Jelang Uji Coba, Ini Fasilitas Penunjang dan Keunggulan LRT Jakarta

Udah gak sabar pengen cobain!

46

Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jabodebek direncanakan akan mulai diuji coba pada Rabu, 12 Juli 2023. Sementara, operasional secara penuh bakal dimulai pada 18 Agustus 2023 mendatang.

LRT Jabodebek diluncurkan untuk meminimalisir kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Jagorawi. That’s why LRT terintegrasi dengan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek).

Selain itu, LRT Jabodebek mengusung konsep transportasi umum yang aman, nyaman, dan juga terjangkau. Sehingga kehadirannya diharapkan bisa memicu pengendara kendaraan pribadi beralih ke moda transportasi umum.

Lalu, bagaimana dengan fasilitasnya?

Fasilitas LRT Jakarta

LRT Jakarta
Kereta LRT Jakarta/jakarta.go.id

Melansir situs lrtjakarta.co.id, stasiun LRT di Jakarta dilengkapi fasilitas penunjang seperti tempat penjualan tiket atau loket, Automatic Fare Collection System, Customer Service, Ticket Vending Machine, toilet umum yang nyaman dan bersih, ruang P3K, public announcement, area retail dan komersial, lift, eskalator, musala, dan nursery room.

Selain itu, ada juga fasilitas penunjang lainnya seperti bangku prioritas (priority seat) bagi penyandang disabilitas, orang tua, ibu hamil, dan anak-anak. Tempat barang juga bakal tersedia di bagian atas bangku prioritas. Di dalam kereta juga tersedia passenger information display yang menampilkan peta jalur dan status posisi kereta.

LRT memiliki teknologi yang canggih

LRT Jakarta
Rangkaian kereta LRT/lrtjakarta.co.id

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan teknologi yang dimiliki LRT Jabodebek lebih canggih ketimbang MRT Jakarta maupun LRT Sumatra Selatan.

Melansir sindonews, LRT Jabodebek menggunakan teknologi generasi ketiga atau Grade of Automation (GoA) Level 3. Teknologi ini bisa dioperasikan tanpa masinis dan dapat mengatur jarak antarkereta dengan tetap konstan.

Penggunaan teknologi GoA Level 3 ini menjadi terobosan baru dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub dalam menyediakan sistem transportasi perkeretaapian yang inovatif, tapi tetap mengedepankan keselamatan.

LRT Jabodebek dirancang menggunakan sistem persinyalan CBTC (Communicated Based Train Control) yang didalamnya juga disematkan teknologi GoA Level 3. Jadi, teknologi ini bakal meningkatkan efektivitas headway management antarkereta serta meningkatkan frekuensi perjalanan atau transport rate hingga 30%.

Meskipun akan mengandalkan pengoperasian otomatis dan driverless atau tanpa masinis, sebagai langkah mitigasi dalam kondisi critical dan emergency, LRT menugaskan train attendant yang membantu proses pengoperasian, khususnya jika sewaktu-waktu terjadi disrupsi.

Menggunakan komponen dalam negeri

LRT Jakarta
Interior kereta LRT Jakarta/shutterstock

LRT Jabodebek adalah karya anak bangsa dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) lebih dari 65 persen. Kementerian Riset dan Teknologi awalnya mendorong supaya penggunaan tingkat komponen dalam negeri untuk pembuatan dan pengembangan LRT Jabodebek 100 persen.

Rangkaian kereta dari LRT Jabodebek diproduksi oleh PT INKA. Kontrak pembuat rangkaian kereta ini ditandangani pada tanggal 18 Januari 2018. Pihak LRT telah memesan 31 rangkaian dengan 6 kereta di setiap rangkaiannya, sehingga totalnya ada 186 unit kereta.

Kereta LRT Jabodebek menggunakan lebar gandar (sumbu) 1.435 mm dengan sumber listrik yang disalurkan lewat rel ketiga. Setiap rangkaiannya bisa mengangkut hingga 740 penumpang ketika normal dan hingga 1.300-1.500 penumpang dalam kondisi padat.

Mengandalkan konstruksi anti gempa

LRT Jakarta
LRT Jakarta memiliki beragam fasilitas penunjang /lrtjakarta.co.id

Pembangunan konstruksi jembatan LRT Jabodebek ini menggunakan LRB atau Bantalan Karet Inti Timbal, di mana konstruksi ini merupakan komponen infrastruktur yang berfungsi sebagai seismic isolator atau peredam gempa dengan kemampuan redaman yang tinggi. Jadi, dengan komponen ini, gempa nggak akan terasa.

Selain itu, LRT Jabodebek juga menggunakan teknologi U-Shape Girder sebagai struktur bangunannya. Teknologi ini merupakan gelagar dengan cetakan beton berbentuk huruf U.

U-Shape Girder ini juga memiliki keunikan dibanding dengan girder lainnya, yaitu bentuknya tipis dan ramping.

Anyway, U-Shape Girder produksi Pabrik Precast milik PT Adhi Karya (Persero) Tbk ini untuk pertama kalinya digunakan di Indonesia. Teknologi yang mengadopsi dari Prancis ini memiliki beberapa keuntungan, salah satunya kecepatan dalam proses pembangunan. Sehingga sangat efisien dalam waktu dan biaya, serta proses pembangunan pun nggak perlu memakan waktu lama.

Sekarang kamu sudah tahu mengenai fasilitas penunjang dan keunggulan LRT Jakarta. Kamu sudah siap menjajal kereta LRT ini, gengs?

TIRA
WRITTEN BY

TIRA

Fashion and sport enthusiast!