Dokter sekaligus politikus Abdul El-Sayed resmi menjadi Muslim pertama yang terpilih di Senat Amerika Serikat. Ia memenangkan kursi Senat daerah Michigan di pemilu sela, Selasa (3/11/2026), mengalahkan kandidat Republikan Mike Rogers.
Source: Inilah.com
Perolehan Suara yang Didapatkan Abdul
Menurut data Associated Press pada Rabu (4/11) siang saat 97 persen suara telah terhitung, El-Sayed meraih 52,5 persen suara, sedangkan Rogers 45,5 persen. AP menyatakan kemenangan El-Sayed pada pukul 02.27 waktu setempat. Ia akan mengisi kursi yang ditinggalkan oleh Senator Gary Peters yang pensiun. “Michigan, we did it,” ujarnya kepada pendukung di Detroit.
Latar Belakang Abdul El-Sayed
Abdul adalah seorang yang berasal dari Ann Arbor. Ia lahir di Michigan dari orang tua imigran Mesir dan sekarang berusia 42 tahun. Ia memiliki latar belakang sebagai dokter dan mantan pejabat kesehatan masyarakat. Dikutip dari Detroit News, ia juga akan menjadi dokter Demokrat pertama di Senat sejak 1969. Ia dikenal sebagai figur progresif yang mengusung layanan kesehatan universal dan pajak bagi orang kaya.
Jalan Menuju Senat
Abdul memasuki masa pencalonan pada 2 April 2025, menjadi Demokrat terkenal pertama yang maju. Pada pemilihan pendahuluan Demokrat 4 Agustus, ia mengalahkan Rep. Haley Stevens dalam persaingan ketat yang diwarnai pengeluaran besar dari kelompok luar. Ia mendapat dukungan Barack Obama, Kamala Harris, Bernie Sanders, serikat pekerja UAW, dan Michigan AFL-CIO.
Kampanye Penuh Serangan
Kampanye berlangsung sangat keras. Pemilu ini menjadi yang termahal dalam sejarah Michigan, dengan total belanja lebih dari 243 juta dolar AS. Di tengah pemilihan pendahuluan, kelompok terkait AIPAC disebut menggelontorkan jutaan dolar untuk menjegalnya. Beberapa hari sebelum pemilu diselenggarakan, Stevens juga mengejutkan banyak pihak dengan mendukung Rogers. Sementara itu, Rogers berusaha menggambarkan Abdul sebagai ekstremis. Dalam sebuah acara di balai kota, seorang penanya memintanya mengutuk Ikhwanul Muslimin. El-Sayed membalikkan pertanyaan itu menjadi momen viral tentang kesetiaannya pada Konstitusi. Presiden Donald Trump bahkan melabelinya “jihadis” tanpa bukti. Pada pekan terakhir kampanye, ia juga menghadapi gelombang serangan atas keyakinannya. Dalam pidato kemenangannya, ia berseloroh bahwa dirinya selalu berkata “Inshallah”, lalu menyindir bahwa Wakil Presiden JD Vance diwajibkan secara konstitusional untuk melantiknya.
Baca juga: Daftar Pemenang AMI Awards 2026, Idgitaf dan Tulus Borong Penghargaan
Enam Muslim Lain di Kongres US
Menurut Religion News Service, tujuh Muslim terpilih ke Kongres tahun ini, rekor tertinggi, yaitu satu di Senat dan enam di DPR:
Ilhan Omar (Minnesota): terpilih kembali untuk masa jabatan kelima, dan menjadi anggota parlemen federal keturunan Somalia pertama saat menjabat pada 2019.
Rashida Tlaib (Michigan): meraih periode kelima, satu-satunya anggota Kongres keturunan Palestina-Amerika.
André Carson (Indiana): menjabat sejak 2008 dan menjadi Muslim dengan masa jabatan terlama di DPR.
Lateefah Simon (California): terpilih kembali.
Adam Hamawy (New Jersey): dokter berusia 56 tahun yang menang di Distrik 12 dan menjadi Muslim pertama dari New Jersey di Kongres.
Darializa Avila Chevalier (New York): aktivis hak sipil berusia 33 tahun, mualaf, dan perempuan Latina Muslim pertama di Kongres, yang meraih lebih dari 85 persen suara.
Sementara itu, hasil pemilihan Ayesha Wahab di California masih dihitung.
Kemenangan Demokrat
Kemenangan El-Sayed juga memperkuat peluang Demokrat di Senat. Michigan adalah negara bagian yang dimenangkan Trump pada 2024, dan Demokrat disebut meraih kendali kedua kamar di Kongres.
Penutup
El-Sayed akan resmi menjabat pada Januari. Ia membuka sejarah baru bagi representasi Muslim di Amerika Serikat sekaligus menandai ujian bagi sayap progresif Demokrat di panggung nasional.
Muhammad Ichsan