Penyanyi berbakat Rony Parulian kembali menggebrak industri musik tanah air dengan merilis single terbaru berjudul “Wals Akhir Zaman” pada 26 Juni 2026 di bawah naungan Universal Music Indonesia. Menariknya, perilisan ini bukan sekadar peluncuran lagu baru biasa, melainkan sebuah pintu masuk menuju fase eksplorasi musikal yang jauh lebih matang, berani, dan sinematik.
Melalui lagu ini, jebolan Top 3 Indonesian Idol Season 12 tersebut memilih untuk keluar dari zona nyaman pop-rock melankolis yang selama ini melekat pada dirinya. Rony justru menyuguhkan lanskap baru yang lebih alternatif dan megah untuk para pendengarnya.
Kolaborasi Lintas Generasi, Sinergi Petra Sihombing, Rendy Pandugo, dan Rony Parulian
Perubahan signifikan dalam arah bermusik Rony tidak lepas dari tangan dingin dua musisi papan atas Indonesia, Petra Sihombing dan Rendy Pandugo. Dalam proyek ini, Petra bertindak sebagai produser sekaligus mengisi instrumen electric piano, bass, dan programming. Sementara itu, Rendy Pandugo ikut meracik penulisan lagu dan menyumbangkan lapisan gitar akustik serta elektrik yang menjadi fondasi kuat lagu ini.
Bagi Petra Sihombing, fokus utama dari kolaborasi ini adalah menangkap esensi dan kenyamanan sang penyanyi. Petra menegaskan bahwa dirinya lebih mengutamakan arah yang ingin dituju oleh Rony sendiri, karena Rony yang akan terus hidup bersama lagu tersebut.
Di sisi lain, Rendy Pandugo memuji keunikan persona Rony di industri musik saat ini. Menurut Rendy, di era sekarang sangat jarang ditemukan penyanyi pop-rock pria yang memiliki karakter suara sekuat dan se-menonjol Rony Parulian. Kolaborasi tiga musisi ini sukses mendorong Rony melampaui batas kreatif yang biasa ia lakukan.
Membedah Makna Mendalam di Balik "Wals Akhir Zaman"
Secara narasi, “Wals Akhir Zaman” menawarkan sudut pandang yang sangat puitis mengenai komitmen dan kesetiaan. Alih-alih mengemas kisah romansa yang sempurna dan manis, lagu ini justru menyoroti keindahan yang lahir dari sebuah ketidakpastian.
Rony Parulian menjelaskan bahwa judul lagu ini tidak merujuk pada akhir dunia secara harfiah. Metafora "berdansa di tengah dunia yang runtuh" merupakan simbol dari sebuah pilihan hidup. Ini adalah cerita tentang menemukan dan mempertahankan seseorang yang berharga, bahkan ketika situasi di sekitar sedang kacau atau tidak baik-baik saja. Lagu ini menjadi representasi dari tema besar yang akan diangkat Rony pada proyek-proyek masa depannya: cinta, perjuangan, dan keteguhan untuk tetap bertahan.
Sentuhan Sinematik dan Lirik Magis "Wals Akhir Zaman"
Nuansa megah dan sinematik dalam lagu ini semakin kental lewat nama-nama besar lainnya. Ketukan drum dari Enrico Octaviano dipadukan dengan aransemen string yang megah dari Vinson Vivaldi dan Roni Seiler. Proses mixing dan mastering digarap apik oleh Dimas Pradipta.
Melengkapi semesta baru yang dibangunnya, lagu ini juga dirilis bersamaan dengan video musik yang disutradarai oleh Yogi Kusuma melalui kanal YouTube resmi Rony Parulian. Lewat visualisasi tersebut, penonton diajak menyelami lebih dalam pesan emosional yang ingin disampaikan. "Wals Akhir Zaman" menjadi bukti konkret bahwa Rony Parulian adalah musisi yang dinamis dan terus berkembang dalam memahami kehidupan serta karya seninya
Lirik Lagu Wals Akhir Zaman
Written by Petra Sihombing, Rendy Pandugo, Rony Parulian
V1:
Hanya dia
Yang didepan mata
Diantara hancurnya dunia
Kan ku jaga
Keutuhan jiwa
Bila kehilangan arahnya
V2:
Dari debu dan tanah
Kubuat taman berbunga istimewa
Taman untuk
Dua manusia
Yang memperjuangkan cintanya
C:
Dan untuk selamanya
Tak akan berubah
Cintaku padanya
Sampai tua berdansa wals
Diantara hancurnya dunia
Bridge:
Smoga tetap berirama
Langkah demi langkah kita
Di akhir dunia
Kita berdansa
C:
Dan untuk selamanya
Tak akan berubah
Cintaku padanya
Sampai tua berdansa wals
Diantara hancurnya dunia
Hingga ujung masanya
Tak akan berubah
Cintaku padanya
Sampai tua berdansa wals
Diantara hancurnya dunia
Wals Akhir Zaman
Verse 1:
Hanya dia
Only her
Yang di depan mata
The one before my eyes
Diantara hancurnya dunia
Amid the world's collapse
Kan ku jaga
I will protect
Keutuhan jiwa
The wholeness of her soul
Bila kehilangan arahnya
Should it ever lose its way
Verse 2:
Dari debu dan tanah
From dust and earth
Kubuat taman berbunga istimewa
I will create a garden of extraordinary blooms
Taman untuk
A garden for
Dua manusia
Two souls
Yang memperjuangkan cintanya
Who fight for their love
Chorus:
Dan untuk selamanya
And forevermore
Tak akan berubah
It will never change
Cintaku padanya
My love for her
Sampai tua berdansa wals
Until we're old, waltzing together
Diantara hancurnya dunia
Amid the world's collapse
Bridge:
Smoga tetap berirama
May we always stay in rhythm
Langkah demi langkah kita
With every step we take
Di akhir dunia
At the end of the world
Kita berdansa
We dance
Chorus:
Dan untuk selamanya
And forevermore
Tak akan berubah
It will never change
Cintaku padanya
My love for her
Sampai tua berdansa wals
Until we're old, waltzing together
Diantara hancurnya dunia
Amid the world's collapse
Hingga ujung masanya
Until the very end of time
Tak akan berubah
It will never change
Cintaku padanya
My love for her
Sampai tua berdansa wals
Until we're old, waltzing together
Diantara hancurnya dunia
Amid the world's collapse
Bayu Dewantara