timur.

Foto para pengemudi yang ada di jalur Pansela/Kementerian PUPR

Setelah masuk ke daerah Bayah, kamu akan diajak menelusuri jalur Pantai Selatan sampai ke lokasi tujuan. Memang jalur ini lebih jauh dibandingkan dengan jalur tol trans Jawa, namun banyak yang mengatakan bahwa saat melintas di jalur Pansela kamu akan terhindar dari kemacetan.

Pastikan pula kamu mengisi bensin full tank ketika menemukan pom bensin, karena ini jalur yang baru, maka belum ada lokasi persis di mana SPBU atau pom bensin bisa ditemukan.

Tapi informasinya, ketika kamu melewati kota di sepanjang jalur Pansela, dipastikan ada pom bensin yang bisa kamu singgahi. Better saved than never kan.

Are you ready for the trip Gengs??? Can’t wait!!!

Rio
WRITTEN BY

Rio

Menulis seakan sudah menjadi kebiasaan untuk saya sejak kuliah. Skill ini terus berkembang sampai saat ini. Dimulai dari Liputan6.com sampai sekarang pekerjaan yang saya geluti seputar menulis artikel. Dan saat ini, Oppal Media adalah tempat saya untuk kembali belajar dan membuktikan yang terbaik.