Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 resmi berakhir dengan catatan yang sangat monumental. Memasuki usia dua dekade, hajatan film paling bergengsi di Asia Tenggara ini bukan cuma jadi ajang nonton bareng, tapi sukses membuktikan posisinya sebagai ruang diskusi dan pertumbuhan ekosistem sinema Asia yang paling solid.
Tahun ini, JAFF mencetak rekor dengan total lebih dari 30.000 penonton. Angka ini naik drastis dari tahun sebelumnya, menandakan kalau antusiasme pencinta film makin gila-gilaan. Selama delapan hari, ada 227 film dari 43 negara yang diputar.
Menariknya, antusiasme penonton gak cuma di kursi bioskop saja. Direktur Program JAFF, Alexander Matius, cerita kalau banyak sesi diskusi dan tanya jawab bareng pembuat film yang baru kelar waktu dini hari, tapi penontonnya tetap bertahan sampai akhir.

Becoming Human Raih Kasta Tertinggi
Puncak penghargaan JAFF 2025 jatuh pada film Becoming Human karya Polen Ly yang menyabet Golden Hanoman. Juri menilai film ini sebagai puisi visual yang liris dan surat cinta bagi dunia sinema. Sementara itu, Silver Hanoman diraih oleh film A Useful Ghost garapan sutradara Ratchapoom Boonbunchachoke yang berani memadukan humor absurd dengan isu sosial yang tajam.

Kategori Indonesia Screen Awards juga jadi sorotan besar tahun ini. Film Better Off Dead (Tinggal Meninggal) garapan Kristo Immanuel sukses besar dengan memborong piala Best Film, Best Director, hingga Best Screenplay. Kristo dinilai berhasil membungkus ketakutan manusia modern lewat komedi satir yang segar dan sangat relate dengan audiens hari ini.
Bukan Sekadar Festival Film
Di balik layar, JAFF 2025 juga membawa pesan penting soal masa depan. Direktur Festival, Ifa Isfansyah, menekankan bahwa di tengah gempuran platform digital, ekosistem film harus tetap dipikirkan keberlanjutannya, terutama soal urgensi pengarsipan film agar karya-karya sineas tidak hilang ditelan zaman.
Gak cuma soal artistik, JAFF juga makin menunjukkan komitmennya pada isu lingkungan. Tahun ini, tim festival berhasil mengelola limbah sampah hingga lebih dari 1.500 kg, menjadikan JAFF sebagai festival yang ramah lingkungan. Selain itu, regenerasi di dalam tim juga berjalan lancar dengan banyaknya keterlibatan anak muda yang menjadi sinyal positif untuk masa depan festival ini.
Daftar Lengkap Pemenang JAFF 2025
Main Competition
- Golden Hanoman: Becoming Human (Polen Ly)
- Silver Hanoman: A Useful Ghost (Ratchapoom Boonbunchachoke)
- Jury Special Mention: Sunshine (Antoinette Jadaone)
Indonesian Screen Awards
- Best Film: Better Off Dead / Tinggal Meninggal
- Best Director: Kristo Immanuel (Better Off Dead)
- Best Screenplay: Kristo Immanuel & Jessica Tjiu (Better Off Dead)
- Best Performance: Omara Esteghlal (Better Off Dead) & Afiqa Kirana (The Period of Her)
- Best Cinematography: Vera Lestafa (Dopamine)
- Best Editing: Ryan Purwoko (Better Off Dead)
- Best Music: Anto Hoed & Melly Goeslaw (Rangga & Cinta)
Penghargaan Lainnya
- Blencong Award: Water Sports (Whammy Alcazaren)
- Netpac Award: Becoming Human (Polen Ly)
- Geber Award: Sunshine (Antoinette Jadaone)
- Students Award: Water Sports (Whammy Alcazaren)
Memasuki dekade ketiganya, JAFF menegaskan kembali bahwa mereka bukan sekadar tempat pemutaran film, melainkan ruang eksperimen dan rumah bagi sineas Asia untuk terus tumbuh. Terima kasih untuk semua penonton, relawan, dan komunitas yang sudah jadi bagian dari dua dekade JAFF. Sampai jumpa di edisi berikutnya.