Apa Itu Mastodon? Media Sosial yang Kini Banyak ‘Dihuni’ Pengguna Twitter

Media sosial tersebut ramai setelah banyak pengguna Twitter kini beralih ke Mastodon.

314
0
Mastodon

Baru-baru ini sedang ramai sebuah media sosial yang berasal dari Jerman bernama Mastodon. Media sosial tersebut ramai setelah banyak pengguna Twitter kini beralih ke Mastodon. Jumlah pengguna yang mendaftar ke Mastodon melonjak signifikan setelah Elon Musk mengambil alih Twitter.

“Hai, jadi, kami mencapai 1.028.362 pengguna aktif bulanan di seluruh jaringan hari ini. 1.124 server Mastodon baru sejak 27 Oktober, dan 489.003 pengguna baru. Lumayan keren,” ucap CEO Mastodon, Eugen Rochko, di akun Mastodon-nya, Senin, 7 November 2022.

Nama Mastodon sendiri diketahui diambil dari nama mamalia purba yang sudah punah. Media sosial ini didirikan oleh Rochko pada tahun 2016, yang juga merupakan pengembang software Mastodon.

Apa sih Mastodon?

Mastodon adalah perangkat lunak sumber terbuka gratis yang memungkinkan penggunanya menjalankan server jejaring sosial yang di-hosting sendiri.

Mastodon
Platform Mastodon/www.theverge.com

Selain itu, para pengguna juga bisa bergabung dengan server Mastodon individu yang bernama instance, yang berfungsi sebagai bagian dari jaringan sosial secara lebih luas dan saling terhubung. Tapi, sistem Mastodon ini jauh lebih kompleks karena mengusung platform microblogging.

Ketika membuat akun di Mastodon untuk pertama kalinya, kamu akan diberikan pilihan server yang mirip dengan cara kamu memilih untuk membuka akun email di Gmail, Hotmail, Yahoo, atau di mana pun yang menghasilkan alamat profil kamu.

Misalnya, jika pengguna mendaftar ke Mastodon lewat server climate justice, maka alamat kamu adalah @[nama pengguna]@climatejustice.social. Namun, di mana pun server yang kamu gunakan untuk mendaftar, kamu bakal bisa berkomunikasi dengan pengguna dari server lain, seperti kalau pengguna Gmail mengirim email kepada pengguna Hotmail dan sebaliknya.

Mastodon memiliki timeline yang menghadirkan pembaruan secara kronologis daripada algoritmis. Para pengguna juga bisa bergabung dengan banyak server berbeda yang dijalankan berbagai kelompok dan individu.

Mastodon
Aplikasi Mastodon/The Telegraph

Menariknya lagi, Mastodon juga gratis dan bebas iklan, lho! Media sosial ini dioperasikan secara nonprofit oleh kreatornya, Eugen Rochko, dan mendapatkan dana secara patungan. Artinya, platform ini memang ditujukan untuk menguntungkan publik, bukan pemegang saham.

“Tidak seperti 5 tahun terakhir saya menjalankan operasi Mastodon sebagai pemilik tunggal, di mana pendapatan Mastodon adalah pendapatan pribadi saya (dikurangi semua pengeluaran), saya sekarang menjadi karyawan dengan upah tetap,” tulis Rochko dalam posting-an blog-nya tahun lalu, dikutip dari TechCrunch.

Siapa saja yang sudah punya akun Mastodon?

Beberapa figur kenamaan di Amerika Serikat juga telah bergabung di Mastodon. Mereka adalah komedian Kathy Griffin, jurnalis Molly Jong-Fast, dan profesor di UCLA Sarah T. Roberts.

Roberts sendiri mulai beralih ke Mastodon karena khawatir soal moderasi Twitter di bawah kepemimpinan Elon Musk. Roberts juga mengatakan, pengguna Twitter banyak yang migrasi ke Mastodon karena kedua media sosial ini punya kesamaan. Mastodon juga punya banyak fitur dan tampilannya pun terasa familiar bagi pengguna Twitter.

Bukan cuma itu saja, para pengguna juga bisa memfavoritkan atau mengunggah ulang unggahan pengguna lain.

Kamu sudah coba Mastodon belum, gengs?

TIRA
WRITTEN BY

TIRA

Fashion and sport enthusiast!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post