Oppal Gengs, momen wisuda biasanya identik dengan toga, senyum bahagia, dan foto bersama keluarga. Namun, ada pemandangan berbeda dari kelulusan seorang mahasiswi Indonesia di Kanada yang menarik perhatian warganet. Ia membentangkan selembar kertas bertuliskan “Terima Kasih Rakyat Indonesia” saat namanya dipanggil ke podium wisuda.
Sosok tersebut adalah Alqeshira Najma Feyza, yang akrab disapa Alqe. Momen kelulusannya dari University of British Columbia (UBC), Kanada, menjadi sorotan setelah ia membagikan dokumentasi wisudanya melalui media sosial.
Tulisan sederhana itu bukan sekadar ungkapan bahagia setelah menyelesaikan pendidikan. Alqe ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang turut mendukung perjalanannya menempuh pendidikan tinggi melalui beasiswa yang didanai negara.
Siapa Alqeshira Najma Feyza?
(Sumber: Instagram @alqeshira.nf)
Alqeshira Najma Feyza merupakan perempuan asal Indonesia yang berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Mechanical Engineering atau Teknik Mesin di University of British Columbia, Kanada.
Berdasarkan profil akademiknya, Alqe menempuh pendidikan Bachelor of Applied Science dengan konsentrasi Biomedical Engineering. Bidang ini memadukan prinsip teknik dengan penerapannya dalam dunia kesehatan dan teknologi medis.
Kesempatan belajar di luar negeri tersebut ia peroleh melalui Beasiswa Indonesia Maju (BIM) S1 Luar Negeri Angkatan 1, program beasiswa yang berkaitan dengan Kemendikbudristek dan LPDP. Program ini membuka kesempatan bagi pelajar berprestasi Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri.
Perjalanan Alqe menjadi contoh bahwa kesempatan pendidikan dapat membuka jalan menuju pencapaian yang sebelumnya terasa sulit dibayangkan.
Arti Tulisan “Terima Kasih Rakyat Indonesia” Saat Wisuda
Hal yang membuat momen wisuda Alqe terasa istimewa adalah pesan yang ia bawa ke atas podium. Alih-alih hanya merayakan pencapaian pribadi, ia memilih mengingat orang-orang yang ikut memungkinkan perjalanan pendidikannya.
Dalam unggahan yang menyertai momen kelulusannya, Alqe menekankan bahwa wisuda tersebut bukan sekadar tentang dirinya sendiri. Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang telah berinvestasi dalam pendidikannya, termasuk melalui dukungan dana publik.
Pesan itu juga mencerminkan harapannya agar ilmu dan kesempatan yang diperoleh selama kuliah dapat kembali memberikan manfaat bagi Indonesia.
Dengan begitu, gelar yang diraih bukan hanya menjadi pencapaian akademik individu, tetapi juga pengingat tentang tanggung jawab untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman secara bermakna.
Baca juga: Sudah Siap Belum? LPDP Jakarta Dibuka 2027, Cek Kuota dan Jadwalnya Di sini
Pernah Mengalami Perundungan Saat Kecil
Di balik pencapaiannya, perjalanan Alqe juga memiliki cerita yang tidak mudah. Alqe pernah mengalami perundungan atau bullying ketika duduk di bangku sekolah dasar.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari kisah hidupnya sebelum akhirnya memperoleh kesempatan belajar di luar negeri. Meski demikian, perjalanan Alqe tidak berhenti pada pengalaman masa kecil itu.
Ia terus mengembangkan kemampuan akademik dan mengikuti berbagai kegiatan yang mendukung minatnya di bidang sains dan riset. Saat SMA, ia juga terlibat dalam penelitian dan mengembangkan inovasi bernama Blickr, perangkat yang dirancang untuk membantu mengurangi paparan cahaya biru dari laptop.
Prestasi dan ketertarikannya pada bidang sains turut membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan di UBC. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kesempatan dapat datang melalui proses panjang, mulai dari mengembangkan minat hingga berani mencoba peluang yang tersedia.
Wisuda yang Mengingatkan pada Dukungan Masyarakat
(Sumber: Instagram @alqeshira.nf)
Momen Alqe membentangkan tulisan “Terima Kasih Rakyat Indonesia” menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak selalu berhenti pada pencapaian pribadi. Ada dukungan keluarga, guru, lingkungan, dan program beasiswa yang dapat membantu seseorang mencapai tujuan akademiknya.
Bagi penerima beasiswa yang dibiayai negara, kesempatan tersebut juga membawa tanggung jawab untuk mengembangkan kemampuan dan memberikan kontribusi sesuai bidangnya.
Oppal Gengs, kisah Alqeshira Najma Feyza memperlihatkan bagaimana satu kalimat sederhana dapat menyampaikan pesan yang bermakna. Di tengah kebahagiaan wisuda, ia memilih mengingat masyarakat yang ikut mendukung perjalanannya.
Baca juga: Fakta-Fakta ‘Wajib Militer’ di LPDP, Nasionalisme atau Militerisasi Pendidikan?
Kini, pencapaiannya di University of British Columbia bukan hanya menjadi kabar kelulusan seorang mahasiswa Indonesia di luar negeri, tetapi juga cerita tentang rasa syukur, kesempatan pendidikan, dan harapan agar ilmu yang diperoleh bisa kembali memberi manfaat bagi banyak orang. Momen tersebut juga mengingatkan bahwa dukungan masyarakat melalui program beasiswa merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Melalui ilmu, pengalaman, dan jaringan yang diperoleh selama belajar di luar negeri, para penerima beasiswa memiliki kesempatan untuk berkontribusi di berbagai bidang. Pesan yang dibawa Alqe saat wisuda pun menjadi pengingat bahwa di balik sebuah pencapaian pribadi, ada dukungan banyak pihak yang patut dihargai. Sebuah langkah kecil untuk mengucapkan terima kasih, tetapi membawa pesan besar tentang rasa syukur dan tanggung jawab.
Naufal Mamduh