Seru Banget! Warga Indonesia di San Francisco Naik Taksi Tanpa Supir

Teknologi masa depan sudah di depan mata nih gaes!

71

Kalau kamu pernah melihat fitur auto pilot atau autonomous driving yang dikenal dengan sistem yang mampu mengendalikan kendaraan secara otomatis, pada mobil yang sedang dikemudikan oleh seseorang, mungkin saat ini hal itu udah biasa, gengs.

Tapi pernah enggak sih kamu membayangkan naik taksi yang seluruhnya dikemudikan oleh sistem dan bisa berjalan serta beroperasi sendiri tanpa supir? Pasti rasanya, agak deg-deg’an ya, gengs!

Well, hal inilah yang dirasakan oleh warga negara Indonesia (WNI) bernama Nurvirta Monarizqa di San Francisco, California, Amerika Serikat.  Pengalaman menarik yang ia rasakan ini baru saja ia bagikan ke dalam sebuah video di akun Instagramnya, pada hari ini, Senin (29/5).

Dalam video tersebut, Mona terlihat menaiki sebuah taksi tanpa supir yang bisa berjalan sendiri dengan lancar. Ia terlihat sangat excited sekaligus bingung karena hal ini merupakan pengalaman pertama baginya.

“Pesen taxi, nggak ada driver yang nyangkut ❌ pesen taxi, nggak ada drivernya ✅
This is my first time riding a Robotaxi, have you been? How was your experience? This one was with @cruise and I’m so impressed!!,” tulis Mona dalam captionnya.

Usut punya usut, ternyata taksi tersebut merupakan sebuah taksi yang sudah dilengkapi dengan teknologi autonomous car yakni sebuah kendaraan yang dapat beroperasi dengan aman dan efektif tanpa perlu dikendalikan oleh manusia.

Autonomous Taxi Car/Via: Wired

Untuk bisa berkendara dengan aman, autonomous car ini mengandalkan radar, sensor kamera, light detection, dan ranging, sehingga memiliki kemampuan otonom.

Fasilitas taksi tersebut, Mona dapatkan dari sebuah aplikasi penyedia layanan taksi online di San Fransisco bernama Cruise, yang merupakan perusahaan startup dari General Motors. “Kita naik pake app Cruise, kayak pesan Gojek/Grab,” tulis Mona dalam videonya.

Mona juga menjelaskan, taksi ini nantinya akan berhenti dan menurunkan kita sebagai penumpang secara otomatis di tempat tujuan yang sudah ditentukan yang sudah kita cantumkan di awal pada aplikasi.

Tombol “End Ride”/Via: Tangkapan Layar

Tapi, untuk berjaga-jaga di dalam mobil juga tersedia tombol yang bertuliskan “end ride” yang merupakan tombol bantuan dan mobil akan berhenti apabila terjadi hal-hal yang enggak diinginkan.

Oh iya, just in case kamu merasa bosan karena berada di taksi tersebut sendirian, pihak Cruise juga menyediakan beberapa hiburan seperti musik yang bisa kamu dengarkan di dalam mobil.

Meski tanpa supir, Mona mengatakan bahwa ia sangat menikmati pengalaman pertamanya menaiki autonomous taxi car dan akan mencobanya lagi di lain kesempatan.

Autonomous Taxi Car/Via: The Verge

“Nyetirnya enak banget, ngeremnya mulus kayak wajah habis facial. Apa aku bakal naik lagi? Oiya👍🏼,” tulis Mona. Di akhir video Mona juga memberikan rating untuk perjalanannya tersebut yakni bintang 5/5.

Canggih banget ya, gengs fitur mobil yang sedang naik daun di Amerika Serikat ini? FYI, sebelum fitur ini dirilis dan diperbolehkan oleh pemerintah di sana, mereka sudah terlebih dahulu melakukan ratusan ribu percobaan yang ketat untuk menyatakan mobil ini boleh beroperasi.

Total Cruise telah melakukan pengetesan selama 200.000 jam setiap harinya dalam simulasi 3D, mereka juga sudah melakukan kurang lebih 250.000 simulasi kecelakaan agar bisa selalu siap untuk menghadapi kejadian apa pun.

Jadi, bisa dikatakan kalau penggunaan autonomous taxi car ini aman, gengs! Gimana, Oppal gengs kamu tertarik buat coba?