Ramai Tentang ADHD, Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya, Yuk!

Yuk, kenali adhd lebih dekat lewat artikel berikut.

41

Kalau kamu sering menghabiskan waktu meluncur di media sosial, pasti Oppal gengs juga mengetahui kalau baru-baru ini, media sosial Indonesia tengah ramai membicarakan tentang Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau yang biasa dikenal dengan ADHD.

Buat kamu yang belum tahu, ADHD banyak diartikan sebagai gangguan pada perkembangan otak anak, yang dapat memiliki berbagai dampak. Seperti anak sulit memusatkan perhatian, sulit mengontrol diri, kurang konsentrasi, bahkan juga hiperaktif.  

ADHD/Via: Shutterstock

Sebenarnya, ada banyak pembahasan mengenai ADHD yang perlu kamu ketahui, gengs. Seperti gejala, penyebab, dan bagaimana cara mengobatinya. Supaya lebih jelas, yuk kita bahas satu-persatu!

Apa Sih ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)?

Melansir dari website resmi Siloam Hospital, Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan kondisi ketika terjadinya gangguan perkembangan saraf yang berpengaruh pada motorik atau gerakan seseorang.

Kondisi ini memang menyerang anak-anak, tetapi gejala yang muncul bisa bertahan hingga remaja bahkan dewasa.

Ilustrasi Anak-Anak sedang Belajar/Via: Shutterstock

ADHD sendiri dikelompokkan menjadi 3 subtipe sebagai berikut:

  • Dominan hiperaktif-impulsif

Anak-anak yang mengidap ADHD tipe ini pada umumnya memiliki masalah hiperaktivitas yang muncul bersamaan dengan perilaku impulsif atau kecenderungan untuk melakukan sesuatu tindakan secara spontan tanpa dipikir terlebih dahulu.

  • Dominan inatentif

Selanjutnya, pada tipe kedua gangguan ADHD memiliki ciri-ciri sulit untuk fokus atau menaruh perhatian pada suatu hal dan cenderung enggak bisa memperhatikan dengan baik.

  • Kombinasi hiperaktif – impulsif dan inatentif

Tipe yang terakhir merupakan kombinasi dari semua gejala di atas. Pada tipe ini, anak yang terindikasi ADHD akan menunjukkan ciri hiperaktif, impulsif, dan enggak dapat memperhatikan dengan baik.

Gejala ADHD

Seperti penjelasan sebelumnya, gejala ADHD adalah tindakan impulsif, hiperaktif, serta sulit untuk fokus. ADHD umumnya didiagnosa pada anak-anak atau pada saat mereka remaja, dengan usia rata-rata 7 tahun.

Ilustrasi Anak Sulit Fokus/Via: Instagram

Untuk mengenali ADHD, ada beberapa gejala yang bisa kamu kenali, seperti berikut:

Gejala ADHD pada anak-anak

  • Kesulitan fokus pada aktivitas dan menjadi mudah terganggu
  • Tidak bisa fokus saat bermain atau mengerjakan tugas sekolah
  • Gelisah atau kesulitan duduk diam dalam waktu yang lama
  • Sering berlarian
  • Terlalu banyak berbicara dan sering kali menginterupsi atau memotong pembicaraan seseorang
  • Mudah merasa bosan
  • Mudah merasa marah
  • Sulit untuk menunggu giliran atau menunggu dalam waktu yang lama

Gejala ADHD pada remaja

Selain pada anak-anak, biasanya ADHD juga ditemukan pada usia remaja. Atau jika gejala ADHD sudah ditemukan pada usia dini, gejala tersebut dapat berubah dan bertambah pada waktu anak tersebut bertambah usia, seperti berikut:

  • Kesulitan fokus pada tugas sekolah
  • Kesulitan menyelesaikan tugas yang diberikan
  • Memiliki masalah pada manajemen waktu
  • Kesulitan dalam melakukan hubungan sosial dengan orang lain
  • Mudah emosi dan mengalami peningkatan frustasi

Gejala ADHD pada orang dewasa

  • Jika belum mendapatkan pengobatan serius, pada saat dewasa gejala ADHD akan terlihat lebih kompleks dan serius
  • Memiliki masalah harga diri dan kesejahteraan mental secara keseluruhan
  • Melakukan penyalahgunaan zat berbahaya, terutama alcohol
  • Sulit berinteraksi dan bersosialisasi
  • Sering mengalami kecelakaan atau cedera

Penyebab ADHD

Ada beberapa faktor yang dapat memicu penyakit ADHD pada beberapa orang, sebagai berikut:

  • Faktor genetik atau keturunan
  • Lahir dengan keadaan premature
  • Berat badan bayi pada saat lahir terlalu rendah
  • Terkena paparan zat kimia yang kuat pada saat bayi masih dalam kandungan
  • Kebiasaan merokok serta mengonsumsi alkohol ketika sang Ibu masih dalam masa kehamilan

Cara Mengetahui Seseorang Penderita ADHD

Ilustrasi Melakukan Pemeriksaan dengan Dokter/Via: Shutterstock

Hal yang penting dan harus kamu perhatikan, gengs, meski terdapat beberapa gejala yang bisa kamu jadikan acuan, untuk mendiagnosis ADHD perlu melibatkan seorang dokter atau tenaga medis yang sesuai di dalam bidangnya.

Bagi kamu yang sudah menjadi orang tua, anak hiperaktif juga enggak selalu menderita ADHD, maka dari itu dibutuhkan pemeriksaan oleh Dokter, supaya kamu enggak sembarangan memberikan diagnosa dan hasilnya bisa akurat.

Pemeriksaan oleh Dokter bisa melalui beberapa tahap sebagai berikut:

  • Wawancara Medis, mula-mula Dokter bakal melihat riwayat penyakit dari pasien terlebih dahulu. Seperti penyakit turunan atau penyakit yang sudah pernah diderita, masalah psikologis. Selanjutnya, akan dilakukan sesi wawancara medis bagi pasien atau dengan orang-orang di sekitarnya.
  • Pemeriksaan Fisik, pemeriksaan fisik bertujuan untuk memeriksa kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.
  • Tes Kuesioner, pasien akan menjawab kuesioner yang berisi gambar atau beberapa pertanyaan terkait psikologis.

Pengobatan untuk Penderita ADHD

Melansir dari website Siloam dan Halodoc, diketahui sampai saat ini ADHD merupakan salah satu penyakit yang belum bisa disembuhkan secara total. Namun, ada beberapa pengobatan yang bisa diberikan untuk membantu penderita ADHD untuk bisa menyesuaikan kondisinya dengan rutinitas sehari-hari.

Ilustrasi Melakukan Pemeriksaan dengan Dokter/Via: Shutterstock
  • Setelah didiagnosa oleh dokter, pasien bakal diberikan beberapa obat-obatan yang sesuai untuk mengatasi gejala ADHD dan membantu pasien untuk lebih tenang dan mengurangi sikap impulsif pada kegiatan sehari-hari.
  • CBT (cognitive behavioural therapy), terapi ini dapat membantu pasien untuk merubah pola pikir dan perilaku saat mengalami masalah dalam hidupnya.
  • Terapi psikologi, perawatan ini bertujuan supaya penderita ADHD dapat menemukan solusi untuk mengatasi gejala penyakitnya.

Cara Bijak Orang Tua Menangani Anak Penderita ADHD

Ilustrasi Pengasuhan Orang Tua pada Anak/Via: Shutterstock

Bagi orang tua, kamu bisa menerapkan metode pengasuhan yang tepat untuk anak penderita ADHD. Anak biasanya masih mencontoh perilaku orang-orang dewasa di sekitarnya, maka kamu bisa mebuat jadwal rutinitas dan memberikan arahan yang jelas, serta memberikan contoh untuk berperilaku tenang dan mengontrol emosi.

Kamu juga bisa melakukan pelatihan untuk orang tua, supaya kamu bisa memahami perilaku penderita ADHD dan bisa memberikan pengasuhan yang lebih tepat dari para ahli.

Anyway, dengan beberapa informasi di atas, semoga dapat membantu ya Oppal gengs! Jangan lupa untuk temui Dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut dan untuk hasil yang lebih akurat dan tepat.

Editor's Pick