Makna Perjalanan Kaki Biksu asal Thailand Menuju Candi Borobudur

Ini merupakan perjalanan reliji.

97
Biksu

Puluhan biksu atau bhante yang berjalan kaki dari Thailand menuju Borobudur saat ini sudah sampai di Ambarawa, Jawa Tengah. Sebanyak 32 biksu itu berjalan kaki dari Thailand ke Candi Borobudur sebagai tujuan akhir mereka.

Melansir dari berbagai macam sumber, tujuan dari para biksu berjalan kaki dari Thailand ke Borobudur itu juga dalam rangka merayakan Hari Waisak yang jatuh pada 4 Juni di Candi Borobudur.

Tradisi yang dilakukan oleh para biksu ini dinamakan Thudong. Thudong merupakan perjalanan ritual para bhante atau biksu yang dilakukan dengan berjalan kaki ribuan kilometer.

Tradisi thudong merupakan ritual keagamaan bagi umat Buddha yang dilakukan dengan berjalan kaki dan dianggap sebagai ritual perjalanan spiritual.

Seperti yang dilakukan oleh para bhante yang berjalan kaki dari Bangkok Thailand menuju Candi Borobudur. Kalau kita melihat dari Google Maps, perjalanan biksu dari Kota Nakhon Si Thammarat menuju Magelang, Jawa Tengah, berjarak sekitar 2.753 kilometer.

Foto tangkapan layar perjalanan dari Thailand ke Indonesia

Jika dihitung waktu, maka perjalanan ini memakan sekitar 529 jam atau 22 hari jika berjalan terus menerus. Ritual jalan kaki ini diketahui sudah menjadi tradisi sejak ratusan tahun lalu.

Tujuan berjalan kaki dari Thailand ke Indonesia diketahui merupakan salah satu bentuk perjalanan reliji.

Para biksu ini masuk ke Indonesia dari Batam, Kepulauan Riau. Setelah itu, mereka diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat. Setelah sampai di Bandara Soekarno-Hatta, mereka kemudian melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menuju Jakarta.

Lalu ke Bekasi – Cikarang – Karawang – Cikampek – Pamanukan – Kandanghaur – Jatibarang – Cirebon – Losari – Tegal – Pemalang – Pekalongan – Banyuputih – Kendal – Semarang – Ambarawa – lalu berakhir di Magelang.

Demi mendukung kelangsungan acara ini, panitia juga menyediakan mobil mengikuti perjalanan biksu dari Thailand ini. Perjalanan tersebut juga memecahkan rekor MURI.

Sebelum berangkat, para biksu ini sudah dipersiapkan secara mental. Hal ini dibutuhkan karena pada biksu ini akan melewati berbagai medan, cuaca, dan kondisi lingkungan yang bisa berubah suatu waktu.

Baca juga: “Tradisi Unik Puluhan Biksu Jalan Kaki dari Thailand ke Candi Borobudur Jelang Perayaan Waisak

Di awal keberangkatan, mereka dihadapi dengan tantangan gelombang panas yang melanda Thailand. Para biksu ini juga merasakan perubahan cuaca dari panas ke hujan ketika mereka tiba di Malaysia dan Indonesia.

Rio
WRITTEN BY

Rio

Menulis seakan sudah menjadi kebiasaan untuk saya sejak kuliah. Skill ini terus berkembang sampai saat ini. Dimulai dari Liputan6.com sampai sekarang pekerjaan yang saya geluti seputar menulis artikel. Dan saat ini, Oppal Media adalah tempat saya untuk kembali belajar dan membuktikan yang terbaik.

Related Post