Aktris Indonesia Asmara Abigail, Menjadi Juri di Locarno Film Festival 2025

Partisipasi Asmara menambah daftar panjang talenta Indonesia yang turut berkiprah di panggung film internasional tahun ini

46

Aktris Indonesia Asmara Abigail resmi diumumkan sebagai salah satu juri untuk kategori Concorso Cineasti del Presente di ajang bergengsi Locarno Film Festival ke-78 yang akan digelar pada 6–16 Agustus 2025 di Swiss. Dalam perannya ini, Asmara akan bergabung bersama para tokoh penting dari dunia seni dan perfilman global, seperti La Frances Hui (Direktur Departemen Film, Museum of Modern Art – MoMA, New York) dan aktris asal India, Kani Kusruti (All We Imagine as Light).

Dikenal lewat deretan peran kuat di film-film lokal dan internasional, kehadiran Asmara sebagai juri di salah satu festival film tertua dan paling dihormati di Eropa menjadi langkah penting dalam mewakili suara Asia Tenggara di kancah sinema dunia.

Partisipasi Asmara menambah daftar panjang talenta Indonesia yang turut berkiprah di panggung film internasional tahun ini. Sebelumnya, produser Yulia Evina Bhara ditunjuk sebagai juri Semaine de la Critique di Festival Film Cannes 2025 serta juri Emmy Awards 2025. Sementara itu, sutradara Kamila Andini terpilih menjadi anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences dan kini memiliki hak suara dalam ajang Oscar ke-97.

Locarno: Festival dengan Sejarah Panjang

Pertama kali digelar pada 1946, Locarno Film Festival telah menjadi ajang penting bagi para sineas independen dan dikenal melahirkan sutradara-sutradara berpengaruh di dunia. Festival ini juga menjadi ruang bagi film-film yang mengangkat perspektif baru dan unik dari seluruh dunia—termasuk dari Indonesia. Sebelumnya, film seperti The Science of Fictions (2019) dan Stone Turtle (2022) yang dibintangi Asmara, juga tampil di panggung Locarno. Kini, ia kembali ke festival tersebut dalam peran berbeda—sebagai juri yang turut menentukan arah perfilman masa depan.

Festival tahun ini juga akan menganugerahkan Leopard of Honour untuk Alexander Payne dan Lifetime Achievement Award bagi aktris Lucy Liu.

Tentang Asmara Abigail

Asmara mengawali debut layar lebarnya melalui film eksperimental Setan Jawa (2016), yang diputar di berbagai negara dengan iringan musik orkestra secara langsung. Namanya kemudian semakin dikenal lewat perannya di Pengabdi Setan dan Perempuan Tanah Jahanam, dua film horor Indonesia yang menuai pujian di dalam dan luar negeri.

Film Hiruk Pikuk si Alkisah yang dibintanginya sempat meraih Special Jury Prize di Locarno, sementara aktingnya dalam Stone Turtle mengantarkannya menjadi nomine Aktris Terbaik di Locarno 2022. Ia juga tampil dalam Crossroads: One Two Jaga (Malaysia–Indonesia), serta film-film lain seperti Mudik, Yuni (pemenang Platform Prize di TIFF 2021), dan Till Death Do Us Part (IFFR 2025).

Di luar layar, Asmara juga aktif di berbagai kegiatan perfilman—dari menjadi juri di Jakarta Film Week, Alternativa Film Festival, hingga ReelOzInd!. Tahun ini, ia juga ditunjuk sebagai juri kompetisi film pendek Road to Jakarta World Cinema 2025. Pada 2023 lalu, Asmara terpilih mengikuti Berlinale Talents di Berlin, memperkaya wawasannya lewat berbagai sesi mentorship internasional.

Asmara dikenal konsisten memilih proyek yang bersinggungan dengan budaya dan isu-isu kawasan Asia Tenggara. Dalam film terbarunya The Ghost and The Gun, produksi Inggris–Singapura yang berlatar era Perang Dunia II, ia mendalami bahasa Melayu, sejarah lokal, hingga teknik militer demi menghidupkan perannya. Sebelumnya, Stone Turtle dan One Two Jaga juga mengeksplorasi isu lintas budaya dan sosial kawasan ini.

Kehadirannya di Locarno tahun ini terasa semakin penting karena bersamaan dengan langkah dua perempuan Indonesia lainnya—Yulia Evina Bhara dan Kamila Andini—yang juga menempati posisi strategis di panggung film dunia. Ketiganya mencerminkan gelombang baru sinema Asia Tenggara yang kini semakin mendapat tempat dan pengakuan global.


Biografi Singkat Asmara Abigail

  • Aktris, model, dan akademisi asal Jakarta. Lulusan M.A. cum laude jurusan Luxury Branding di Milan.
  • Telah membintangi lebih dari 30 film dari berbagai genre, mulai dari Setan Jawa, Pengabdi Setan, Gundala, Hiruk Pikuk si Alkisah, Stone Turtle, Yuni, hingga Till Death Do Us Part.

Related Post