Benarkah Tidak Pernah Ada Pelatih Asing Menjuarai Piala Dunia? Ini 5 Fakta Tentang Mitos Pelatih Asing di Piala Dunia

  • Muhammad Arsyad
  • Sepanjang sejarahnya tidak pernah ada pelatih asing yang menjuarai Piala Dunia

  • Hanya ada dua pelatih asing yang pernah menginjakkan kaki ke final Piala Dunia

  • Bahkan di semifinal pun sepanjang sejarah hanya ada tiga pelatih asing yang mencapai sana

  • Sebanyak 31 dari 48 negara peserta Piala Dunia 2026 menggunakan pelatih asing

  • Namun, hanya tersisa dua pelatih asing di perempat final Piala Dunia 2026


Tak kurang dari 31 dari 48 negara di Piala Dunia 2026 menggunakan jasa pelatih asing. Dengan kata lain hanya ada 17 negara yang menggunakan pelatih lokal. Menariknya, sejak Piala Dunia pertama kali digelar pada 1930 di Uruguay, tidak ada pelatih asing yang menjuarai Piala Dunia. Benarkah demikian? Yuk kita bahas faktanya.


Pelatih Lokal Selalu Juara


Sepanjang Piala Dunia, setidaknya hingga edisi 2026 belum pernah satu pun negara yang menggunakan jasa pelatih asing dan juara. Dari 21 pelatih yang pernah menjuarai Piala Dunia, semuanya adalah pelatih lokal.


Dari 21 pelatih lokal itu, hanya ada satu yang pernah juara dua kali sebagai pelatih. Dialah Vittorio Pozzo yang membawa Italia meraih dua gelar juara secara beruntun, yakni tahun 1934 dan 1938. Tapi apakah berarti tidak ada pelatih asing yang mencapai fase gugur terjauh di Piala Dunia?


Hanya Ada Tiga Pelatih Asing yang Sampai ke Semifinal


Kenyataannya, pelatih asing sering gagal melaju jauh di Piala Dunia. Bahkan cuma ada lima pelatih asing yang pernah menginjakkan kakinya ke semifinal Piala Dunia. Kelima pelatih itu antara lain George Raynor, Ernst Happel, Guus Hiddink, Luiz Felipe Scolari, dan Roberto Martinez.


Hiddink adalah pelatih yang berkebangsaan Belanda. Dia membawa Timnas Korea Selatan ke semifinal Piala Dunia 2002. Sementara Luiz Felipe Scolari yang orang Brasil, pernah membawa Portugal ke semifinal di edisi 2006. Roberto Martinez yang orang Spanyol, pernah mengantarkan Belgia ke semifinal Piala Dunia 2018.


Nah, kalau Raynor dan Happel ini era lama. Happel adalah orang Austria yang berhasil mengantarkan Belanda ke semifinal Piala Dunia 1978, sedangkan Raynor, pelatih berkebangsaan Inggris yang mengantarkan Swedia ke semifinal Piala Dunia 1958.


Pertanyaannya, dari lima pelatih itu, ada nggak yang membawa timnya ke final Piala Dunia?


Baca juga: Kenapa Messi Dijuluki "Anak FIFA"? Ini 6 Fakta di Balik Julukan yang Makin Viral usai Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026


Hanya Ada Dua Pelatih Asing di Final Piala Dunia


Mirisnya dari lima pelatih asing yang ke semifinal Piala Dunia, hanya dua yang sanggup membawa timnya ke final. Kedua orang itu adalah George Raynor dan Ernst Happel.


Mari kita mulai ceritanya dari George Raynor. Pada Piala Dunia 1958, Swedia yang menjadi tuan rumah memercayakan pelatih asal Inggris itu untuk menukangi tim. Eh, tak dinyana Raynor sanggup membawa timnya mengalahkan Jerman Barat, salah satu kekuatan Eropa saat itu.


Tak main-main, Swedia menang lewat skor telak 3-1. Nah, di final, Swedia asuhan Raynor menghadapi tim kuat Brasil. Selecao yang kala itu diperkuat Garrincha dan legenda hidup Pele, membabat Swedia dengan skor telak 5-2. 


Baca juga: Neymar Resmi Pensiun Usai Perjuangan Brasil Terhenti di 16 Besar


Swedia yang memakai pelatih asing itu kalah dari Brasil yang dilatih pelatih lokal, Vicente Feola. Nah, nasib Swedia setali tiga uang dengan Belanda di Piala Dunia 1978.


Hanya saja di Piala Dunia edisi itu formatnya agak lain. FIFA menerapkan format putaran kedua yang unik, di mana ada delapan tim yang lolos dari babak pertama akan dibagi lagi ke dalam dua grup baru.


Saat itu De Oranje lolos ke babak grup dua. Mereka tergabung di Grup A bersama Jerman Barat, Italia, dan Austria. Belanda yang dilatih Ernst Happel finis sebagai juara grup, mengungguli Italia yang ada di bawahnya. Karena juara grup, Belanda berhak ke final, sedangkan Italia memperebutkan tempat ketiga.


Malangnya, di final Belanda bertemu Argentina yang diperkuat Mario Kempes. Happel tak kuasa membawa timnya menang. Mereka kalah telak 3-1. Kamu tahu? Berbeda dengan Belanda yang memakai pelatih asing, Argentina saat itu dilatih pelatih lokal bernama Cesar Luis Menotti.


Alasan Kenapa Tidak Ada Pelatih Asing Menjuarai Piala Dunia


Pelatih asing di Piala Dunia boleh dibilang telah menjadi kutukan. Coba bayangin aja, 96 tahun Piala Dunia ada, 23 kali putaran final digelar, tidak ada satu pun pelatih asing yang menyabet gelar tersebut. Pertanyaannya kemudian, kenapa?


Ini bisa jadi terkait dengan budaya. Pelatih asing kurang memahami budaya dari tim nasional terkait. Butuh waktu untuk adaptasi. Persoalannya, Piala Dunia hanya sebentar. Tidak ada cukup waktu buat pelatih asing beradaptasi.


Negara-negara yang sudah moncer sepak bolanya, lebih memercayai pelatih lokal daripada menunjuk pelatih asing. Pelatih lokal dinilai sangat memahami kultur, filosofi, bahkan yang paling penting, talenta dari negara mereka sendiri.


Apakah berarti tidak ada peluang bagi pelatih asing untuk menjuarai Piala Dunia 2026?


Pelatih Asing Tersisa di Piala Dunia 2026


Ada 31 dari 48 negara partisipan di Piala Dunia 2026 menggunakan pelatih asing. Tapi yang sukses membawa timnya hingga ke semifinal hanya tersisa satu. Dialah Thomas Tuchel.


Warga kelahiran Krumbach, Jerman ini mengantarkan Timnas Inggris ke semifinal usai menaklukkan Norwegia di perempat final. Menariknya, Løvene, julukan Timnas Norwegia, ditukangi Stale Solbakken yang notabene pelatih lokal.


Baca juga: Bukan Cuma Jago Nge-gol, Ini 6 Pelajaran Hidup dari Erling Haaland Buat Gen Z


Ini adalah untuk kali pertama ada pelatih asing membawa timnya ke semifinal setelah Roberto Martinez membawa Belgia ke semifinal edisi 2018. Langkah Tuchel ke final jelas tidak akan mudah. Mereka akan menghadapi sang juara bertahan Argentina yang ditukangi pelatih lokal, Lionel Scaloni. 


Menurut kamu, mampukah Thomas Tuchel sukses membawa timnya ke final, atau bahkan juara nggak?