Menikmati Lupis Mbah Satinem, Sarapan Legendaris Khas Kota Yogyakarta Sejak 1963

Kalo ke Jogja jangan lupa cobain gaes!

81
Mbah Satinem

Kalau kamu berkunjung ke Yogyakarta, jangan lupa untuk berkunjung dan menikmati sarapan yang cukup legendaris Lupis Mbah Satinem. Makanan jajanan pasar ini cukup banyak dicari orang ketika mereka datang ke Yogyakarta.

Lupis Mbah Satinem terletak di pinggir Jalan Diponegoro, Kota Yogyakarta, tepatnya berada di depan ruko “Optik Yogya”. Pada masa liburan panjang, Lupis Mbah Satinem pasti akan diserbu masyarakat yang penasaran dengan rasanya yang sangat khas.

“Ini Mbah Satinem bukanya dari jam setengah 6 pagi. Tapi, biasanya mulai jam setengah 5 pagi orang-orang udah pada ngumpul,” kata salah seorang penjual warung minuman yang dagang persis di samping kedai Mbah Satinem.

Pada waktu ke sini, kamu nantinya akan diberikan nomor antrean sampai dengan nomor 50. Nah, kalau nomornya sudah habis, maka kamu bisa menunggu antrean di luar nomor antrean. Kalau makanan yang dijajahkan Mbah Satinem sudah habis di antrean ke-50, maka kamu yang tak mendapat nomor antrean harus mencoba keesokan harinya.

Foto antrean di lokasi Mbah Satinem berjualan/Dok.Oppal

Tapi, kalo di luar nomor antrean dagangan Mbah Satinem masih ada, maka kamu bisa mendapatkannya dan merasakan khas dari jajanan tersebut.

Mbah Satinem menjual lupis, gatot, tiwul, dan cenil dengan harga Rp10.000 per porsinya. Harga ini cukup murah dengan kualitas rasa yang luar biasa. Mbah Satinem sudah berjualan kue ini sejak tahun 1963.

Wajar saja jika makanan tradisional ini cukup melegenda bahkan sampai ke telinga para perantau yang berada di luar Yogyakarta. Cita rasa dari lupis Mbah Satinem ini masih terjaga dari awal beliau berjualan sampai dengan saat ini.

Sang cucu yang juga ikut menemani Mbah Satinem berjualan mengatakan sampai saat ini beliau masih meracik sendiri dagangannya mulai dari lupis, tiwul, dan cenil. Makanya, rasanya masih terjaga sampai sekarang.

Foto Mbah Satinem saat sedang melayani pembelinya/Dok.OPPAL

“Ini mbah sendiri yang masak, kita cuman bantu-bantu aja. Beliau gak mau dibantuin, katanya biar rasanya tetap sama kayak dulu,” kata sang cucu yang setia menemani Mbah Satinem berjualan.

Untuk Oppal Gengs yang sedang liburan atau akan berencana liburan ke Yogyakarta, jangan lupa untuk nyicipin Lupis Mbah Satinem yang melegenda ini ya.

Rio
WRITTEN BY

Rio

Menulis seakan sudah menjadi kebiasaan untuk saya sejak kuliah. Skill ini terus berkembang sampai saat ini. Dimulai dari Liputan6.com sampai sekarang pekerjaan yang saya geluti seputar menulis artikel. Dan saat ini, Oppal Media adalah tempat saya untuk kembali belajar dan membuktikan yang terbaik.